Gubuku – Ini adalah syarat paling mendasar! Telur yang dijual di minimarket atau pasar umum biasanya telur konsumsi (tidak dibuahi).
-
Harus Telur Fertil: Telur wajib berasal dari indukan betina yang dipelihara bersama pejantan (mating).
-
Rasio Indukan: Idealnya, rasio pejantan dan betina di kandang adalah 1 : 5–8. Ini menjaga agar tingkat pembuahan telur tetap tinggi.
2. Bentuk Telur Proporsional (Simetris)
Bentuk telur ternyata ngaruh banget ke posisi embrio di dalamnya, lho!
-
Bentuk Ideal: Oval sempurna, punya satu ujung yang agak tumpul dan satu ujung yang agak runcing.
-
Bentuk yang Wajib Dihindari: Telur yang terlalu bulat, terlalu lonjong/pipih, atau punya benjolan aneh. Bentuk yang abnormal bisa bikin posisi embrio sungsang dan gagal menetas.
3. Cangkang Bersih, Utuh, dan Kuat
Cangkang telur itu ibarat “baju pelindung” buat calon anak ayam selama 21 hari di dalam mesin tetas.
-
Tekstur Mulus: Cangkang harus halus, tebalnya merata, dan gak ada retakan sekecil apa pun.
-
Bebas Kotoran: Pilih telur yang bersih dari kotoran ayam yang menempel tebal. Pro-tip: Jangan cuci telur dengan air biasa kalau kotor, cukup lap halus dengan kain kering atau amplas halus. Mencuci telur pakai air bisa merusak lapisan pelindung alami (cuticle) dan bikin bakteri gampang masuk!
4. Ukuran dan Bobot yang Seragam (Ideal Size)
Jangan tergiur sama telur yang ukurannya jumbo banget atau malah kekecilan!
-
Ukuran Standar: Pilih telur dengan bobot rata-rata (sekitar 40–50 gram untuk ayam kampung, atau sesuai standar ras masing-masing).
-
Kenapa Harus Seragam? Ukuran yang seragam bikin masa inkubasi dan waktu menetasnya berbarengan. Telur yang kebesaran biasanya punya gizi yang kurang seimbang buat embrio, sedangkan telur terlalu kecil menghasilkan anak ayam yang kerdil.
5. Kantung Udara Terlihat Jelas Pas di-Candling
Sebelum masukin ke mesin tetas, wajib hukumnya buat neropong telur pakai senter (candling) di ruang gelap.
-
Posisi Kantung Udara: Telur yang bagus punya kantung udara di bagian ujung tumpulnya.
-
Kondisi Dalam Telur: Kantung udara tidak boleh bergeser atau pecah saat telur diputar perlahan. Selain itu, pastikan kuning telurnya berada di tengah dan gak ada bercak darah (blood spot) yang berlebihan.
6. Usia Simpan Masih Segar (Maksimal 7 Hari)
Telur yang baru dikeluarkan dari induknya gak bisa langsung dimasukkan begitu saja kalau jumlahnya belum cukup, tapi jangan disimpan terlalu lama juga!
-
Usia Simpan Ideal: Telur paling bagus diinkubasi pada usia 3–7 hari setelah dikeluarkan oleh induk.
-
Risiko Telur Lama: Telur yang disimpan lebih dari 10 hari bakal mengalami penurunan kualitas cairan dan daya tetasnya bakal merosot drastis!
Cheat Sheet: Mana Telur yang Lolos vs Ditolak?
Biar gampang di-ingat, pakai panduan simpel ini sebelum memilah telur:
| Parameter | 🟢 Lolos Seleksi (Siap Tetas) | 🔴 Tolak / Afkir (Jangan Masuk) |
| Bentuk | Oval simetris | Terlalu bulat / gepeng / cacat |
| Cangkang | Bersih, utuh, tebal merata | Retak, lembek, kotor tebal |
| Kantung Udara | Di bagian tumpul, stabil | Bebas bergerak / pecah |
| Umur Simpan | 3–7 hari | > 10 hari |



