Gubuku – Membiarkan kotoran ternak menumpuk begitu saja di udara terbuka adalah red flag terbesar dalam peternakan. Kotoran yang membusuk secara alami tanpa oksigen (anaerob) bakal melepas gas metana langsung ke atmosfer.
-
Solusi: Olah kotoran tersebut menggunakan instalasi biodigester.
-
Keuntungan: Gas metana dari kotoran disedot dan ditampung buat dijadikan biogas. Biogas ini bisa dipakai buat bahan bakar kompor masak sampai pembangkit listrik mandiri di area kandang.
-
Bonus: Ampas sisa pengolahan biogas (slurry) bisa kamu manfaatkan jadi pupuk organik super subur!
2. Optimalkan Pakan Ternak (Kurangi Metana dari Dalam Perut)
Gas metana itu sebenarnya terbentuk sejak pakan diolah di dalam perut (rumen) sapi atau kambing. Makin susah pakan dicerna, makin banyak gas metana yang dihasilkan—baik lewat sendawa maupun kotorannya.
-
Tambahkan Suplemen Pakan: Riset membuktikan kalau menambahkan sedikit rumput laut hijau/merah (Asparagopsis), minyak nabati, atau zat pakan alami (feed additives) bisa memotong produksi metana di rumen sampai puluhan persen.
-
Gunakan Pakan Berkualitas: Berikan pakan dengan tingkat kecernaan tinggi (seperti silase atau pakan olahan fermentasi) biar sistem pencernaan ternak lebih efisien.
3. Lakukan Komposting Berfase (Aerobic Composting)
Kalau pembuatan biogas terbentang modal di awal, kamu bisa pakai metode pengomposan terbuka yang teratur.
Metana terbentuk kalau kotoran membusuk tanpa oksigen. Jadi, kuncinya adalah memasukkan oksigen ke dalam tumpukan kotoran:
-
Balik tumpukan kotoran ternak secara rutin (seminggu sekali).
-
Campur kotoran dengan bahan kaya karbon seperti sekam padi, serbuk kayu, atau jerami kering.
-
Hasil akhirnya? Kotoran gak berbau, metana gak lepas liar, dan kamu dapat pupuk komposter berkualitas tinggi buat dijual lagi!
4. Manajemen Kebersihan Kandang secara Real-Time
Makin lama kotoran mengendap dan tergenang di lantai kandang yang basah, makin subur bakteri pembentuk metana beraksi.
-
Buat saluran pembuangan kotoran yang miring dan terintegrasi biar kotoran padat dan cair langsung terpisah.
-
Bersihkan kandang minimal 1–2 kali sehari.
-
Jaga kandang tetap kering dan punya sirkulasi udara (ventilasi) yang lancar.
Mengapa Gen Z Harus Peduli Sama Isu Ini?
Bukan cuma sekadar gaya-gayaan eco-friendly, peternakan yang ramah lingkungan itu punya banyak dampak positif:
-
Peluang Bisnis Hijau: Produk ternak ramah lingkungan (green livestock products) punya nilai jual lebih tinggi di mata konsumen modern.
-
Hemat Energi: Biogas bikin kamu gak perlu beli elpiji atau bayar listrik mahal buat operasional kandang.
-
Menjaga Iklim: Kamu berpartisipasi langsung menahan laju kenaikan suhu bumi.


