Pemasangan Generator / Genset Otomatis Otomatisasi Kandang

Ternaktani
Ternaktani
September 10, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Buat kamu para peternak Gen Z yang kelola kandang modern (close house atau sistem ternak terintegrasi), listrik padam itu bukan sekadar gangguan kecil, tapi bencana skala besar. Blower mati beberapa menit aja bisa bikin suhu kandang meroket, sirkulasi udara mandek, dan berujung pada kematian massal ternak. Nightmare banget, kan?

Makanya, ngandalin genset manual yang perlu ditarik atau dikontak manual pas listrik PLN mati itu udah gak zaman dan riskan banget. Solusi paling cerdas adalah pasang Genset Otomatis pakai sistem ATS (Automatic Transfer Switch).

Biar kandang kamu tetap aman tanpa perlu panik lari-lari pas mati lampu, yuk kepoin panduan lengkap pemasangannya di bawah ini!

Apa Sih Sistem Otomatisasi Genset (ATS) Itu?

Bayangin ATS (Automatic Transfer Switch) itu kaya “pilot otomatis” buat kelistrikan kandang kamu.

Waktu listrik PLN mendadak mati, panel ATS bakal mendeteksi hilangnya arus dalam hitungan detik. Alat ini bakal langsung mengirim sinyal ke genset untuk menyala (auto-start), lalu memindahkan jalur listrik dari PLN ke genset secara otomatis. Begitu listrik PLN nyala lagi, ATS bakal balikin jalurnya ke PLN dan mematikan genset secara mandiri. No human error!

Alat & Komponen yang Wajib Disiapkan

Sebelum mulai merakit atau minta bantuan teknisi, pastikan kamu paham komponen utamanya:

  • Genset dengan Fitur Auto-Start: Pastikan genset kamu sudah mendukung starter elektrik (bukan engkol/tarik) dan memiliki modul remote start.

  • Panel ATS (Automatic Transfer Switch): Otak dari sistem switching otomatis.

  • Charger Baterai/Aki Automatic: Jaga agar aki genset selalu terisi penuh saat mode standby.

  • Kabel Power Heavy Duty: Sesuaikan ukuran kabel dengan total daya (watt) seluruh peralatan kandang (kipas blower, heater, feeder, dll.).

  • Modul AMF (Auto Mains Failure): Komponen opsional untuk mengatur penundaan waktu (delay) penyalaan genset agar mesin tidak kaget.

Baca Juga  Analisa Modal Ternak Puyuh 500 Ekor Keuntungan Bulanan

Step-by-Step Panduan Pemasangan Genset Otomatis Kandang

Biar pemasangan berjalan aman dan presisi, ikuti alur kerja berikut ini:

Step 1: Hitung Beban Daya Kandang (Load Capacity)

Jangan sampai daya genset lebih kecil dari kebutuhan kandang! Hitung total watt seluruh alat yang beroperasi bersamaan (terutama tarikan awal/ starting surge dari kipas blower yang biasanya kali lipat daya normal).

  • Rule of thumb: Pilih kapasitas kVA genset minimal 20–30% lebih besar dari total beban puncak kandang.

Step 2: Penempatan Genset & Panel yang Tepat

  • Letakkan genset di ruangan khusus yang memiliki sirkulasi udara/ventilasi baik dan terhindar dari air hujan.

  • Jauhkan posisi genset dari area inti ternak untuk mengurangi polusi suara (noise) dan gas buang beracun.

  • Pasang panel ATS di dekat panel distribusi utama kandang.

Step 3: Pengkabelan Sisi Input (PLN & Genset)

  1. Sambungkan jalur output utama dari meteran PLN ke terminal Input PLN di dalam panel ATS.

  2. Sambungkan jalur output daya dari Genset ke terminal Input Genset/Generator di panel ATS.

  3. Penting: Pastikan sistem grounding (pembumian) terpasang dengan benar pada genset dan panel untuk mencegah korsleting akibat lonjakan arus.

Step 4: Pengkabelan Sisi Output & Sinyal Kontrol

  1. Sambungkan terminal Output ATS ke panel distribusi utama kandang (jalur yang memberi listrik ke blower, lampu, dan pengumpan otomatis).

  2. Hubungkan kabel sinyal kontrol (dry contact) dari modul ATS/AMF ke terminal remote start pada genset.

Step 5: Uji Coba Simulasi Pemadaman (Testing)

  1. Pastikan aki genset terhubung dan modul trickle charger bekerja.

  2. Atur switch panel ATS ke mode AUTO.

  3. Matikan sakelar utama (MCB) PLN untuk mensimulasikan kondisi listrik padam.

  4. Cek respons: Genset harus menyala secara otomatis dalam waktu detik, dan aliran listrik ke kandang kembali normal.

  5. Nyalakan kembali MCB PLN, lalu amati apakah ATS memindahkan jalur kembali ke PLN dan genset memasuki fase cooling down sebelum mati otomatis.

Baca Juga  Cara Mengatasi Kanibalisme pada Unggas Akibat Kurang Nutrisi

penulis:widia dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *