Cara Pemasangan Curtain Wall (Tirai Plastik) Kandang Ayam Open

Ternaktani
Ternaktani
September 9, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Buat kamu para peternak muda dan Gen Z yang lagi ngejalanin bisnis ayam broiler atau layer dengan sistem open house (kandang terbuka), manajemen suhu itu kunci utama cuan. Salah sedikit ngatur angin, ayam bisa kedinginan, stres, atau malah kena penyakit pernapasan.

Nah, senjata rahasia paling murah tapi ampuh buat ngontrol sirkulasi udara di kandang open adalah Curtain Wall alias tirai plastik/terpal.

Biar fungsinya maksimal dan gak gampang robek diterjang angin kencang, yuk intip cara pemasangan curtain wall kandang ayam yang rapi dan praktis berikut ini!

Kenapa Curtain Wall Itu Wajib Banget?

Sebelum masuk ke teknis, kamu harus tahu dulu fungsinya. Curtain wall bukan sekadar penutup kandang biasa, tapi punya peran vital:

  • Menjaga Suhu Brooding: Pas anak ayam (DOC) baru masuk, tirai ini nahan panas dari pemanas biar gak kabur.

  • Filter Angin & Hujan: Menahan tampias air hujan dan tiupan angin malam yang terlalu kencang.

  • Pengatur Sirkulasi: Bisa dibuka-tutup sesuai umur ayam dan kondisi cuaca harian.

Alat & Bahan yang Harus Disiapkan

Gak perlu alat rumit, kamu cuma butuh persediaan standar ini:

  • Plastik Terpal/PE Special Kandang: Pilih tebal minimal 0.5–0.8 mm (bisa pilih yang bening atau warna sesuai kebutuhan).

  • Tambang/Tali Manila (): Buat sistem katrol/penarik.

  • Pipa Besi/Bambu Panjang: Digunakan sebagai pemberat bawah dan poros gulungan.

  • Katrol Kecil (Pulleys): Biar buka-tutup tirai gak bikin tangan pegal.

  • Klem Sadel / Paku Payung / Lat Kayu: Buat menjepit bagian atas plastik ke kayu kandang.

Step-by-Step Pemasangan Curtain Wall yang Rapi & Awet

Biar tirai kamu gak kleper-kleper kaya bendera pas angin kencang, ikuti langkah-langkah ini:

Baca Juga  Penyebab Penurunan Produksi Telur Bebek Secara Mendadak

1. Pasang Jepitan Bagian Atas (Top Anchor)

  • Bentangkan plastik terpal di sepanjang dinding luar kandang.

  • Sisakan lebihan plastik sekitar di bagian paling atas.

  • Lipat sisa plastik tersebut, lalu jepit menggunakan bilah kayu/lat dan paku secara rapat ke tiang utama kandang. Ini penting biar bagian atas rapat dan gak ada celah angin masuk dari atas.

2. Pasang Pipa Pemberat di Bagian Bawah

  • Pada bagian bawah plastik terpal, buat lipatan membentuk selongsong (tunnel).

  • Masukkan pipa besi atau bambu lurus ke dalam selongsong tersebut, lalu jahit/stepler terpal dengan kuat.

  • Fungsi Pipa: Selain jadi pemberat biar terpal gak gampang terbang, pipa ini bikin proses menggulung terpal jadi lebih lurus dan rapi.

3. Pasang Sistem Katrol & Tali Penarik (Sistem Buka-Tutup)

Biar kamu gak cape menggulung terpal secara manual tiap hari, pakai sistem katrol sederhana:

  • Pasang katrol kecil di bagian tiang paling atas kandang dengan jarak per 2–3 meter.

  • Ikat tali tambang di pipa bagian bawah, lalu arahkan tali memanjat ke atas melewati katrol.

  • Satukan semua ujung tali ke satu tali utama (master rope). Jadi, cukup tarik satu tali utama, seluruh tirai bakal terangkat (terbuka) dari bawah ke atas secara bersamaan!

4. Tambahkan Tali Pembatas Angin (Wind Guide)

Ini pro-tip yang sering dilupakan pemula!

  • Pasang tali silang (membentuk huruf X) di luar tirai terpal.

  • Fungsinya: Menahan badan terpal agar tidak mengembung ke luar saat angin dari dalam kandang berembus, atau tidak menempel berlebihan ke jaring kandang.

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *