Gubuku – Buat kamu Gen Z yang lagi mendalami dunia equestrian, berkuda, atau sekadar penasaran sama perawatan hewan besar satu ini, ada satu istilah keren yang wajib kamu tahu: Farrier.
Farrier adalah sebutan untuk profesional yang ahli dalam merawat, memotong, dan memasang tapak/sepatu kuda (horseshoeing). Di dunia berkuda, ada pepatah terkenal: “No hoof, no horse”—kalau kukunya bermasalah, kudanya gak bakal bisa jalan apalagi lari kencang.
Kenapa kuku kuda harus dirawat dan dikasih sepatu? Kuku kuda itu terus tumbuh mirip seperti kuku manusia. Bedanya, kuku kuda menopang beban tubuh ratusan kilogram. Tanpa perawatan rutin, kuku bisa retak, terinfeksi, atau bikin struktur kaki kuda rusak. Yuk, bahas langkah-langkah merawat kuku dan proses pemasangan sepatu kuda secara lengkap!
Kenapa Kuda Butuh Sepatu Kuda (Horseshoe)?
Sebelum masuk ke teknis, kamu mungkin mikir: “Kuda liar di alam bebas kok gak pakai sepatu?”
Jawabannya simpel:
-
Medan Jalan: Kuda peliharaan sering berjalan di atas permukaan keras seperti aspal, semen, atau tanah berbatu. Ini bikin kuku aus jauh lebih cepat dibanding pertumbuhan alaminya.
-
Perlindungan Extra: Sepatu kuda berfungsi melindungi bagian luar kuku dari aus berlebih, keretakan, dan cedera akibat tumpuan beban kerja (seperti melompat atau balapan).
-
Koreksi Postur: Sepatu khusus bisa membantu memperbaiki kelainan cara berjalan (gait) atau membantu pemulihan cedera kaki kuda.
Rutinitas Harian Merawat Kuku Kuda
Perawatan harian gak harus selalu panggil farrier. Sebagai pemilik atau penunggang kuda, kamu wajib melakukan daily maintenance berikut:
1. Membersihkan Kuku (Hoof Pick)
-
Gunakan alat bernama hoof pick setiap kali sebelum dan sesudah kuda diajak beraktivitas.
-
Congkel kotoran, kerikil, lumpur, atau kotoran yang terselip di area frog (bagian berbentuk “V” di telapak kuku).
-
Catatan: Area frog sangat sensitif terhadap bakteri. Kalau dibiarkan kotor dan lembap, kuda bisa kena infeksi thrush (kuku berbau busuk dan busuk hitam).
2. Cek Kelembapan Kuku
-
Kuku yang terlalu kering gampang retak, sedangkan kuku yang terlalu basah/lembek gampang kena jamur.
-
Oleskan hoof dressing atau hoof oil secara berkala untuk menjaga kelembapan alami kuku.
Tahapan Pemasangan Sepatu Kuda oleh Farrier Professional
Proses pemotongan kuku (trimming) dan pemasangan sepatu idealnya dilakukan rutin setiap 4–6 minggu sekali. Ini dia urutan kerjanya:
[1. Pelepasan Sepatu Lama] âž” [2. Trimming & Pembersihan] âž” [3. Shaping Sepatu Baru] âž” [4. Pemasangan Paku] âž” [5. Finishing]
Langkah 1: Pelepasan Sepatu Lama (Pulling the Shoe)
-
Farrier menggunakan tang khusus (pincer/puller) untuk melepaskan paku-paku lama dan mengait sepatu besi lama dari telapak kuku.
-
Proses ini dilakukan secara perlahan agar dinding kuku tidak robek.
Langkah 2: Pemotongan & Perataan (Trimming & Rasping)
-
Bagian kuku yang tumbuh memanjang dipotong menggunakan alat pemotong kuku (hoof nipper).
-
Farrier kemudian meratakan telapak kuku menggunakan kikir khusus (hoof rasp). Sudut dan kedataran kuku harus pas 100% agar tumpuan berat badan kuda seimbang.
Langkah 3: Pembentukan Sepatu (Shoe Shaping)
Ada dua metode pembentukan sepatu besi:
-
Cold Shoeing: Sepatu besi dibentuk dingin menggunakan palu dan landasan (anvil) disesuaikan dengan lekuk kuku kuda.
-
Hot Shoeing: Sepatu besi dipanaskan di tungku (forge) sampai membara, lalu ditempelkan sebentar ke kuku untuk memastikan dudukan sepatu benar-benar rata dan pas. tenang aja, bagian kuku luar kuda tidak memiliki saraf, jadi kuda gak merasa sakit!
Langkah 4: Pemasangan Paku (Nailing)
-
Sepatu dipasang ke kuku menggunakan paku khusus kuku kuda (hoof nails).
-
Paku ditancapkan melintasi dinding luar kuku yang tebal dan mati (tidak bersaraf), lalu keluar di dinding kuku samping.
Langkah 5: Penyelesaian (Clinching & Finishing)
-
Ujung paku yang menembus keluar akan dipotong dan ditekuk (clinch) agar menyatu erat dengan dinding kuku.
-
Farrier mengikir halus sisa-sisa bagian paku dan kuku agar tampilannya rapi, tidak ada bagian tajam, dan sepatu terpasang kokoh.


