Gubuku – Buat kamu para aquapreneur Gen Z yang mau atau lagi terjun ke dunia budidaya ikan (seperti lele, nila, atau patin), sistem Bioflok pasti udah gak asing lagi di telinga. Teknik ini terkenal banget karena hemat air, efisien pakan, dan bisa tebar padat tinggi di lahan sempit.
Tapi, ada satu masalah klasik yang sering bikin pembudidaya pemula gagal total: kotoran mengendap di dasar kolam sampai bikin air beracun!
Nah, lifehack terbaik buat mengatasi masalah ini adalah dengan menerapkan sistem drainase Central Drain (lubang pembuangan di tengah). Gimana sih cara buatnya yang bener biar kotoran otomatis terkumpul dan gampang dibuang? Yuk, simak panduan praktisnya di bawah ini!
Apa Sih Central Drain dan Kenapa Penting Banget?
Sederhananya, Central Drain adalah posisi lubang pembuangan air yang ditaruh persis di titik tengah dasar kolam, dengan konstruksi dasar kolam yang dibuat sedikit miring membentuk kerucut (seperti corong).
Kenapa harus pakai sistem ini dalam teknologi Bioflok?
-
Prinsip Pusaran Air (Vortex Effect): Karena kolam bioflok biasanya berbentuk bulat dan diberi aerasi (gelembung udara), air akan berputar secara alami. Kotoran, sisa pakan, dan endapan mati bakal terdorong ke tengah kolam.
-
Gampang Kuras Endapan (Flushing): Kamu tinggal buka keran di pipa luar, kotoran busuk di dasar kolam langsung terbuang dalam hitungan detik tanpa perlu menguras seluruh air kolam.
-
Mencegah Amonia Meningkat: Kotoran yang menumpuk di dasar adalah racun amonia utama. Kalau kotoran sering dibuang via central drain, ikan bakal jauh lebih sehat dan bebas stres.
Bahan dan Alat yang Perlu Disiapkan
Sebelum mulai eksekusi, siapkan dulu bahan-bahan dasarnya:
-
Terpal Kolam Bulat (Bahan PVC/Tarpaulin Orchid, lengkap dengan lubang pres drainase di tengah)
-
Rangka Besi/Wiremesh (Ukuran disesuaikan dengan diameter kolam, misal diameter 2–3 meter)
-
Pipa PVC (Ukuran 2 atau 2.5 inci) untuk saluran utama pembuangan
-
Knee PVC () & Stop Keran / Pipa Over-flow
-
Semen, Pasir, dan Kerikil (Buat pondasi & kemiringan dasar kolam)
-
Pipa Pelindung (Filter Cap) yang diberi lubang-lubang kecil agar ikan gak ikut tersedot
Step-by-Step Membangun Kolam Bioflok Central Drain
Biar kolam kamu kokoh dan pembuangannya lancar jaya, ikuti langkah-langkah pembangunannya berikut ini:
Step 1: Penentuan Titik Tengah & Penggalian Jalur Pipa
-
Tentukan diameter kolam yang mau dibuat (misal: diameter 3 meter).
-
Cari titik pusatnya, lalu gali tanah untuk jalur penanaman pipa pembuangan dari titik tengah menuju ke luar area kolam.
-
Pasang pipa PVC melintasi bawah kolam dengan kemiringan sekitar ke arah luar agar air mengalir deras saat dibuang.
Step 2: Pembuatan Dasar Kerucut (Landasan Kolam)
Ini adalah kunci utama keberhasilan central drain!
-
Buat cetakan dasar tanah/semen dengan bentuk menyerupai corong landai.
-
Usahakan kemiringan dari pinggir luar menuju ke lubang tengah adalah sekitar . Jangan terlalu curam agar terpal tidak melipat, tapi juga jangan terlalu datar biar kotoran lancar meluncur ke tengah.
-
Plester dasar tanah menggunakan adonan semen dan pasir agar permukaan padat, rata, dan tidak ada kerikil tajam yang bisa merobek terpal.
Step 3: Pemasangan Rangka Besi & Terpal
-
Pasang rangka wiremesh melingkar di luar area dasar yang sudah disemen.
-
Lapisi bagian dalam rangka dan dasar dengan terpal/karpet talang halus untuk melindunginya dari gesekan besi.
-
Pasang terpal bulat. Pastikan lubang klem drain pada terpal pas berada tepat di atas pipa pembuangan tengah.
-
Kunci sambungan terpal dan pipa drain dengan klem khusus & seal kedap air agar tidak bocor sama sekali.
Step 4: Perakitan Pipa Over-Flow & Sistem Pembuangan
Di luar kolam, sambungkan pipa drain dengan pipa vertikal berbentuk “L” (knee ).
-
Fungsi Pipa Vertikal (Stand Pipe): Ketinggian pipa vertikal ini disesuaikan dengan tinggi air kolam yang kamu inginkan. Kalau air melebihi batas, air akan otomatis keluar (over-flow).
-
Untuk membuang kotoran endapan dasar, kamu tinggal mencabut pipa vertikal ini sebentar atau membuka stop valve sampai air kotor hitam terbuang, lalu pasang kembali.


