Gubuku – Gak perlu alat laboratorium yang rumit, kamu cuma butuh bahan-bahan sederhana ini:
-
Pemicu Fermentasi (Aktivator): EM4 Peternakan/Pertanian (200 ml)
-
Sumber Karbohidrat Aktivator: Molase / Gula merah cair (200 ml)
-
Pelengkap Nutrisi (Opsional): Bebeapa genggam dedak/bekatul atau kapur dolomit
-
Air: Secukupnya (bersih dan bebas klorin/kaporit)
-
Alat: Terpal plastik, gembor/alat penyiram, dan sekop
Step-by-Step Cara Membuat Kompos Kotoran Ayam Sekam
1. Buat Larutan Dekomposer (Aktivator)
Langkah pertama, siapkan “ramuan pengurai” biar proses komposting berjalan cepat.
-
Campurkan EM4, molase/gula merah cair, dan 10–15 liter air bersih ke dalam wadah.
-
Aduk rata, lalu diamkan selama 15–30 menit biar mikroba baiknya “bangun” dan siap bekerja.
2. Campur dan Ratakan Bahan Utama
-
Gelar sebagian kotoran ayam sekam di atas terpal secara merata dengan ketebalan sekitar 10–15 cm.
-
Kalau pakai dedak atau kapur dolomit, taburkan tipis-tipis di atas lapisan tersebut.
3. Siram dan Atur Kelembapan
-
Siramkan larutan dekomposer yang udah dibuat tadi menggunakan gembor ke atas tumpukan bahan secara merata.
-
Kunci Kelembapan: Usahakan kelembapan ada di tingkat 40–50%. Trik ngeceknya gampang: genggam tumpukan bahan. Kalau terasa basah dan menggumpal tapi gak sampai meneteskan air, artinya tingkat kelembapannya udah pas!
4. Lakukan Pengadukan (Mixing)
-
Aduk seluruh campuran bahan menggunakan sekop sampai benar-benar merata (homogen).
-
Buat tumpukan bahan menyerupai gunung/gundukan dengan ketinggian sekitar 30–50 cm.
5. Tutup Rapat untuk Fermentasi (Proses Anaerob/Aerob Terkontrol)
-
Tutup rapat gundukan bahan tersebut menggunakan terpal hitam atau karung.
-
Simpan di tempat yang teduh, terhindar dari hujan dan sinar matahari langsung.
Cara Perawatan Selama Fermentasi (2–3 Minggu)
Proses fermentasi biasanya memakan waktu sekitar 14 hingga 21 hari.
-
Cek Suhu: Di 3–5 hari pertama, suhu tumpukan bakal naik drastis (bisa mencapai 50–60°C). Ini wajar karena mikroba lagi bekerja keras membusukkan bahan dan membunuh bakteri jahat.
-
Aduk Berkala: Buka terpal tiap 3–4 hari sekali lalu aduk-aduk komposnya biar suhunya gak terlalu panas dan sirkulasi udaranya lancar. Kalau terasa kering, kamu bisa semprotkan sedikit air lagi.
Ciri-Ciri Pupuk Kompos yang Udah Jadi & Siap Pakai
Gimana cara tahu pupuknya udah matang dan aman dipakai buat tanaman? Cek tanda-tanda berikut:
| Parameter | Kotoran Ayam Mentah (Belum Jadi) | Kompos Matang (Siap Pakai) |
| Aroma | Bau amonia menyengat/pesing | Berbau netral seperti aroma tanah alami |
| Suhu | Panas saat dipegang | Dingin / sesuai suhu ruangan |
| Warna | Cokelat terang/kehitaman tidak merata | Cokelat gelap cenderung kehitaman |
| Tekstur | Masih ada remahan kasar/tajam | Remah, gampang dihancurkan, dan lembut |



