Gubuku – Beternak ayam maupun bebek membutuhkan biaya pakan yang tidak sedikit. Bahkan, biaya pakan bisa mencapai 60–70% dari total biaya produksi. Karena itulah banyak peternak mulai beralih menggunakan pakan fermentasi sebagai solusi untuk menghemat pengeluaran sekaligus meningkatkan kualitas pakan.
Menariknya, pakan fermentasi sangat mudah dibuat sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang murah dan mudah ditemukan. Selain lebih ekonomis, proses fermentasi juga membantu meningkatkan kandungan nutrisi sehingga lebih mudah dicerna oleh ayam maupun bebek.
Pada artikel ini, Anda akan mempelajari cara membuat pakan fermentasi yang benar, manfaatnya, hingga tips agar hasil fermentasi berkualitas.
Apa Itu Pakan Fermentasi?
Pakan fermentasi adalah pakan yang diolah menggunakan bantuan mikroorganisme baik, seperti bakteri dan ragi, sehingga nutrisi di dalam bahan pakan menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh ternak.
Proses fermentasi juga mampu mengurangi zat antinutrisi, meningkatkan aroma pakan, dan memperpanjang masa simpan jika dibuat dengan benar.
Manfaat Pakan Fermentasi untuk Ayam dan Bebek
Menggunakan pakan fermentasi memberikan banyak keuntungan, di antaranya:
- Menghemat biaya pakan hingga puluhan persen.
- Meningkatkan nafsu makan ternak.
- Mempercepat pertumbuhan ayam dan bebek.
- Membantu memperbaiki sistem pencernaan.
- Mengurangi bau kotoran ternak.
- Membuat pakan lebih awet.
- Meningkatkan efisiensi penggunaan nutrisi.
Karena itulah teknik fermentasi semakin populer di kalangan peternak rumahan maupun skala besar.
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
Berikut contoh bahan sederhana untuk membuat sekitar 10 kilogram pakan fermentasi:
- 5 kg dedak halus.
- 3 kg jagung giling.
- 1 kg bungkil kedelai atau ampas tahu kering.
- 1 kg konsentrat ayam atau bebek.
- 10 ml EM4 Peternakan.
- 3–5 sendok makan molase atau gula merah cair.
- Air bersih secukupnya.
Komposisi bahan dapat disesuaikan dengan umur dan jenis ternak.
Cara Membuat Pakan Fermentasi
1. Campurkan Semua Bahan Kering
2. Buat Larutan Fermentasi
Campurkan EM4 dengan molase atau gula merah cair ke dalam air bersih.
Aduk hingga larut sempurna.
3. Siram ke Campuran Pakan
Tuangkan larutan sedikit demi sedikit sambil diaduk.
Pastikan kelembapan cukup, tidak terlalu basah maupun terlalu kering.
Cara mengeceknya cukup mudah. Genggam campuran menggunakan tangan.
- Jika menggumpal tetapi tidak mengeluarkan air, berarti kadar air sudah pas.
- Jika air menetes, berarti terlalu basah.
- Jika langsung buyar, berarti masih terlalu kering.
4. Simpan dalam Wadah Tertutup
Masukkan campuran ke dalam drum plastik atau ember yang memiliki penutup rapat.
Padatkan sedikit agar udara di dalam berkurang.
5. Fermentasi Selama 3–5 Hari
Simpan di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung.
Setelah 3–5 hari, pakan siap digunakan.
Ciri-Ciri Pakan Fermentasi Berhasil
Pakan fermentasi yang baik memiliki beberapa tanda berikut:
- Aroma harum seperti tape.
- Tidak berjamur.
- Tidak berbau busuk.
- Warna tetap alami.
- Tekstur lembut dan tidak berlendir.
Jika muncul jamur hitam atau bau menyengat, sebaiknya jangan diberikan kepada ternak.
Cara Memberikan Pakan Fermentasi
Pemberian dilakukan secara bertahap agar ayam maupun bebek dapat beradaptasi.
Contohnya:
- Hari pertama: 25% pakan fermentasi + 75% pakan biasa.
- Hari kedua: 50% pakan fermentasi.
- Hari ketiga: 75% pakan fermentasi.
- Hari keempat dan seterusnya: dapat diberikan sepenuhnya sesuai kebutuhan.
Selalu sediakan air minum bersih agar proses pencernaan berjalan optimal.
Tips Agar Fermentasi Maksimal
Agar hasil fermentasi berkualitas tinggi, perhatikan beberapa hal berikut:
- Gunakan bahan yang masih segar.
- Pastikan wadah bersih sebelum digunakan.
- Hindari paparan sinar matahari langsung.
- Gunakan EM4 sesuai dosis.
- Jangan membuat campuran terlalu basah.
- Tutup wadah rapat selama proses fermentasi.
Dengan langkah yang benar, kualitas pakan akan tetap terjaga.
Kesalahan yang Sering Dilakukan
Banyak peternak pemula mengalami kegagalan karena beberapa kesalahan berikut:
- Menggunakan bahan yang sudah berjamur.
- Terlalu banyak air.
- Fermentasi terlalu lama.
- Wadah tidak tertutup rapat.
- Memberikan pakan yang sudah berbau busuk kepada ternak.
Menghindari kesalahan tersebut akan membuat hasil fermentasi jauh lebih baik.
Apakah Pakan Fermentasi Cocok untuk Semua Umur Ternak?
Ya, pakan fermentasi dapat diberikan pada ayam dan bebek di berbagai fase pertumbuhan. Namun, komposisi bahan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi masing-masing umur. Untuk anak ayam atau DOD (Day Old Duck), gunakan formula dengan kandungan protein yang lebih tinggi agar pertumbuhannya optimal.
penulis : diah smkn 8 bungo



