Panduan Perawatan Kuku Babi Dewasa Agar Tidak Infeksi

Ternaktani
Ternaktani
September 30, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Sebagai peternak muda Gen Z yang berbisnis ternak babi, masalah kesehatan yang sering banget terlewat adalah kesehatan kuku. Padahal, kuku yang terlalu panjang, retak, atau kotor bisa jadi awal mula petaka di kandang. Babi yang kepanjangan kuku bakal kesulitan berdiri, malas jalan menuju tempat pakan, hingga memicu luka dan infeksi serius (foot rot atau abses kuku).

Kalu babi udah malas makan karena sakit kaki, bobot badannya bisa merosot drastis dan bikin cuan kamu tergerus! Nah, biar bisnis ternakmu tetap on track, simak panduan praktis merawat kuku babi dewasa berikut ini.

Kenapa Kuku Babi Dewasa Bisa Panjang dan Infeksi?

Di alam liar, kuku babi terkikis secara alami karena sering dipakai berjalan di atas tanah keras atau batuan. Tapi di kandang peternakan modern (terutama lantai semen halus atau alas karet), proses pengikisan alami ini gak terjadi maksimal.

Beberapa faktor penentu kuku babi gampang infeksi:

  1. c

  2. Kuku Retak (Cracked Hooves): Kurangnya asupan nutrisi seperti biotin atau mineral zinc membuat struktur kuku rapuh dan gampang terbelah

Peralatan Wajib Perawatan Kuku

Sebelum mulai eksekusi, siapkan dulu “senjata” yang steril dan tepat:

  • Pemotong Kuku Khusus Ternak (Hoof Trimmer/Nipper): Pilih gunting/tang pemotong kuku berbilah tajam dan berbahan stainless steel.

  • Pisau Kuku (Hoof Knife): Dipakai untuk merapikan bagian telapak kuku yang kasar atau busuk.

  • Cairan Disinfektan / Antiseptik: Betadine (iodin), larutan tembaga sulfat (copper sulfate), atau semprotan luka antiseptik.

  • Tali Pengikat / Crate Restraint: Untuk mengamankan posisi babi agar tidak banyak menendang saat proses perawatan.

Langkah-Langkah Pemotongan & Perawatan Kuku Babi

Proses merawat kuku babi dewasa butuh ketenangan dan kehati-hatian agar babi tidak stres berat.

Baca Juga  Ternak Kijing/Kerang Air Tawar untuk Pembersih Kolam Alami

Step 1: Amankan Babi (Restraint)

Gunakan tali khusus (snare) atau masukkan babi ke dalam kandang jepit (crate) agar pergerakannya terbatas. Usahakan mengondisikan babi dalam posisi tenang, misalnya sambil diberi sedikit pakan kesukaannya.

Step 2: Bersihkan Kuku

Cuci dan sikat kuku babi menggunakan air bersih bertekanan atau larutan antiseptik untuk menghilangkan sisa tanah, kotoran (feces), dan lapisan busuk di selaput kuku.

Step 3: Potong Bagian Kuku yang Panjang

  • Potong bagian ujung kuku luar yang menjulur berlebihan secara perlahan sedikit demi sedikit.

  • Ingat: Jangan memotong terlalu dalam sampai mengenai jaringan hidup (quick/corium) yang berwarna kemerahan. Jika terpotong terlalu dalam, kuku bisa berdarah dan justru memicu infeksi baru.

Step 4: Rapikan Telapak Kuku (Sole)

Gunakan hoof knife untuk meratakan bagian bawah kuku (sole) agar tumpuan berat badan babi terbagi secara seimbang di kedua belah kuku.

Step 5: Semprot Antiseptik

Setelah selesai dipotong dan dirapikan, semprotkan cairan antiseptik atau betadine ke seluruh permukaan kuku dan celah-celah kuku (interdigital space).

Do’s & Don’ts Perawatan Kuku Babi

Do’s (Wajib Dilakukan) Don’ts (Jangan Pernah Dilakukan)
Potong kuku secara berkala setiap 3–6 bulan sekali Jangan memotong kuku sekaligus terlalu pendek hingga berdarah
Jaga kebersihan dan kekeringan lantai kandang Jangan membiarkan babi berdiri di atas lantai semen yang licin/rusak
Beri pakan bernutrisi tinggi (tambahkan Biotin & Zinc) Jangan mengabaikan babi yang mulai berjalan pincang

Tanda-Tanda Kuku Babi Mengalami Infeksi

Kamu harus gerak cepat kalau menemukan gejala-gejala ini pada babi dewasamu:

  • Babi sering bertumpu pada lutut (kneeling) atau enggan berdiri.

  • Kuku terlihat membengkak, kemerahan, dan terasa panas saat dipegang.

  • Keluar cairan nanah atau bau busuk dari celah kuku.

Tips Penanganan: Jika kuku sudah terlanjur berdarah atau terinfeksi parah, bersihkan luka, berikan salep antibiotik atau semprotan kuku (blue spray), dan pisahkan babi ke kandang isolasi yang beralaskan jerami kering sampai pulih.

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *