Gubuku – Lagi cari ide bisnis yang low budget tapi hasilnya lumayan banget buat nambah uang jajan atau tabungan? Coba lirik bisnis ternak burung puyuh! Walaupun bentuknya kecil, jangan sepelekan potensi cuannya. Bisnis ini terkenal punya perputaran modal yang cepat karena burung puyuh sudah bisa mulai bertelur di usia yang sangat muda.
Nggak perlu bingung harus mulai dari mana, yuk intip langkah-langkah praktis budidaya puyuh dari tahap penetasan sampai masa produksi!
1. Tahap Penetasan (Hatching): Kelahiran Cicit-Cicit Cuan Proses awal dimulai dari pemilihan telur tetas yang berkualitas—pastikan fertil dan berasal dari indukan sehat.
-
Gunakan Mesin Tetas: Atur suhu mesin tetas di kisaran 37,5°C – 38°C dengan kelembapan yang pas.
-
Waktu Menetas: Telur puyuh biasanya menetas dalam waktu sekitar 16–18 hari.
-
Perawatan Dini: Begitu menetas, pindahkan anak puyuh (DOQ – Day Old Quail) ke kandang pemeliharaan khusus (brooder) yang dilengkapi lampu penghangat agar mereka tidak kedinginan.
2. Masa Pertumbuhan (Grower): Bikin Puyuh “Glow Up” Sehat Di fase ini, fokus utamanya adalah membentuk struktur tubuh yang kuat dan imun yang tahan banting sebelum mereka masuk masa produktif.
-
Pakan Bernutrisi: Berikan pakan starter dengan kandungan protein tinggi pada minggu-minggu pertama, lalu transisi ke pakan grower.
-
Vaksinasi & Vitamin: Jangan skip jadwal vaksin untuk mencegah penyakit ayam/puyuh yang sering menyerang. Kebersihan alas kandang juga wajib dijaga agar bebas bakteri.
3. Masa Produksi (Layer): Panen Telur Setiap Hari! Masuk usia 40–45 hari, burung puyuh biasanya mulai memasuki fase layer alias masa produksi telur pertama. Di sinilah fase paling ditunggu-tunggu karena kamu bakal panen cuan harian!
Penulis:Bila-SMKN 2 Tebo



