Cara Membuat Biofertilizer Sendiri untuk Menyuburkan Lahan

Gubuku – Pernah denger istilah biofertilizer? Buat kamu yang lagi into tanaman hias, hobi berkebun di halaman rumah, atau sekadar pengen paham tren ramah lingkungan (eco-friendly), istilah ini pasti nggak asing lagi.

Biar nggak salah paham, biofertilizer itu bukan pupuk kimia instan yang sering kamu temuin di toko pertanian. Ini adalah pupuk hayati yang isinya mikroorganisme hidup yang bertugas “memulihkan” dan menyuburkan tanah secara alami. Jadi, alih-alih merusak tanah kayak pupuk kimia berlebih, biofertilizer justru bikin ekosistem tanah jadi makin sehat dalam jangka panjang.

Kabar baiknya? Kamu nggak perlu modal gede buat punya biofertilizer sendiri. Cukup manfaatkan bahan-bahan sisa di sekitar rumah, kamu udah bisa meraciknya sendiri. Yuk, intip cara gampang bikinnya!

Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan

Sebelum mulai DIY, siapin dulu bahan-bahan organik yang gampang banget dicari ini:

  • Bahan Utama:

    • Nasi sisa (bisa yang baru atau sudah agak basi, nggak berjamur warna hijau/hitam ya).

    • Air kelapa (sumber nutrisi dan mineral favorit mikroorganisme).

    • Gula merah atau molase (tetes tebu) secukupnya sebagai makanan bakteri.

    • Air bersih (bebas klorin/air sumur/air galon, hindari air PDAM langsung yang masih bau kaporit).

  • Alat:

    • Wadah kedap udara (botol plastik bekas atau jerigen).

    • Karet gelang dan kain kasa/tisu (kalau pakai wadah mulut lebar).

Step-by-Step Cara Bikin Biofertilizer Sendiri

Ikuti langkah-langkah simpel ini biar hasilnya on point dan siap dipakai buat nyuburin tanaman:

1. Buat Kultur Bakteri Lokal (MOL)

  • Kepal-kepal nasi sisa seukuran bola pingpong, lalu masukkan ke dalam kotak kardus atau wadah tertutup yang dialasi kertas koran.

  • Simpan di tempat yang sejuk dan gelap selama 3–5 hari sampai tumbuh jamur berwarna putih (ini tanda mikroorganisme baiknya aktif!).

  • Kalau udah berjamur putih, masukkan gumpalan nasi tersebut ke dalam botol, lalu larutkan dengan air kelapa dan sedikit gula merah yang sudah dicairkan.

Baca Juga  Racikan Pestisida Nabati Murah Meriah dari Daun Nimba dan Serai

2. Proses Fermentasi (Tahap Paling Penting)

  • Campurkan semua bahan (nasi berjamur, air kelapa, larutan gula merah, dan tambahan air bersih) ke dalam wadah utama. Jangan diisi sampai penuh ya, sisakan ruang kosong sekitar 20% untuk gas hasil fermentasi.

  • Tutup wadah secara tidak terlalu rapat (atau beri lubang kecil di tutupnya) supaya gas hasil fermentasi bisa keluar dan wadah nggak meledak.

  • Simpan di tempat teduh yang nggak terkena matahari langsung.

  • Diamkan selama 7 sampai 14 hari.

3. Cek Kematangan

  • Ciri-ciri biofertilizer buatanmu berhasil adalah aromanya berubah jadi wangi fermentasi yang khas (mirip tape atau asam manis segar), bukan bau busuk menyengat. Kalau aromanya udah asem manis segar, berarti racikanmu sukses dan siap on action!

Cara Pakai Biar Tanaman Langsung Glowing

  • Takaran: Ambil sekitar 2–3 tutup botol (sekitar 50 ml) cairan biofertilizer, lalu campurkan ke dalam 1 liter air bersih di botol semprot atau gembor.

  • Aplikasikan: Semprotkan atau siramkan ke bagian media tanam/tanah (bukan langsung ke daunnya) seminggu sekali pada pagi atau sore hari.

  • Penulis: zahra smkss2 muara bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Tiram sebagai Peluang Usaha Rumahan
Gubuku-Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap pangan sehat, budidaya jamur...
Read more
Masa Depan Perikanan Berbasis Teknologi dan Keberlanjutan
Gubuku-Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan kekayaan laut yang sangat...
Read more
Rahasia Meningkatkan Produktivitas Pertanian dengan Teknologi AI
Gubuku- Dunia pertanian terus mengalami perkembangan pesat seiring hadirnya berbagai inovasi...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *