Gubuku – Kenapa harus ASEAN dulu? Kenapa gak langsung ke Eropa atau Amerika? Ini alasannya:
-
Bebas Tarif Bea Masuk (AFTA): Berkat adanya kerja sama ekonomi di ASEAN, tarif bea masuk buat banyak produk antarnegara anggota itu 0% alias free.
-
Jarak Dekat = Ongkos Kirim Hemat: Logistik jadi jauh lebih murah dan efisien dibanding kirim barang lintas benua. Risiko barang rusak di jalan juga makin kecil.
-
Standar Halal Indonesia Sangat Diakui: Negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei punya standar kebutuhan produk halal yang tinggi. Sertifikasi Halal Indonesia dikenal sangat terpercaya!
3 Komoditas Peternakan Indonesia yang Paling Laris di ASEAN
Gak cuma ayam mentah, variasi produk peternakan dari Indonesia yang diekspor itu luas banget. Ini tiga bintang utamanya:
1. Daging Ayam Broiler dan Telur Tetas (Hatching Eggs)
Singapura adalah salah satu konsumen utama kita buat ayam hidup dan karkas ayam. Selain Singapura, negara seperti Malaysia dan Brunei juga sering mengimpor telur tetas (hatching eggs) serta bibit ayam (DOC) dari produsen peternakan Indonesia karena kualitas genetiknya yang jempolan.
2. Obat Hewan, Vaksin, dan Pakan Ternak
Indonesia gak cuma jualan hewan fisiknya aja, tapi juga ekosistem pendukungnya! Produk veterinary seperti obat-obatan hewan, vaksin peternakan, dan pakan ternak buatan Indonesia udah menembus pasar Vietnam, Filipina, hingga Myanmar.
3. Olahan Daging (Sosis, Nugget, dan Bakso)
Gen Z di negara-negara ASEAN juga suka yang serba praktis. Makanan olahan berbasis daging ayam atau sapi produksi Indonesia banyak diincar karena rasanya yang cocok dengan lidah masyarakat Asia Tenggara.
Negara Tujuan Ekspor Utama di ASEAN
| Negara Tujuan | Komoditas Favorit yang Diimpor dari Indonesia |
| Singapura | Ayam hidup, karkas ayam, telur ayam |
| Malaysia | Telur tetas (hatching eggs), DOC, obat hewan |
| Vietnam & Filipina | Pakan ternak, vaksin/obat-obatan hewan |
| Brunei Darussalam | Olahan daging halal (sosis, kornet, nugget) |
Langkah Awal Memulai Bisnis Ekspor buat Pemula
Penasaran gimana caranya biar bisa go international? Kamu gak harus langsung punya peternakan raksasa sendiri, kok!
-
Mulai dari Exporter / Aggregator: Kamu bisa jadi jembatan antara peternak lokal berkualitas dengan pembeli (buyer) di luar negeri.
-
Lengkapi Legalitas & Sertifikasi: Ini syarat mati! Pastikan produk punya izin NKV (Nomor Kontrol Veteriner), Sertifikat Halal, dan lolos karantina pertanian.
-
Gunakan Platform B2B Internasional: Manfaatkan marketplace B2B atau gabung ke komunitas eksportir muda buat nyari buyer dari negara tujuan.
-
Manfaatkan Program Pemerintah: Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan rajin bikin program pembinaan eksportir muda (Export Center). Manfaatkan fasilitas ini!



