Gubuku – Pernah nggak sih, lagi semangat-semangatnya terjun ke dunia aquaculture (budi daya ikan, red), eh tiba-tiba mendadak sedih karena ikan di kolam pada teler, lemes, atau bahkan mangap-mangap di permukaan air? Duh, instant anxiety banget, kan?
Bisa jadi, pelakunya adalah “The Silent Killer” alias amonia tinggi! Buat lo para young fish_farmer atau pebisnis kolam pemula, masalah satu ini nggak boleh di-skip. Kalau dibiarin, bukannya cuan malah boncos total.
Mau tahu cara atasinya dengan gaya bahasa yang anti-ribet? Let’s go, scroll down!
Sebenarnya, Apa Sih yang Bikin Amonia di Kolam Bisa Meroket? 📈
Sebelum masuk kesolusi, kita harus kenal dulu “musuh” kita. Amonia ($NH_3$) di dalam kolam budi daya itu pada dasarnya berasal dari:
-
Sisa Pakan yang Mangkrak: Pakan pelet yang nggak habis dimakan ikan akhirnya mengendap di dasar kolam, membusuk, dan berubah jadi racun.
-
Kotoran Ikan (Feses & Urine): Namanya juga makhluk hidup, metabolisme protein dari makanan yang dikonsumsi pasti dibuang lewat kotoran dan bukaan insang.
Kalau sirkulasi air jelek dan filter kolam ‘menyerah’, kadar amonia bakal naik drastis. Akibatnya? Ikan mengalami keracunan, stres, gampang kena penyakit, sampai akhirnya game over.
🛑 4 Cara Mengatasi Ancaman Amonia Tinggi pada Kolam Budi Daya (Paling Ampuh & Sat-Set!)
Nggak usah panik berlebihan, masalah ini bisa di-handle pakai beberapa langkah taktis berikut:
1. Gercep Lakukan Pergantian Air Parsial (Water Change)
Cara paling klasik tapi manjur banget buat nurunin konsentrasi racun secara instan.
-
Caranya: Buang sekitar 20% sampai 30% air lama di kolam lo, lalu ganti dengan air baru yang sudah di-endapkan atau bebas klorin.
-
Vibes-nya: Kayak kita ganti udara pengap di kamar dengan buka jendela lebar-lebar. Ikan bakal langsung ngerasa lebih segar dan bisa bernapas lega!
2. Terapkan Manajemen Pakan yang “Mindful”
Jangan karena sayang ikan, lo jadi jor-joran ngasih makan sampai berlebihan (overfeeding). Ingat, sisa pakan itu sumber utama amonia!
-
Solusinya: Kasih pakan secukupnya dengan takaran yang pas (metode satiation atau habis dalam beberapa menit). Kurangi porsi makan saat kualitas air kolam mulai menunjukkan tanda-tanda “red flag”.
3. Aktifkan Pasukan Baik: Bakteri Probiotik & Nitrifikasi
Jangan cuma ngandelin bahan kimia instan, lo bisa pakai cara biologis yang lebih eco-friendly.
-
Solusinya: Masukkan suplemen atau probiotik khusus perikanan yang mengandung bakteri pengurai (seperti kelompok bakteri nitrifikasi Nitrosomonas dan Nitrobacter).
-
Bakteri baik ini bakal “kerja bakti” mengubah amonia yang beracun jadi nitrit, lalu jadi nitrat yang jauh lebih aman buat ekosistem kolam.
4. Maksimalkan Aerasi (Oksigen Terlarut)
Amonia dalam bentuk gas bisa ditekan pelepasannya kalau sirkulasi oksigen di kolam lo lancar.
-
Solusinya: Tambah titik aerasi, nyalakan water pump, atau buat air mancur mini di kolam. Semakin tinggi oksigen terlarut (DO), semakin bantu proses difusi gas amonia keluar dari air kolam.
Penulis:Bila-SMKN 2 Tebo



