Gubuku – Niat hati mau bikin stok daging buat meal prep atau mau mulai bisnis kuliner, eh malah zonk dapet daging gelonggongan atau daging bangkai (tenggelam). Selain rugi duit, salah pilih daging juga bisa bikin sekeluarga keracunan.
Oknum pedagang nakal kadang sengaja nyampur daging berkualitas buruk demi cuan instan. Biar kamu gak gampang ketipu, yuk kenali cara gampang membedakan daging sapi segar, gelonggongan, dan bangkai!
1. Cek Kandungan Air (Waspada Daging Gelonggongan)
Daging gelonggongan adalah daging dari sapi yang dipaksa minum banyak air sebelum disembelih supaya berat badannya naik.
-
Ciri-cirinya: Daging keliatan basah banget, berair, dan kalau ditaruh di atas piring atau talenan, airnya bakal ngalir ke mana-mana.
-
Cara tes: Coba tempelkan tisu ke permukaan daging. Kalau tisunya langsung basah kuyup dalam hitungan detik, itu fix daging gelonggongan.
2. Perhatikan Warna Daging
Warna daging adalah indikator paling jujur untuk menilai kesegarannya.
-
Daging Segar: Warnanya merah cerah alami, merata, dan gak pucat.
-
Daging Gelonggongan: Warnanya cenderung pucat keputihan karena sel-selnya dipenuhi air.
-
Daging Bangkai: Warnanya merah kehitaman, lembap, bahkan kadang ada bercak darah yang menggumpal di beberapa bagian karena darahnya tidak keluar sempurna saat disembelih.
3. Tes Tekstur dan Kekenyalan
-
Daging Segar: Teksturnya padat, kenyal, dan kalau ditekan pakai jari, dagingnya bakal langsung balik ke bentuk semula.
-
Daging Gelonggongan / Bangkai: Kalau ditekan terasa lembek, berair, tidak elastis, dan serat dagingnya merenggang.
4. Cium Aromanya
Hidung gak bakal bisa dibohongi soal urusan bau daging.
-
Daging Segar: Punya aroma khas sapi yang segar, sedikit amis tapi wajar.
-
Daging Bangkai / Busuk: Mengeluarkan bau asam yang menyengat, bau busuk, atau bau amis yang bikin pusing begitu kantongnya dibuka.



