Gubuku – Lagi cari alternatif pakan ternak yang bernutrisi tinggi, gak bikin tekor, tapi gampang ditanam di lahan terbatas? Rumput zanzibar (Setaria barbata) adalah jawabannya!
Di dunia peternakan modern, rumput hijau ini lagi hits banget karena tekstur daagnya yang renyah, batangnya tidak keras, dan kandungan proteinnya super oke buat mempercepat pertumbuhan ternak seperti kelinci dan kambing. Buat kamu Gen Z yang lagi merintis bisnis peternakan atau sekadar mau bikin pasokan pakan mandiri yang hemat biaya, tanaman ini wajib masuk daftar!
Yuk, bedah panduan lengkap cara menanam dan merawat rumput zanzibar dari nol berikut ini!
Kenapa Rumput Zanzibar Cocok buat Kelinci & Kambing?
Sebelum masuk ke teknis menanam, kamu harus tahu dulu kenapa jenis rumput ini jadi favorit para peternak milenial:
-
Kandungan Protein Tinggi: Punya kadar protein kasar (Crude Protein) sekitar $14\%\text{–}18\%$, jauh lebih tinggi dibanding rumput lapangan biasa.
-
Tekstur Lembut & Halus: Batangnya lentur dan daunnya tidak berbulu gatal, jadi sangat disukai kelinci yang pencernaannya sensitif maupun kambing/domba.
-
Pertumbuhan Super Cepat: Setelah panen pertama, rumput ini bisa dipangkas kembali setiap $30\text{–}40$ hari sekali!
-
Hemat Lahan: Tumbuh merumpun dan lebat, cocok buat kamu yang punya lahan terbatas di pekarangan rumah.
4 Langkah Mudah Budidaya Rumput Zanzibar untuk Pemula
1. Penyiapan Bibit (Teknik Stek / Sobekan Rumpun)
Cara paling praktis menanam rumput zanzibar adalah menggunakan sobekan rumpun (tali) atau stek batang.
-
Pilih batang dari induk yang sudah tua dan sehat.
-
Potong batang sepanjang $15\text{–}20\text{ cm}$ (pastikan ada $2\text{–}3$ buku/mata tunas).
-
Jika menggunakan sobekan rumpun, pisahkan rumpun beserta sedikit akarnya agar cepat beradaptasi.
2. Pengolahan Lahan & Penanaman
Rumput zanzibar bisa tumbuh subur di tanah pekarangan maupun di dalam bedengan.
-
Gemburkan tanah dan campurkan pupuk kandang/kompos sebagai pupuk dasar.
-
Buat jarak tanam sekitar $40\times 50\text{ cm}$ agar rumpun bisa berkembang lebar dan tidak berebut nutrisi.
-
Tancapkan bibit stek dengan posisi agak miring ($45^\circ$) dan benamkan $1\text{–}2$ mata tunas ke dalam tanah.
3. Perawatan Harian yang Simpel
-
Penyiraman: Siram $1\text{–}2$ kali sehari di awal penanaman (minggu ke-1 hingga ke-2) sampai akar dan tunas baru muncul.
-
Pemupukan Susulan: Berikan pupuk organik cair (POC) atau sedikit pupuk urea setelah pemanenan agar tunas baru tumbuh kembali secara melimpah.
-
Penyiangan: Bersihkan gulma di sekitar tanaman agar nutrisi tanah terserap maksimal oleh rumput zanzibar.
4. Teknik Pemanenan yang Benar
-
Panen Pertama: Bisa dilakukan saat tanaman berumur $60\text{–}70$ hari setelah tanam.
-
Panen Selanjutnya: Bisa rutin dilakukan setiap $30\text{–}40$ hari sekali.
-
Cara Potong: Potong rumput sejajar dengan tanah (tersisa sekitar $5\text{ cm}$) menggunakan sabit tajam agar tunas baru bisa tumbuh lebih banyak dan lebat.
Tips Pemberian Pakan ke Kelinci & Kambing
Penting! Jangan langsung memberikan rumput zanzibar yang baru dipotong segar ke kelinci atau kambing. Layukan terlebih dahulu (angin-anginkan selama $3\text{–}5$ jam) untuk mengurangi kadar air dan mencegah penyakit kembung (bloat) pada pencernaan ternak.
penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo


