Gubuku –

Limbah akar kayu yang kerap dianggap sebagai sisa tebangan tak bernilai menyimpan potensi estetika tinggi karena bentuk alaminya yang unik. Pengembangan usaha kerajinan lampu hias berbasis akar kayu di desa mampu mengoptimalkan sumber daya lokal, membuka lapangan kerja kreatif, serta menghasilkan produk dekorasi bernilai jual tinggi di pasar domestik maupun ekspor.

Pengumpulan Bahan Baku dan Persiapan Kayu

  • Pencarian Akar Kayu: Manfaatkan limbah akar kayu sisa tebangan yang kokoh seperti akar jati, mahoni, atau sonokeling melalui kerja sama dengan perajin lokal atau pemilik lahan.

  • Pembersihan dan Pengeringan: Bersihkan akar dari sisa tanah, kotoran, dan lumut, lalu keringkan menggunakan oven alami atau dijemur di bawah matahari untuk mencegah pelapukan serta serangan rayap.

  • Pemberian Obat Anti Hama: Oleskan cairan pengawet kayu atau anti-rayap alami untuk menjamin keawetan jangka panjang produk kerajinan.

penulis: echa smkn 1 merangin.

Related Posts

Budidaya Kacang Fava untuk Diversifikasi Pangan
Gubuku-Kacang fava (Vicia faba) merupakan tanaman polong yang menghasilkan biji...
Read more
Potensi Tanaman Cowpea sebagai Komoditas Pangan Lokal
Gubuku-Cowpea atau kacang tunggak merupakan tanaman kacang-kacangan yang dapat dimanfaatkan...
Read more
Potensi Tanaman Lentil sebagai Pangan Sehat
Gubuku-Lentil merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang dikenal sebagai sumber...
Read more
Baca Juga  Pemanfaatan Bank Sampah Desa sebagai Solusi Lingkungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *