Gubuku – Tumbuk atau blender bahan aromatik (seperti daun sirih, serai, atau bawang putih) sampai halus. Bahan-bahan ini punya kandungan alami yang memperkuat daya basmi hama.
2. Larutkan Starter Fermentasi
Campurkan gula merah/molase yang sudah dicairkan bersama 100 ml EM4 ke dalam sedikit air hangat. Aduk rata dan diamkan selama 10–15 menit sampai bakterinya “bangun” dan aktif.
3. Campurkan Semua Bahan ke Dalam Drum
Masukkan 10 liter urine sapi ke dalam drum. Campurkan bahan aromatik yang sudah dihaluskan dan larutan starter tadi. Aduk hingga seluruh cairan tercampur rata (homogen).
4. Proses Fermentasi (14 Hari)
Tutup rapat drum pengerjaan. Simpan di tempat yang teduh dan hindari terkena paparan sinar matahari langsung.
-
Tips: Buka tutup drum selama 1–2 menit setiap 2 hari sekali untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi, lalu tutup rapat kembali.
Ciri-Ciri Pestisida Urine Sapi yang Siap Pakai
Setelah 14 hari, cek kondisi larutan kamu:
-
Bau amonia yang terlalu menyengat sudah berkurang dan berubah menjadi aroma khas fermentasi (agak asam/mirip tape).
-
Warna cairan menjadi agak gelap dan tidak ada endapan menggumpal yang membusuk.
Cara Dosis dan Dosis Penggunaan pada Tanaman
⚠️ Penting: Jangan langsung menyemprotkan cairan ini murni ke tanaman! Konsentrasi amonia yang tinggi bisa bikin daun tanaman “terbakar” atau gosong.
-
Takaran Dosis: Campurkan 100 ml pestisida cair ke dalam 1 liter air bersih (Rasio 1:10).
-
Cara Aplikasi: Semprotkan secara merata ke bagian bawah daun, batang, dan area yang sering diserang hama.
-
Waktu Menyemprot: Lakukan di pagi hari (sebelum jam 9) atau sore hari (setelah jam 4) saat stomata daun terbuka dan terik matahari sudah mereda.
penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo



