Gubuku – Gak usah pusing nyari bahan langka, semua barang di bawah ini gampang banget kamu temuin di rumah atau toko kelontong terdekat:

  1. Kardus Bekas yang Cukup Tebal (Ukuran minimal 30 x 30 x 30 cm)

  2. Lampu Bohlam Incandescent/Pijar 5 Watt (Ingat ya, pilih lampu pijar yang ngeluarin hangat/panas, bukan lampu LED!)

  3. Fitting Lampu & Kabel Secukupnya

  4. Termometer Suhu Ruangan (Termometer kayu murah yang harganya belasan ribu)

  5. Nampan/Wadah Plastik Kecil + Air (Buat menjaga kelembapan)

  6. Sekam Padi, Serbuk Kayu, atau Kain Bekas (Buat alas di dasar kardus)

  7. Isolasi, Lakban, dan Pisau/Cutter

  8. Plastik Transparan/Mika (Opsional, buat bikin “jendela” patau)

Step-by-Step Cara Bikin Mesin Tetas Kardus

Caranya simpel banget, gak butuh keahlian elektro tingkat tinggi kok!

Step 1: Modifikasi Kardus

  • Pastikan kardus dalam keadaan bersih dan kering.

  • Lubangi bagian atas atau depan kardus buat ditempel mika/plastik transparan. Ini fungsinya jadi jendela intip biar kamu bisa mengecek kondisi telur tanpa sering-sering ngebuka kardus.

  • Buat 2–4 lubang ventilasi kecil (ukuran seujung pulpen) di bagian atas/samping kardus biar ada sirkulasi udara buat telur bernapas.

Step 2: Pasang Lampu & Termometer

  • Lubangi bagian atas kardus secukupnya, lalu pasang fitting dan lampu bohlam 5 watt hingga menggantung di dalam kardus.

  • Gantungkan termometer di dinding dalam kardus. Pastikan posisi termometer sejajar dengan tinggi telur nantinya (kira-kira 3–5 cm dari dasar).

Step 3: Siapkan Alas & Wadah Kelembapan

  • Taburkan sekam padi, serbuk kayu, atau lapisi dasar kardus pakai kain bersih biar telurnya gak menggelinding dan terasa hangat.

  • Taruh nampan kecil berisi air di bawah lampu. Air ini krusial banget biar udara di dalam kardus gak kelewat kering!

Baca Juga  Tips Merawat Ayam Ketawa Agar Rajin Berkokok & Suara Nyaring

Trik Mengoperasikan Mesin Tetas Kardus Biar Berhasil

Bikin alatnya emang gampang, tapi kunci sukses penetasannya ada di pengaturan suhu dan kebiasaan memutar telur:

1. Jaga Suhu Ideal (37,5°C – 38,5°C)

Sebelum telur dimasukkan, nyalakan lampu selama 2–3 jam dan cek termometer. Suhu ideal menetaskan telur ayam itu di kisaran 37,5°C sampai 38,5°C.

  • Kalau kepanasan: Tambah lubang ventilasi atau ganti ke posisi lampu yang agak tinggi.

  • Kalau kurang panas: Tutup beberapa lubang ventilasi atau ganti lampu ke 10 Watt.

2. Putar Telur secara Rutin (Mulai Hari Ke-3)

Di alam bebas, induk ayam selalu memutar telurnya pakai cakar. Kamu wajib meniru peran si induk!

  • Hari 1–2: Biarkan telur tenang, jangan diputar dulu.

  • Hari 3–18: Diputar manual pakai tangan 3 kali sehari (pagi, siang, malam). Jangan lupa kasih tanda silang (X) dan lingkaran (O) di sisi telur pakai pensil biar kamu gak bingung mana yang udah diputar.

  • Hari 19–21: Hentikan pemutaran, tinggal tunggu anak ayam menetas secara alami!

Checklist Cepat: Hal yang Wajib Diperhatikan

Parameter Pengaturan Ideal
Suhu 37,5°C – 38,5°C (Jaga tetap stabil)
Kelembapan Jaga nampan air jangan sampai kering
Lampu Harus Bohlam Pijar (Kuning/Hangat), BUKAN LED!
Durasi Penetasan Ayam: ~21 Hari | Bebek: ~28 Hari

penulis:winda – SMKN 10 Bungo

 

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *