Gubuku – Aturan nomor satu dalam arsitektur kandang ternak: posisikan kandang membujur dari timur ke barat.

Kenapa harus membujur Barat – Timur?

  • Sinar Pagi Masuk Seimbang: Saat matahari terbit di timur, sinar matahari pagi (yang kaya vitamin D dan ampuh membunuh kuman) bisa masuk merata ke dalam kandang secara bertahap.

  • Mencegah Panas Berlebih di Siang Hari: Kalau posisi kandang membujur Utara – Selatan, atap dan sisi samping kandang bakal kena paparan sinar matahari langsung di siang bolong. Akibatnya, suhu dalam kandang bakal jadi kayak “oven” dan bikin hewan stres berat (heat stress).

💡 Pro-Tip: Pastikan sinar matahari pagi bisa menerangi area lantai/alas kandang biar kelembapan berkurang dan bakteri gak gampang berkembang biak.

2. Arah Angin: Jangan Biarkan Angin “Menerjang” Samping Kandang

Pengaturan sirkulasi udara (ventilasi) adalah kunci biar hembusan angin bisa membuang gas beracun (seperti amonia dari kotoran) tanpa bikin ternak kedinginan.

  • Sejajar dengan Arah Angin Dominan: Usahakan posisi panjang kandang sejajar atau agak miring dengan arah angin lokal. Jangan sampai angin kencang langsung menghantam dinding samping kandang secara tegak lurus (crosswind yang terlalu kuat).

  • Hindari Angin Malam Langsung: Angin malam yang langsung berhembus deras ke dalam kandang bisa bikin ternak (terutama anakan/DOC) gampang kena penyakit pernapasan.

  • Manfaatkan Ventilasi Atas (Monitor Roof): Gunakan model atap bertingkat dengan celah di tengahnya. Karena udara panas dan amonia bakal bergerak ke atas, celah atap ini bakal jadi jalan keluar alami (efek cerobong).

3. Perhatikan Jarak dan Posisi terhadap Pemukiman

Gak cuma masalah teknis di dalam kandang, kamu juga harus be a good neighbor alias tetangga yang peka!

  • Analisis Arah Angin ke Rumah Warga: Pastikan arah hembusan angin utama TIDAK membawa bau kotoran kandang menuju ke arah rumah kamu atau pemukiman warga.

  • Jarak Aman: Idealnya, lokasi kandang berjarak minimal 25–50 meter dari pemukiman warga (atau sesuai aturan daerah setempat) biar gak memicu konflik sosial.

Baca Juga  Penerapan Sistem Aquaponik Sistem BIDA untuk Sayur & Ikan Nila

4. Gunakan Vegetasi / Pohon Peneduh di Sekitar Kandang

Matahari dan angin itu penting, tapi kalau berlebihan juga gak bagus. Di sinilah peran tanaman di sekitar area ternak!

  • Tanami pohon peneduh (seperti pohon kelor, mahoni, atau bambu) di sisi barat atau area yang sering diterjang angin kencang.

  • Pohon bertindak sebagai pembatas angin (windbreak) alami sekaligus penahan panas matahari sore yang menyengat. Selain itu, dedaunan juga bisa bantu menyaring bau tak sedap!

Ringkasan Cheat-Sheet Posisi Kandang Ideal

Elemen Rekomendasi Posisi Tujuan Utama
Arah Bangunan Membujur Barat – Timur Sinar pagi masuk, cegah panas ekstrem siang hari
Sirkulasi Angin Sejajar / Miring dari arah angin Membuang gas amonia tanpa bikin ternak kedinginan
Model Atap Tipe bertingkat (Monitor) Mengalirkan udara panas & amonia ke luar
Pohon Peneduh Ditanam di sisi luar barat/utara Meredam angin kencang & menyaring bau

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Kacang Fava untuk Diversifikasi Pangan
Gubuku-Kacang fava (Vicia faba) merupakan tanaman polong yang menghasilkan biji...
Read more
Potensi Tanaman Cowpea sebagai Komoditas Pangan Lokal
Gubuku-Cowpea atau kacang tunggak merupakan tanaman kacang-kacangan yang dapat dimanfaatkan...
Read more
Potensi Tanaman Lentil sebagai Pangan Sehat
Gubuku-Lentil merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang dikenal sebagai sumber...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *