Gubuku-Buat kamu yang lagi geluti dunia pertanian atau bisnis perkebunan, ada satu “musuh dalam selimut” yang wajib banget diwaspadai: busuk akar. Bedanya sama hama yang kelihatan meliuk-liuk di daun, penyakit busuk akar ini bekerja diam-diam di bawah tanah. Tiba-tiba, tanaman kesayangan atau aset perkebunanmu yang tadinya segar bisa langsung layu dan mati begitu saja.

Biar nggak makin rugi, yuk kenali gejalanya dan cara deteksi dini busuk akar dengan bahasa yang simpel!

Kenapa Busuk Akar Sangat Berbahaya?

Busuk akar umumnya disebabkan oleh mikroorganisme parasit, terutama jamur (seperti Rigidoporus microporus pada karet atau Ganoderma pada kelapa sawit). Saat jamur ini menyerang, akar bakal membusuk dan kehilangan kemampuannya untuk menyerap air serta nutrisi dari tanah.

Efek domino-nya? Tanaman bakalan “kelaparan” dan “kehausan” meski sudah disiram dan dipupuk rutin.

Gejala Busuk Akar yang Wajib Kamu Tahu

Karena akarnya ada di dalam tanah, kamu bisa memantau kondisi kesehatan tanaman dari sinyal-sinyal luar berikut:

  • Daun Menguning dan Layu Serentak: Daun mendadak layu seperti kurang air, padahal cuaca tidak sedang kemarau panjang.

  • Daun Muda Gugur: Pertumbuhan tunas baru terhenti dan daun muda gampang rontok.

  • Pertumbuhan Stagnan (Stunted): Tanaman kelihatan “kerdil” dibanding tanaman seumuran di sekitarnya.

  • Batang Bawah Mengering / Muncul Jamur: Kalau diperhatikan dekat pangkal batang yang menempel tanah, kadang muncul benjolan atau lapisan jamur berwarna putih, oranye, atau cokelat.

Cara Deteksi Langsung di Lapangan

Kalau kamu melihat sinyal-sinyal di atas, lakukan langkah investigasi berikut:

  1. Cek Kelembapan Tanah: Gali sedikit tanah di sekitar pangkal batang. Kalau tanahnya sangat becek, berbau busuk/apek, dan tidak berdrainase baik, risiko busuk akar sangat tinggi.

  2. Kikis Sedikit Pangkal Batang: Pakai pisau bersih untuk mengikis sedikit kulit di pangkal batang. Jika bagian dalamnya berwarna cokelat tua/hitam dan lembek (bukan putih/hijau segar), fix itu indikasi busuk akar.

  3. Periksa Akar Serabut: Bongkar tipis tanah di dekat permukaan. Akar yang sehat berwarna terang dan renyah. Akar yang terserang busuk akan berwarna gelap, berlendir, dan gampang putus saat ditarik.

Tips Pertolongan Pertama dan Pencegahan

Mencegah selalu lebih murah dibanding mengobati. Ini beberapa tips biar perkebunanmu aman dari serangan busuk akar:

  • Perbaiki Sistem Drainase: Pastikan air hujan tidak menggenang di sekitar pangkal tanaman. Jamur sangat suka area lembek yang tergenang.

  • Gunakan Agen Hayati (Fungisida Alami): Aplikasikan jamur baik seperti Trichoderma sp. ke dalam tanah saat awal tanam untuk menekan pertumbuhan jamur jahat.

  • Sanitasi Lahan: Jika ada tanaman yang sudah terlanjur mati total akibat busuk akar, segera bongkar hingga ke akar-akarnya dan bakar. Jangan biarkan sisa akarnya membusuk di dalam tanah karena bisa menulari tanaman tetangganya!

penulis: asil SMKN 8 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *