Panduan Sistem Silvopasture: Ternak di Bawah Hutan Industri

Ternaktani
Ternaktani
September 24, 2026 4 Min Read 0

Gubuku – Buat kamu para peternak muda dan pembisnis Gen Z yang pengen masuk ke dunia agribisnis tapi terkendala lahan sempit dan pakan mahal, ada satu strategi pinter yang lagi hype di dunia pertanian berkelanjutan: Sistem Silvopasture.

Konsep ini pada dasarnya mengawinkan dua sektor sekaligus, yaitu peternakan dan kehutanan. Daripada lahan di bawah pohon Hutan Tanaman Industri (HTI) dianggurin atau cuma ditumbuhi semak liar, kamu bisa manfaatin lahan itu buat menggembalakan ternak!

Selain bikin hemat operasional pakan, sistem ini juga ramah lingkungan (eco-friendly) dan punya potensi hasilkan double income. Penasaran gimana cara kerjanya? Yuk, bedah tuntas panduannya di bawah ini!

Apa Itu Sistem Silvopasture?

Silvopasture adalah bentuk integrasi antara tanaman kayu/pohon hutan, rumput/pakan ternak, dan hewan ternak dalam satu area lahan yang sama.

Di Indonesia, sistem ini biasanya diterapkan di area Hutan Tanaman Industri (HTI) seperti perkebunan kayu jati, sengon, albasia, pinus, atau kayu putih.

Sederhananya: Pohonnya tumbuh besar buat diambil kayunya, tanah di bawahnya ditanami rumput berkualitas, dan ternakmu bebas makan di sana sambil bantu ‘membersihkan’ rumput liar.

Kenapa Gen Z Wajib Lirik Silvopasture? (Manfaat Utama)

Sistem ini bukan cuma keren secara konsep, tapi juga sangat masuk akal secara finansial dan operasional:

  1. Hemat Biaya Pakan Up to : Ternak bisa langsung grazing (memakan rumput) di area hutan, jadi kamu gak perlu capek-capek ngarit tiap hari atau beli pakan konsentrat berlebihan.

  2. Double Profit (Cuan Ganda): Dapat arus kas harian/bulanan dari hasil ternak (daging, susu, anak ternak) sambil menunggu investasi jangka panjang dari pemanenan kayu.

  3. Pemberantas Gulma Alami: Kehadiran ternak bikin lahan hutan tetap bersih dari rumput liar yang mengganggu pertumbuhan pohon utama. Perusahaan hutan senang, peternak pun untung!

  4. Pupuk Organik Gratis: Kotoran dan kencing ternak langsung menjadi pupuk alami (manure) yang menyuburkan tanah dan pohon hutan di sekitarnya.

  5. Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare): Pohon-pohon tinggi memberikan naungan (shade) dari panas terik matahari, bikin ternak gak gampang stres dan cepat gemuk.

Baca Juga  Penyebab & Cara Menangani Mata Putih (Pink Eye) pada Kambing

Jenis Ternak dan Tanaman yang Cocok

Gak semua jenis ternak dan pohon bisa langsung dicampur gitu aja. Kamu harus pintar memilih kombinasi yang tepat:

1. Jenis Ternak yang Ideal

  • Sapi (Potong & Perah): Sangat cocok buat lahan hutan yang luas dengan jarak antar pohon yang lebar.

  • Kambing & Domba: Sangat responsif di area hutan muda karena suka makan daun-daun rendah dan rumput tanah.

  • Unggas (Ayam Kampung / Bebek): Bagus untuk area hutan kecil, membantu mengendalikan hama serangga di tanah.

2. Jenis Pohon Hutan

  • Sengon / Albasia & Jabon: Pertumbuhan cepat, tajuknya tidak terlalu rapat sehingga sinar matahari masih bisa masuk ke tanah.

  • Pinus & Kayu Putih: Memiliki ruang terbuka yang cukup luas di antara pepohonan.

  • Karet & Jati: Cocok jika pohon sudah cukup tinggi dan memiliki jarak tanam yang teratur.

Langkah Penerapan Sistem Silvopasture buat Pemula

Biar proyek silvopasture kamu jalan lancar tanpa merusak pohon atau membahayakan ternak, ikuti langkah-langkah ini:

Step 1: Penataan Tanam Rumput Unggul

Sinar matahari yang tembus ke dasar hutan harus dimanfaatkan buat menanam rumput pakan berkualitas tinggi seperti Rumput Odot, Setaria, atau Legum (Indigofera). Jangan cuma mengandalkan rumput liar biasa biar nutrisi ternak tetap terpenuhi.

Step 2: Gunakan Sistem Rotasi Gembala (Paddock)

Jangan lepas ternak di seluruh area hutan sekaligus! Bagi lahan menjadi beberapa sekat (paddock) pakai pagar portabel atau pagar listrik (electric fence).

  • Pindahkan ternak dari satu sekat ke sekat lain setiap beberapa hari.

  • Ini memberi waktu bagi rumput di sekat sebelumnya untuk tumbuh kembali (recovery) dan mencegah tanah jadi padat/rusak.

Step 3: Pengawasan Umur Pohon

  • Jika pohon hutan masih muda/bibit, jangan langsung lepas ternak besar seperti sapi atau kambing karena mereka bisa merusak atau memakan daun pohon utama.

  • Terapkan silvopasture saat pohon sudah memiliki tinggi minimal atau diameter batang sudah cukup kuat.

Baca Juga  Mengenal Sistem Integrasi Sapi-Sawit (SISKA)

Perbandingan: Penternakan Konvensional vs. Silvopasture

Parameter Metode Konvensional (Kandang Terkurung) Metode Silvopasture (Hutan Industri)
Kebutuhan Lahan Kandang Butuh area luas & khusus Efisien, menumpang lahan hutan
Biaya Operasional Pakan Tinggi (Beli konsentrat & ngarit) Sangat hemat (Pakan alami di lokasi)
Tingkat Stres Ternak Rentan tinggi karena terkurung Rendah, ternak lebih bebas & teduh
Dampak Lingkungan Penumpukan limbah kotoran Sirkular, kotoran jadi pupuk pohon

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *