Gubuku – Gak usah pusing nyari bahan langka, semua barang di bawah ini gampang banget kamu temuin di rumah atau toko kelontong terdekat:
-
Kardus Bekas yang Cukup Tebal (Ukuran minimal 30 x 30 x 30 cm)
-
Lampu Bohlam Incandescent/Pijar 5 Watt (Ingat ya, pilih lampu pijar yang ngeluarin hangat/panas, bukan lampu LED!)
-
Fitting Lampu & Kabel Secukupnya
-
Termometer Suhu Ruangan (Termometer kayu murah yang harganya belasan ribu)
-
Nampan/Wadah Plastik Kecil + Air (Buat menjaga kelembapan)
-
Sekam Padi, Serbuk Kayu, atau Kain Bekas (Buat alas di dasar kardus)
-
Isolasi, Lakban, dan Pisau/Cutter
-
Plastik Transparan/Mika (Opsional, buat bikin “jendela” patau)
Step-by-Step Cara Bikin Mesin Tetas Kardus
Caranya simpel banget, gak butuh keahlian elektro tingkat tinggi kok!
Step 1: Modifikasi Kardus
-
Lubangi bagian atas atau depan kardus buat ditempel mika/plastik transparan. Ini fungsinya jadi jendela intip biar kamu bisa mengecek kondisi telur tanpa sering-sering ngebuka kardus.
-
Buat 2–4 lubang ventilasi kecil (ukuran seujung pulpen) di bagian atas/samping kardus biar ada sirkulasi udara buat telur bernapas.
Step 2: Pasang Lampu & Termometer
-
Lubangi bagian atas kardus secukupnya, lalu pasang fitting dan lampu bohlam 5 watt hingga menggantung di dalam kardus.
-
Gantungkan termometer di dinding dalam kardus. Pastikan posisi termometer sejajar dengan tinggi telur nantinya (kira-kira 3–5 cm dari dasar).
Step 3: Siapkan Alas & Wadah Kelembapan
-
Taburkan sekam padi, serbuk kayu, atau lapisi dasar kardus pakai kain bersih biar telurnya gak menggelinding dan terasa hangat.
-
Taruh nampan kecil berisi air di bawah lampu. Air ini krusial banget biar udara di dalam kardus gak kelewat kering!
Trik Mengoperasikan Mesin Tetas Kardus Biar Berhasil
Bikin alatnya emang gampang, tapi kunci sukses penetasannya ada di pengaturan suhu dan kebiasaan memutar telur:
1. Jaga Suhu Ideal (37,5°C – 38,5°C)
Sebelum telur dimasukkan, nyalakan lampu selama 2–3 jam dan cek termometer. Suhu ideal menetaskan telur ayam itu di kisaran 37,5°C sampai 38,5°C.
-
Kalau kepanasan: Tambah lubang ventilasi atau ganti ke posisi lampu yang agak tinggi.
-
Kalau kurang panas: Tutup beberapa lubang ventilasi atau ganti lampu ke 10 Watt.
2. Putar Telur secara Rutin (Mulai Hari Ke-3)
Di alam bebas, induk ayam selalu memutar telurnya pakai cakar. Kamu wajib meniru peran si induk!
-
Hari 1–2: Biarkan telur tenang, jangan diputar dulu.
-
Hari 3–18: Diputar manual pakai tangan 3 kali sehari (pagi, siang, malam). Jangan lupa kasih tanda silang (X) dan lingkaran (O) di sisi telur pakai pensil biar kamu gak bingung mana yang udah diputar.
-
Hari 19–21: Hentikan pemutaran, tinggal tunggu anak ayam menetas secara alami!
Checklist Cepat: Hal yang Wajib Diperhatikan
| Parameter | Pengaturan Ideal |
| Suhu | 37,5°C – 38,5°C (Jaga tetap stabil) |
| Kelembapan | Jaga nampan air jangan sampai kering |
| Lampu | Harus Bohlam Pijar (Kuning/Hangat), BUKAN LED! |
| Durasi Penetasan | Ayam: ~21 Hari | Bebek: ~28 Hari |
penulis:winda – SMKN 10 Bungo



