Cara Menjaga Alkalinitas dan Kesadahan Air pada Tambak Udang

Ternaktani
Ternaktani
September 2, 2026 2 Min Read 0

Gubuku – Di dunia budidaya udang (terutama udang vaname), kualitas air adalah kunci utama penentu keberhasilan panen. Dua parameter kimia yang sering kali bikin peternak pemula kebingungan tapi dampaknya fatal banget adalah alkalinitas dan kesadahan (hardness).

Kalau dua hal ini gak stabil, udang bisa mengalami gagal molting (ganti kulit), stres berat, sampai kematian massal. Tapi tenang aja, menjaga kualitas air gak sekeruh yang kamu bayangkan kok!

Yuk, pahami cara menjaga alkalinitas dan kesadahan air tambak udang secara simpel dan praktis di bawah ini!

Bedanya Alkalinitas dan Kesadahan (Biar Gak Tertukar!)

Sebelum masuk ke teknis penanganannya, yuk bedakan dulu fungsi keduanya:

  • Alkalinitas: Penyangga (buffer) pH air. Makin stabil alkalinitas, pH air gak bakal naik-turun secara drastis (pH shock) saat terjadi perubahan cuaca atau aktivitas alga.

  • Kesadahan (Hardness): Kandungan mineral penting di dalam air, terutama ion Kalsium ($Ca^{2+}$) dan Magnesium ($Mg^{2+}$). Mineral ini wajib ada buat membentuk cangkang baru udang yang keras setelah proses molting.

Berapa Angka Idealnya?

Untuk pembesaran udang vaname yang optimal, targetkan nilai parameter air berada di kisaran standar berikut:

Parameter Air Kisaran Ideal Fungsi Utama
Alkalinitas $120\text{–}150\text{ ppm}$ Menjaga stabilitas pH dari lonjakan drastis
Kalsium ($Ca$) $> 100\text{ ppm}$ Pembentukan dan pengerasan cangkang udang
Magnesium ($Mg$) $> 300\text{ ppm}$ Membantu metabolisme dan proses ganti kulit

4 Cara Efektif Menjaga Alkalinitas & Kesadahan Air Tambak

Agar kondisi air tambak kamu tetap konsisten dan bikin udang nyaman tumbuh, lakukan langkah-langkah perawatan rutin ini:

1. Pengapuran Berkalibrasi (Pengaplikasian NaHCO3 & Kapur)

  • Untuk Menaikkan Alkalinitas: Gunakan Sodium Bikarbonat / Soda Kue ($\text{NaHCO}_3$) secara bertahap pada malam hari agar tidak mengganggu pH harian.

  • Untuk Menjaga Kesadahan: Aplikasikan Kapur Kalsit ($\text{CaCO}_3$) atau Dolomit ($\text{CaMg(CO}_3)_2$). Dolomit sangat bagus karena sekaligus menyuplai Kalsium dan Magnesium secara bersamaan.

Baca Juga  Panduan Merawat Induk Kalkun Hamil dan Persiapan Bertelur

2. Rutin Cek Parameter Air (Minimal 2–3 Hari Sekali)

Jangan menunggu udang bermasalah baru kamu mengecek air. Gunakan titration kit atau alat uji kimia air sederhana untuk memantau kadar alkalinitas dan kesadahan secara konsisten. Kalau angka mulai meluncur di bawah $100\text{ ppm}$, langsung lakukan tindakan pengapuran susulan.

3. Jaga Keseimbangan Mineral Saat Masa Molting

Saat fase bulan purnama atau bulan baru, udang biasanya akan melakukan molting secara masal. Di fase ini, udang menyerap Kalsium dan Magnesium dalam jumlah besar dari air.

  • Trik Khusus: Tambahkan suplemen mineral tambak (minerals mix) beberapa hari sebelum perkiraan jadwal molting massal agar stok mineral di air tidak habis terkuras.

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *