Gubuku – Biaya pakan yang membengkak sering kali jadi momok menakutkan buat peternak, baik yang memelihara unggas, kambing, domba, maupun sapi. Biaya pakan konsentrat pabrikan bisa memakan hingga $70\%$ dari total operasional bisnis. Kalau gak pinter carikan alternatif pakan murah, margins keuntungan kamu bakal makin tipis!
Nah, buat kamu peternak Gen Z yang mau berbisnis secara smart dan efisien, ada satu pakan alternatif sumber karbohidrat tinggi yang harganya super miring: roti afkir alias roti kadaluarsa dari pabrik atau toko roti.
Daripada roti afkir dibuang dan mencemari lingkungan, kamu bisa mengolahnya jadi pakan ternak berkualitas tinggi pengganti jagung atau dedak. Yuk, bedah cara pengolahannya agar aman dan bebas jamur di bawah ini!
Kenapa Roti Afkir Bagus Buat Pakan Ternak?
Roti yang sudah melewati masa simpan (expired) sebenarnya masih menyimpan nutrisi makro yang sangat melimpah untuk hewan ternak:
-
Tinggi Karbohidrat & Energi: Roti terbuat dari gandum/terigu dan gula yang diolah, sehingga menjadi sumber energi cepat pas untuk penggemukan (fattening).
-
Mengandung Lemak & Protein: Bahan pendukung roti seperti susu, telur, dan mentega memberikan asupan lemak serta protein tambahan.
-
Harga Sangat Terjangkau: Dibandingkan jagung giling atau katul halus, harga borongan limbah roti afkir jauh lebih murah.
Syarat Roti Afkir yang Layak Pakai
Sebelum diolah, kamu wajib melakukan pemilahan (sorting) awal agar kesehatan pencernaan ternak tetap terjaga:
-
Lepaskan dari Plastik Kemasan: Pastikan tidak ada sisa pembungkus plastik yang ikut termakan oleh ternak.
-
Bebas Jamur Beracun (Aflatoksin): Roti yang berjamur tipis masih bisa diolah, tapi jika roti sudah dipenuhi jamur hitam pekat, berbau sangat menyengat, atau membusuk becek, sebaiknya dibuang karena mengandung toksin berbahaya.
3 Metode Mengolah Roti Afkir Menjadi Pakan Ternak
1. Metode Pengeringan & Penepungan (Tepung Roti Afkir)
Metode ini cocok buat kamu yang mau simpan pakan dalam jangka waktu panjang (hingga berbulan-bulan).
-
Pencacahan: Potong atau remukkan roti afkir menjadi potongan-potongan kecil.
-
Pengeringan: Jemur roti di bawah terik matahari selama $1\text{–}2\text{ hari}$ atau gunakan oven pemanas hingga roti benar-benar garing dan renyah.
-
Penepungan: Giling roti kering menggunakan mesin penepung (grinder) atau hancurkan manual hingga berbentuk butiran halus.
-
Penyimpanan: Masukkan tepung roti ke dalam karung atau drum plastik kedap udara. Tepung ini siap dicampur dengan bahan pakan lain seperti dedak dan hijauan.
2. Metode Fermentasi (Roti Fermentasi Basah)
Metode fermentasi sangat dianjurkan kalau kamu mendapatkan limbah roti dalam kondisi sedikit lembap atau jumlahnya sangat banyak sekaligus.
-
Pencampuran: Campur potongan roti afkir dengan sedikit bekatul/dedak halus untuk menyerap kelembapan.
-
Penambahan Starter: Larutkan cairan bioaktivator (seperti EM4 Peternakan) dan sedikit molase/gula merah ke dalam air, lalu semprotkan tipis-tipis ke adonan roti.
-
Pengeraman (Anaerob): Masukkan adonan ke dalam drum plastik, padatkan agar tidak ada udara tersisa, lalu tutup rapat selama $3\text{–}5\text{ hari}$.
-
Hasil: Fermentasi mematikan jamur jahat, menaikkan tingkat kecernaan, dan menghasilkan pakan beraroma harum manis khas tape yang sangat disukai ternak.


