Gubuku – Sapi betina yang mengalami repeat breeder biasanya punya siklus birahi yang normal (setiap 18–24 hari), tapi selalu gagal hamil. Penyebab utamanya terbagi jadi tiga faktor:
-
Kegagalan Pembuahan (Fertilisasi): Sperma gak berhasil ketemu telur karena kualitas sperma jelek atau organ reproduksi sapi betina tersumbat.
-
Kematian Embrio Dini: Telur berhasil dibuahi, tapi embrio mati di dalam kandungan sebelum menempel sempurna akibat masalah hormon atau nutrisi.
-
Kesalahan Manusia (Human Error): Waktu Inseminasi Buatan (IB/kawin suntik) yang kurang tepat atau deteksi birahi yang meleset.
2. Perbaiki Timing Inseminasi Buatan (IB)
Kesalahan paling sering terjadi adalah salah jam suntik. Menyuntikkan sperma terlalu cepat atau terlalu lambat bikin sperma mati sebelum telur siap dibuahi.
Gunakan rumus Standing Heat (Birahi Diam) ini:
-
Kalau sapi keliatan mulai diam saat dinaiki sapi lain di pagi hari, lakukan IB di sore hari.
-
Kalau gejala birahi diam baru muncul di sore hari, lakukan IB di pagi hari berikutnya.
3. Dongkrak Nutrisi dan Nilai BCS (Body Condition Score)
Kondisi fisik sapi yang terlalu kurus atau terlalu gemuk bakal mengacaukan produksi hormon reproduksi.
-
Sapi Terlalu Kurus (Kurang Nutrisi): Tambahkan pakan konsentrat berprotein tinggi, mineral makro/mikro, dan vitamin A, D, E buat memperbaiki kondisi rahim.
-
Sapi Terlalu Gemuk: Kurangi pakan karbohidrat tinggi karena penumpukan lemak di sekitar ovarium bisa menghambat pelepasan sel telur.
4. Terapi Hormon dan Terapi Medis
Kalau masalah nutrisi dan waktu kawin sudah benar tapi sapi masih repeat breeder, saatnya minta bantuan Dokter Hewan atau Mantri untuk tindakan medis:
-
Injeksi Hormon (GnRH / hCG): Diberikan saat proses IB berlangsung untuk merangsang ovulasi yang tepat waktu dan memperkuat ketahanan embrio.
-
Pembersihan Uterus (Flushing): Jika ada infeksi ringan atau peradangan di saluran rahim (endometritis), dokter biasanya akan melakukan pembilasan rahim menggunakan antiseptik khusus/antibiotik.
Checklist Penanganan Sapi Repeat Breeder
Biar gampang dipraktikkan di kandang, ikuti urutan langkah berikut:
| Tahapan | Tindakan yang Harus Dilakukan |
| Langkah 1 | Catat tanggal birahi sapi secara teliti biar tahu pola siklusnya. |
| Langkah 2 | Evaluasi pakan; pastikan pasokan mineral dan vitamin tercukupi. |
| Langkah 3 | Cek kebersihan alat reproduksi luar (pastikan tidak ada lendir keruh/nanah). |
| Langkah 4 | Panggil mantri/dokter hewan untuk terapi hormon simultan saat IB. |


