Gubuku – Mau punya side hustle yang cuan tapi space rumah terbatas? Atau kamu lagi nyari hobi baru yang produktif dan bisa menghasilkan cuan jajan tambahan? Well, saatnya lirik dunia perikanan darat! Gak perlu punya lahan luas seluas lapangan bola, karena sekarang ada kolam terpal hemat lahan yang lagi hits banget di kalangan peternak modern dan urban farmer pemula.
Selain ramah di kantong, metode ini gampang banget di-set up bahkan di halaman rumah minimalis atau rooftop. Penasaran gimana caranya? Yuk, intip panduan lengkapnya biar kolam terpalmu nggak cuma estetik tapi juga panen melimpah!
Kenapa Harus Kolam Terpal? (Alasan Gen Z Wajib Coba)
Zaman 2026 gini, kreativitas adalah koentji. Kalau kamu punya pekarangan sempit tapi pengen budidaya ikan lele, nila, atau bahkan gurame, kolam terpal adalah the ultimate solution. Ini alasannya:
-
Budget Friendly (Anti Bikin Dompet Menangis): Bikin kolam beton butuh modal gede dan tukang. Kalau kolam terpal? Tinggal rakit kerangka pipa PVC atau bambu, pasang terpal, beres!
-
Hemat Tempat Abis: Bisa disesuaikan sama space yang ada, entah itu di sudut garasi, samping rumah, atau bahkan pakai sistem bioflok mini.
-
Gampang Dibersihkan: Kalau air kolam udah kotor atau mau ganti siklus tebar benih, tinggal kuras dan bersihkan tanpa ribet.
Step-by-Step Bikin dan Kelola Kolam Terpal Biar Panen Sukses
Supaya ikan-ikan kesayanganmu nggak gampang stress dan cepat besar, ikuti langkah-langkah pengelolaan ala pro berikut ini:
1. Pemilihan Lokasi & Setup Kerangka yang Kokoh
-
Cari Spot Pas: Pastikan lokasinya kena sinar matahari, tapi jangan yang terlalu panas banget ya supaya suhu air tetap stabil.
-
Bahan Terpal Berkualitas: Jangan pakai terpal abal-abal. Pilih jenis terpal semi-karet (tarpaulin) yang tebal dan nggak mudah bocor. Ukuran standar pemula biasanya 2×1 meter atau 3×1 meter dengan tinggi sekitar 50-70 cm.
2. “Conditioning” Air Kolam (Jangan Langsung Teer… Beli Ikan!)
Ini kesalahan paling sering dilakuin pemula. Begitu kolam jadi, air langsung dimasukin dan ikannya ditebar. Alhasil? Ikan pada teler karena airnya masih “mentah”.
-
Isi kolam dengan air bersih, lalu diamkan selama 3 sampai 7 hari.
-
Masukkan probiotik atau pupuk organik cair untuk menumbuhkan pakan alami (plankton) sekaligus menetralkan zat kimia dari terpal baru.
3. Tebar Benih Berkualitas & Manajemen Pakan
-
Pilih bibit ikan yang aktif bergerak, ukurannya seragam, dan bebas penyakit (misal: bibit lele atau nila unggul).
-
Jangan terlalu overfeeding (kebanyakan kasih makan). Kasih makan secukupnya 2 kali sehari secara rutin. Sisa pakan yang menumpuk di dasar kolam bisa bikin air cepat beracun dan bau!
4. Rutin Cek Kualitas Air
Ikan di kolam terpal itu butuh sirkulasi oksigen yang baik karena ruang geraknya terbatas. Sesekali lakukan sipon (menyedot kotoran di dasar kolam) dan ganti air sekitar 20-30% seminggu sekali supaya ikan tetap happy dan bebas dari penyakit.
penulis: echa smk n 1 merangin.



