Ternak Kijing/Kerang Air Tawar untuk Pembersih Kolam Alami

Ternaktani
Ternaktani
September 2, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Punya kolam ikan di rumah tapi sering pusing karena airnya gampang keruh, hijau, atau berlumut? Biasanya solusi instan orang-orang adalah pasang filter kimia mahal atau rajin kuras air sampai pinggang pegal. Padahal, ada cara yang jauh lebih eco-friendly, hemat modal, dan estetik: memanfaatkan kijing atau kerang air tawar.

Kijing bukan sekadar biota air biasa. Kerang kerang ini bekerja bak filFilter biologis hidup yang mampu menyaring kotoran mikro, alga, hingga sisa pakan mengapung di dalam air.

Yuk, simak panduan lengkap cara memelihara dan membiakkan kijing air tawar sebagai pembersih kolam alami!

Kenapa Kijing Cocok Jadi Pembersih Kolam Alami?

Sebelum masuk ke teknisnya, ini dia sederet alasan kenapa Gen Z wajib coba metode ini buat kolam ikannya:

  • Bio-Filter Alami: Kijing menyedot air keruh, menyaring alga serta partikel organik untuk dimakan, lalu mengeluarkan air yang jauh lebih jernih.

  • Mengurangi Amonia: Mencegah penumpukan racun amonia dari sisa pakan ikan yang membusuk di dasar kolam.

  • Zero Cost Operational: Gak butuh listrik tambahan seperti filter mekanis pada umumnya.

  • Potensi Cuan: Kalau kijing membiak banyak, kamu bisa menjualnya kembali ke sesama pecinta ikan hias atau peternak!

4 Langkah Ternak & Pemeliharaan Kijing Air Tawar

Memelihara kijing itu tergolong low maintenance. Kamu cuma perlu memperhatikan beberapa poin dasar berikut:

1. Persiapan Dasar Kolam (Substrat)

Kijing adalah hewan yang suka membenamkan diri (burrowing).

  • Lapisi dasar kolam dengan substrat pasir halus, lumpur bersih, atau kerikil halus tebal $5\text{–}10\text{ cm}$.

  • Substrat ini penting agar kijing bisa berdiri tegak dan merasa nyaman tanpa stres.

2. Kualitas & Kepadatan Air

Meskipun bertugas membersihkan air keruh, kijing tetap butuh kondisi lingkungan yang stabil:

  • Suhu Ideal: Jaga suhu air di kisaran $22\text{–}28^\circ\text{C}$.

  • Kepadatan: Tebar sekitar $5\text{–}10\text{ ekor}$ kijing per meter persegi permukaan kolam. Jangan terlalu padat agar tidak berebut makanan mikro.

Baca Juga  Belajar Peternakan Sapi dari Nol untuk Pemula

3. Manajemen Pakan

Kijing adalah filter feeder (pemakan dengan cara menyaring air).

  • Di dalam kolam yang sudah berisi ikan, kijing tidak perlu diberi pakan khusus karena sudah memakan alga fitoplankton dan sisa pakan mikro.

  • Jika ditempatkan di kolam khusus pembiakan, berikan air hijau (green water) yang kaya alga atau ragi yang dilarutkan secara berkala.

4. Kombinasi dengan Ikan (Penting untuk Pembiakan!)

Tahukah kamu kalau larva kijing (glochidia) membutuhkan inang sementara?

  • Larva kijing akan menempel sementara di insang atau sirip ikan (seperti ikan nila, gurame, atau koi) tanpa merugikan ikan secara signifikan.

  • Setelah tumbuh jadi kerang muda, mereka akan lepas dari tubuh ikan dan jatuh ke dasar kolam untuk hidup mandiri.

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *