Gubuku – Dalam bisnis peternakan sapi potong maupun sapi perah, pengeluaran terbesar itu ada di biaya pakan. Kalau cuma ngandelin pakan pabrikan yang harganya makin naik, margin profit kamu bisa makin kecekik.
Solusi peternak cerdas zaman now adalah memanfaatkan limbah olahan kelapa sawit, yaitu Bungkil Inti Sawit (BIS). Bahan ini melimpah, harganya relatif terjangkau, dan punya kandungan protein kasar yang terbilang tinggi.
Tapi ingat, bungkil sawit mentah itu serat kasarnya tinggi dan teksturnya agak keras. Kalau langsung diberikan ke sapi tanpa diolah, daya cernanya kurang maksimal. Solusinya? Difermentasi!
Proses fermentasi bakal mengubah serat keras jadi lebih mudah dicerna, melipatgandakan nilai gizi, dan bikin aroma pakan jadi wangi khas tape yang disukai sapi. Simak panduan lengkapnya dari nol di bawah ini!
Keunggulan Pakan Fermentasi Bungkil Sawit
Sebelum masuk ke tahap pembuatan, ini dia alasan kenapa pakan hasil fermentasi ini layak jadi andalan kamu:
-
Meningkatkan Kadar Protein & Daya Cerna: Proses bioteknologi mikroba memecah serat kasar sehingga nutrisi terserap sempurna ke tubuh sapi.
-
Bikin Sapi Lahap Makan: Aroma asam-manis khas fermentasi bikin nafsu makan sapi meningkat drastis (palatabilitas tinggi).
-
Tahan Lama: Pakan hasil fermentasi yang disimpan rapat dalam wadah anaerob (kedap udara) bisa awet disimpan berbulan-bulan tanpa membusuk.
Alat & Bahan yang Dibutuhkan (Skala 100 kg)
Gak perlu peralatan rumit, kamu bisa manfaatkan barang-barang yang ada di sekitar rumah/kandang.
| Bahan / Alat | Kuantitas / Jenis | Fungsi Utama |
| Bungkil Sawit | 100 kg | Bahan baku utama (sumber protein & serat) |
| Dedak Halus / Bekatul | 5–10 kg | Pakan tambahan untuk mempercepat pertumbuhan mikroba |
| Starter (EM4 Peternakan) | 150–200 ml | Campuran mikroba baik penggertak fermentasi |
| Molase / Tetes Tebu | 200 ml (bisa diganti 200gr gula merah) | Sumber makanan awal untuk bakteri EM4 |
| Air Bersih | Secukupnya (kadar air target ~30–40%) | Pelarut dan pengatur kelembapan |
| Wadah Kedap Udara | Drum plastik / kantong plastik tebal | Media fermentasi anaerob |
Step-by-Step Cara Membuat Fermentasi Bungkil Sawit
1. Buat Larutan Aktivator (Starter)
Campurkan EM4 Peternakan, molase/gula merah, dan air secukupnya ke dalam ember. Aduk rata, lalu diamkan selama 10–15 menit biar mikroba “bangun” dan aktif.
2. Campurkan Bahan Kering
3. Siram dan Cek Kelembapan (Kunci Sukses!)
Percikkan larutan aktivator secara merata ke atas campuran bungkil sawit sambil terus diaduk.
💡 Cara Cek Kadar Air Ideal:
Kepal adonan bungkil sawit pakai tangan. Jika dipadatkan adonan bisa menggumpal tapi tidak meneteskan air, dan saat genggaman dibuka adonan mekar perlahan, berarti tingkat kelembapannya sudah pas (sekitar 30-40%).
4. Masukkan ke Wadah & Padatkan
Masukkan adonan pakan ke dalam drum plastik atau kantong plastik tebal sedikit demi sedikit. Tekan dan padatkan adonan (bisa diinjak-injak) untuk membuang seluruh udara di dalam wadah (proses anaerob).
5. Tutup Rapat dan Inkubasi
Ikat atau tutup drum dengan sangat rapat. Pastikan tidak ada kebocoran udara. Simpan wadah di ruangan yang teduh, tidak terkena sinar matahari langsung, dan tidak kehujanan. Biarkan proses fermentasi berlangsung selama 4–7 hari.
Ciri-Ciri Fermentasi Berhasil vs Gagal
Sebelum diberikan ke sapi, selalu cek kualitas hasil fermentasinya terlebih dahulu:
-
BERHASIL: Aroma harum manis gurih khas tape/alkohol lembut, warna bungkil tetap cokelat terang atau sedikit lebih tua, tidak ada jamur hitam/beracun, dan teksturnya terasa lebih empuk.
-
Gelar plastik/terpal bersih di lantai. Tuangkan bungkil sawit dan dedak halus, lalu aduk sampai benar-benar tercampur rata (homogen).
💡 Tips Pemberian Pakan pada Sapi
-
Adaptasi Bertahap: Jangan langsung mengganti 100% pakan lama sapi kamu! Berikan pakan fermentasi bungkil sawit ini secara bertahap (mulai dari 10–20% dari total porsi harian), lalu naikkan porsinya seiring waktu biar sistem pencernaan sapi terbiasa.
-
Porsi Ideal: Bungkil sawit fermentasi sangat cocok dijadikan pakan penguat (konsentrat) dengan porsi hingga 30% dari total ransum pakan harian sapi. Tetap kombinasikan dengan pakan hijauan (rumput) sebagai sumber serat kasar.


