Membuat Konsentrat Tinggi Protein dari Ampas Bir/Ampas Tahu

Ternaktani
Ternaktani
August 28, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Sebelum masuk ke resep, kamu wajib tahu kenapa dua bahan limbah ini jadi “emas hijau” di dunia peternakan:

  • Kaya Protein Kasar (PK): Ampas tahu mengandung PK sekitar 20%–25%, sedangkan ampas bir bisa mencapai 24%–28%. Cocok banget buat pembentukan otot dan daging ternak!

  • Harga Super Murah: Dibandingkan membeli konsentrat jadi dari pabrik, memanfaatkan limbah ini bisa memotong anggaran pakan hingga 40%–50%.

  • Membuat konsentrat tinggi protein dari ampas tahu atau ampas bir bukan cuma solusi menekan biaya pakan, tapi juga strategi cerdas bikin pertumbuhan ternak kamu melesat tajam.

1. Persiapan Bahan dan Formula Racikan

Biar nutrisinya seimbang dan tidak bikin pencernaan ternak terganggu, ampas tahu/bir tidak boleh diberikan polosan begitu saja. Kita perlu memadukannya dengan sumber karbohidrat dan mineral.

Berikut adalah racikan standar untuk membuat 100 kg Konsentrat Protein Tinggi:

Bahan Pakan Porsi (Kg) Fungsi Utama
Ampas Tahu / Ampas Bir (Kering) 50 kg Sumber utama protein tinggi
Dedak Padi / Bekatul 30 kg Sumber energi & karbohidrat
Jagung Giling 15 kg Penambah kalori & pati
Mineral Feed / Garam Dapur 2 kg Penguat tulang & metabolisme
Molase (Tetes Tebu) 2–3 kg Sumber gula / energi cepat
Probiotik/EM4 Peternakan 200 ml Starter fermentasi & pengurai nutrisi

2. Tahap Pengeringan (Langkah Paling Krusial!)

Ampas tahu dan ampas bir segar punya kandungan air yang sangat tinggi (bisa mencapai 80%). Kalau langsung dicampur dan disimpan, pakan bakal cepat busuk dan berjamur!

  • Peras Airnya: Gunakan kain blacu atau mesin peras sederhana untuk mengurangi kadar air.

  • Penjemuran: Jemur ampas di bawah terik matahari hingga kadar airnya turun menjadi sekitar 15%–20% (terasa agak renyah/kering saat digenggam dan tidak menggumpal basah).

Baca Juga  Cara Mengatur Pencahayaan Lampu UV di Kandang Lalat BSF

3. Proses Pencampuran & Fermentasi

Agar daya cerna pakan makin mantap dan asam amino-nya makin gampang diserap tubuh ternak, lakukan proses fermentasi singkat:

  1. Aduk Bahan Kering: Campurkan ampas kering, dedak, jagung giling, dan mineral di atas terpal bersih sampai benar-benar merata (homogen).

  2. Larutkan Stater Fermentasi: Campurkan molase dan probiotik ke dalam air bersih secukupnya (sekitar 5–10 liter air).

  3. Percikkan Cairan: Siramkan larutan probiotik tadi ke atas adonan pakan secara perlahan sambil terus diaduk. Pastikan kelembapan adonan ada di tingkat sedang (saat dikepal tidak meneteskan air, tapi tidak pecah berhamburan).

  4. Simpan Kedap Udara (Anaerob): Masukkan adonan pakan ke dalam drum plastik atau kantong silase tebal. Padatkan adonan sampai tidak ada udara tersisa, lalu tutup rapat-rapat.

  5. Tunggu 3–5 Hari: Biarkan proses fermentasi bekerja selama 3–5 hari.

4. Cara Pemberian ke Ternak

Setelah 3–5 hari, buka drum fermentasi. Konsentrat yang berhasil akan mengeluarkan aroma harum manis khas tapai dan tidak berbau busuk/tapak.

  • Dosis Pemberian: Berikan pakan konsentrat ini sekitar 1%–2% dari bobot badan ternak per hari sebagai pakan penguat.

  • Combine dengan pakan serat (seperti rumput odot, setaria, atau rambatan) agar sistem pencernaan ruminansia tetap stabil.

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *