Panduan Pemotongan Taring Anak Babi (Needle Teeth Clipping)

Ternaktani
Ternaktani
September 30, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Buat kamu peternak muda Gen Z, ngeliat anak babi (piglet) baru lahir emang bikin gemes banget. Tapi tahu gak sih? Begitu lahir, piglet udah dibekali 8 buah gigi taring tajam (4 di atas, 4 di bawah) yang sering disebut needle teeth atau gigi jarum.

Meskipun ukurannya kecil, gigi-gigi tajam ini bisa jadi masalah besar di kandang kalau dibiarkan begitu saja. Nah, biar proses menyusu lancar dan gak ada trauma antarsaudara, yuk simak panduan lengkap needle teeth clipping alias pemotongan taring anak babi berikut ini!

Kenapa Taring Anak Babi Wajib Dipotong?

Pemotongan taring bukan sekadar formalitas, tapi ada alasan keamanan dan kesejahteraan ternak (animal welfare) di baliknya:

  1. Mencegah Luka pada Puting Indukan: Pas piglet berebutan puting susu, taring yang tajam bisa menggigit dan melukai puting induknya. Kalau puting luka atau infeksi (mastitis), induk bakal kesakitan dan ogah menyusui lagi.

  2. Menghindari Perkelahian Antar-Piglet: Anak babi suka berebutan posisi puting favorit. Taring yang tajam bisa bikin muka dan telinga saudaranya luka-luka gatal yang rentan kena infeksi bakteri.

  3. Menjaga Asupan Nutrisi Tetap Stabil: Kalau induk gak mau menyusui gara-gara sakit, piglet bakal kekurangan kolostrum dan ASI, yang berujung pada pertumbuhan terhambat atau bahkan kematian.

Peralatan yang Wajib Disiapkan

Sebelum eksekusi, pastikan alat-alat kamu udah siap dan higienis ya!

  • Tang Potong Gigi Khusus (Side-cutter / Tooth Clipper): Gunakan tang yang tajam dan khusus untuk pemotong gigi ternak. Jangan pakai tang potong kawat biasa!

  • Cairan Disinfektan / Alkohol 70%: Buat mensterilkan alat sebelum dan sesudah dipakai per ekor.

  • Kain Bersih & Lampu Penerang: Biar pegangan mantap dan pandangan ke dalam mulut piglet makin jelas.

Baca Juga  Trik Pemasaran Maggot BSF Kering ke Pasar Ekspor

Waktu Terbaik untuk Melakukan Clipping

Waktu paling ideal buat memotong taring adalah 12 hingga 24 jam setelah lahir, atau setidaknya setelah semua piglet berhasil mendapatkan cairan kolostrum pertama dari induknya.

Penting: Jangan potong taring saat anak babi baru banget keluar dari kandungan atau belum dapat kolostrum, karena mereka butuh energi penuh buat menyesuaikan diri dulu!

Langkah-Langkah Pemotongan Taring yang Benar (Step-by-Step)

Biar gak bikin anak babi trauma atau cedera gusi, ikuti SOP simpel ini:

Step 1: Sterilisasi Alat

Celupkan atau semprot ujung tooth clipper menggunakan alkohol atau cairan disinfektan. Langkah ini wajib dilakukan untuk mencegah penularan kuman antar-anak babi.

Step 2: Pegang Piglet dengan Aman (Restraint)

  • Pegang anak babi menggunakan satu tangan.

  • Tempatkan telunjuk dan ibu jari kamu di sudut mulut piglet (di belakang gigi taring), lalu tekan perlahan ke arah dalam biar mulutnya terbuka lebar.

  • Pastikan lidah anak babi terdorong ke belakang agar tidak tidak sengaja terpotong.

Step 3: Potong Taring dengan Hati-Hati

  • Posisi pส sisi tang harus sejajar dengan garis gusi.

  • Potong hanya Setengah hingga Dua Per Tiga () dari panjang taring.

  • JANGAN memotong terlalu mepet sampai kena akar gusi karena bisa memicu pendarahan, infeksi, dan rasa sakit luar biasa.

  • Pastikan hasil potongan rata dan tidak meninggalkan sisa pecahan gigi yang runcing.

Step 4: Cek Ulang & Kembalikan ke Induk

Usap lembut area mulut untuk memastikan tidak ada bagian yang tajam tersisa. Setelah selesai, langsung kembalikan piglet ke dekat induknya biar mereka bisa menyusu kembali dengan tenang.

Do’s & Don’ts Pemotongan Taring

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *