Gubuku – Mau coba peruntungan di dunia peternakan tapi takut boncos? Tenang, kamu nggak sendirian kok. Sekarang ini makin banyak anak muda atau gen Z yang melirik dunia farming karena cuannya lumayan menggiurkan.

Sayangnya, banyak banget peternak pemula yang langsung terjun bebas tanpa persiapan matang, alhasil modal habis, hewan ternak tumbang, dan akhirnya malah stress sendiri.

Biar modalmu nggak sia-sia dan bisnis ternakmu bisa langsung glowing dari segi profit, yuk kenali 5 kesalahan fatal peternak pemula yang paling sering bikin modal amblas berikut ini!

1. Asal Beli Bibit Tanpa Riset (Asal Murah, Padahal Regot)

Kesalahan paling klasik tapi mematikan: tergiur harga bibit murah.

Banyak pemula beli bibit (DOC ayam, anak kambing, atau lele) yang penting harganya miring tanpa ngecek riwayat kesehatannya. Padahal, bibit yang murah tapi kualitasnya abal-abal biasanya gampang sakit, pertumbuhannya lambat, atau bahkan punya tingkat kematian yang tinggi.

  • Solusinya: Selalu beli bibit dari penangkkar atau breeder yang terpercaya dan punya sertifikasi jelas. Ingat, ada harga ada rupa!

2. Manajemen Pakan yang Ngasal (Boros tapi Gak Nutrisi)

Pakan adalah pengeluaran terbesar dalam peternakan—bisa makan 60% sampai 70% dari total modal. Kesalahan fatal pemula adalah ngasih pakan seadanya tanpa ngitung kandungan nutrisi, atau sebaliknya: boros banget beli pakan pabrikan mahal tapi pengaturannya berantakan sampai banyak yang terbuang sia-sia (mubazir).

  • Solusinya: Bikin jadwal, takaran, dan hitung konversi pakan dengan teliti. Kalau perlu, kombinasikan pakan pabrikan dengan pakan alternatif yang bernutrisi tinggi tapi tetap ramah di kantong.

3. Mengabaikan Bio-Security (Kandang Jorok, Penyakit Masuk)

Banyak pemula yang mikir, “Ah, namanya juga hewan, tinggal dikandangin dan dikasih makan beres.” Padahal, kebersihan kandang atau yang biasa disebut bio-security itu kunci utama kelangsungan hidup ternak.

Baca Juga  Panduan Pengelolaan Kolam Terpal Hemat Lahan dan Bebas Bau

Kandang yang lembap, jarang dibersihkan, dan sirkulasi udaranya buruk bakal jadi surga buat virus, bakteri, dan parasit penyebab wabah penyakit. Sekali penyakit masuk, satu kandang bisa ludes dalam semalam!

  • Solusinya: Disiplin bersihkan kandang secara rutin, atur suhu dan pencahayaan, serta batasi orang luar keluar-masuk area kandang buat mencegah penularan penyakit.

4. Gak Punya Catatan Keuangan (Buta Finansial)

Nge-jalani ternak itu sama kayak bikin startup kecil-kecilan. Tapi, banyak banget pemula yang malas nyatet pengeluaran dan pemasukan karena dianggep sepele.

Hasilnya? Pas panen bingung sendiri, “Ini untung apa buntung ya?” Uang hasil penjualan malah kepakai buat keperluan pribadi karena nggak dipisah dari uang modal usaha.

  • Solusinya: Mulai sekarang, biasakan catat setiap rupiah yang keluar (buat pakan, obat, vitamin) dan masuk. Gunakan aplikasi keuangan sederhana di HP biar bisnis tetap terpantau rapi.

5. Gak Punya Mental “Tahan Banting” (Gampang Menyerah)

Dunia ternak itu penuh dinamika. Mulai dari harga pasar yang naik turun, hewan sakit mendadak, sampai cuaca yang gak menentu. Banyak pemula yang baru kena musibah sedikit langsung down, panik, dan akhirnya gulung tikar karena mentalnya belum siap.

  • Solusinya: Bangun mental tahan banting dan selalu siapin dana darurat (cadangan modal). Anggap setiap kegagalan di awal sebagai biaya sekolah (kursus gratis) buat jadi peternak yang lebih pro ke depannya.

  • penulis : bila – SMKN 2 Tebo

Related Posts

Budidaya Kacang Fava untuk Diversifikasi Pangan
Gubuku-Kacang fava (Vicia faba) merupakan tanaman polong yang menghasilkan biji...
Read more
Potensi Tanaman Cowpea sebagai Komoditas Pangan Lokal
Gubuku-Cowpea atau kacang tunggak merupakan tanaman kacang-kacangan yang dapat dimanfaatkan...
Read more
Potensi Tanaman Lentil sebagai Pangan Sehat
Gubuku-Lentil merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang dikenal sebagai sumber...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *