Gubuku – Lagi pusing mikirin biaya pakan ternak yang makin melonjak atau bingung nyari rumput segar pas musim kemarau? Buat kamu peternak muda Gen Z yang mau kerja lebih cerdas (work smarter, not harder), teknologi silase jagung (corn silage) adalah kunci utamanya!
Silase jagung adalah pakan awetan hijau yang dibuat lewat proses fermentasi anaerobik (tanpa udara). Selain bisa disimpan berbulan-bulan tanpa merusak kandungan gizi, silase jagung punya karbohidrat dan energi yang tinggi banget buat bikin sapi, kambing, atau domba cepat gemuk.
Yuk, bedah panduan lengkap cara memproduksi silase jagung kualitas super yang awet, harum, dan disukai ternak!
Kenapa Harus Silase Jagung?
Sebelum masuk ke teknis pembuatan, ini alasan kenapa silase jagung jadi ‘gold standard’ pakan ternak modern:
-
Nutrisi Super Lengkap: Menggunakan seluruh bagian tanaman jagung (batang, daun, hingga tongkol jagungnya), sehingga kaya serat sekaligus energi.
-
Hemat Waktu & Tenaga: Kamu gak perlu ngarit tiap hari! Bikin sekali dalam jumlah besar, pakan siap dipakai untuk berbulan-bulan.
-
Meningkatkan Produksi Daging/Susu: Makanan hasil fermentasi lebih gampang dicerna usus ternak, bikin penyerapan nutrisi makin maksimal.
4 Langkah Memproduksi Silase Jagung Kualitas Super
1. Waktu Panen Ideal (Fase Matang Susu / Roti)
Jangan asal tebang! Kualitas silase sangat ditentukan oleh kadar air saat tanaman dipanen:
-
Panen tanaman jagung pada umur $75\text{–}85\text{ hari}$ (saat biji jagung masuk fase matang susu menuju matang roti).
-
Indikatornya: Biji jagung sudah terbentuk sempurna dan bertekstur seperti soft dough, sementara daun bagian bawah mulai menguning sedikit. Kadar air ideal ada di kisaran $60\%\text{–}70\%$.
2. Pencacahan (Chopping) Ukuran Presisi
Potong seluruh tanaman jagung (batang, daun, tongkol) menggunakan mesin choper:
-
Ukuran cacahan ideal adalah $1\text{–}3\text{ cm}$.
-
Ukuran yang terlalu besar bakal menyisakan rongga udara di dalam tempat penyimpanan, sedangkan ukuran terlalu halus bisa bikin tekstur becek.
3. Penambahan Inokulan / Bioaktivator (Opsional tapi Disarankan)
Untuk memastikan fermentasi berjalan sempurna dan mencegah jamur:
-
Taburkan starter fermentasi (seperti bakteri asam laktat / EM4 / molase/tetes tebu) secara merata pada cacahan jagung.
-
Larutkan molase dengan sedikit air, lalu semprotkan tipis-tipis sambil cacahan diaduk rata.
4. Pemadatan & Penutupan Kedap Udara (Proses Ensilage)
Ini adalah kunci paling krusial! Fermentasi silase wajib bebas dari oksigen (anaerob):
-
Masukkan cacahan jagung ke dalam kantong plastik silase tebal (silo bag), drum plastik, atau bunker beton.
-
Padatkan sepadat-padatnya! Injak-injak atau tekan setiap memasukkan lapisan setebal $15\text{–}20\text{ cm}$ agar tidak ada udara yang tersisa di sela-sela cacahan.
-
Ikat atau tutup wadah hingga benar-benar kedap udara. Simpan di tempat yang teduh dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung selama $21\text{ hari}$.
penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo


