Trik Budidaya Udang Galah di Kolam Tanah Hasil Maksimal

Ternaktani
Ternaktani
August 31, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – 1. Persiapan Kolam: Jangan Main Langsung Isi Air!

Kunci sukses budidaya di kolam tanah ada pada olah lahannya. Jangan langsung isi air dan tebar benur (benih udang), ya!

  • Pengeringan & Pengapuran: Keringkan kolam tanah sampai retak-retak untuk membunuh bakteri jahat. Taburkan kapur tohor ($50-100\text{ gram/m}^2$) untuk menetralkan pH tanah.

  • Pemupukan: Beri pupuk kandang yang sudah matang. Langkah ini penting banget buat memicu tumbuhnya pakan alami seperti plankton.

  • Pengisian Air: Isi air secara bertahap hingga ketinggian sekitar $80-100\text{ cm}$. Biarkan air mengendap dan berubah warna jadi hijau muda (tanda pakan alami sudah tumbuh) selama 4–7 hari sebelum benih ditebar.

2. Pilih Benur Berkualitas & Jangan Lupakan Acclimatization

Tahap penebaran adalah momen krusial. Udang galah itu gampang stres, jadi perlakuan awal harus benar-benar lembut.

  • Pilih benur berukuran vane (sekitar $3-5\text{ cm}$) yang gerakannya lincah dan warnanya cerah.

  • Aklimatisasi (Adaptasi Suhu): Apabila benur baru sampai, jangan langsung dilepas begitu saja. Apungkan kantong plastik benur di atas permukaan air kolam selama 15–30 menit agar suhunya menyesuaikan. Baru setelah itu buka kantong dan biarkan udang keluar sendiri.

3. Trik Manajemen Pakan agar Udang Cepat Besar

Pakan adalah pengeluaran terbesar, tapi juga penentu seberapa cepat kamu bisa panen.

Jenis Pakan Waktu Pemberian Fungsi & Tips
Pakan Alami Minggu 1–2 Plankton & cacing sutra di kolam tanah menghemat biaya pakan awal.
Pelet Protein Tinggi Minggu 3 hingga Panen Pilih pelet khusus udang dengan kandungan protein $\ge 30\%$.
Jadwal & Porsi 3–4 Kali Sehari Beri pakan lebih banyak pada malam hari karena udang galah aktif mencari makan saat gelap (nocturnal).
Baca Juga  Merawat Kebersihan Ambing Sapi Sebelum dan Sesudah Perah

4. Pasang Shelter (Tempat Sembunyi)

Ini dia trik yang sering dilupakan pemula! Udang galah punya sifat kanibalisme yang tinggi, terutama saat mereka mengalami proses ganti kulit (moulting). Ketika ganti kulit, tubuh udang sangat lunak dan gampang diserang oleh udang lainnya.

Solusinya: Pasang shelter atau perlindungan di dasar kolam. Kamu bisa memakai:

  • Ranting bambu

  • Pelepah kelapa

  • Jaring bekas/waring

Shelter ini bakal jadi “rumah aman” buat udang yang lagi ganti kulit biar nggak dimakan temannya sendiri.

5. Jaga Kualitas Air & Sirkulasi

Meskipun menggunakan kolam tanah, air tidak boleh dibiarkan membusuk.

  • Sirkulasi: Usahakan ada air masuk dan keluar secara berkala untuk menjaga suplai oksigen.

  • Kecerahan Air: Jika air terlalu pekat/hijau tua, lakukan pergantian air sekitar 20–30% dari volume kolam.

  • Kandungan Oksigen: Jika memungkinkan, pasang kincir air atau aerator sederhana, terutama kalau kamu menebar benih dalam jumlah padat.

Momen Panen: Waktunya Petik Cuan!

Udang galah biasanya bisa dipanen setelah masa pemeliharaan 3 sampai 5 bulan, tergantung ukuran yang diinginkan pasar (biasanya isi 15–25 ekor per kg).

Gunakan sistem panen selektif (jaring udang yang sudah masuk ukuran pasar) atau panen total dengan cara menyurutkan air kolam secara perlahan di pagi atau malam hari agar udang tidak stres.

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *