Panduan Budidaya Jangkrik Alam (Kalung) vs Jangkrik Genggong

Ternaktani
Ternaktani
September 4, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Tapi sebelum kamu beli boks dan bibitnya, kamu wajib tahu dulu kalau ada dua jenis jangkrik yang paling populer diternakkan di Indonesia: Jangkrik Alam (Kalung) dan Jangkrik Genggong (Kuning/Bledrag).

Biar gak salah langkah dan bisa menyesuaikan dengan pasar sasaranmu, yuk bedah perbandingan lengkap dan panduan budidayanya di bawah ini!

Mengenal Perbedaan Jangkrik Alam (Kalung) vs Jangkrik Genggong

Memilih jenis jangkrik yang tepat akan sangat menentukan arah pemasaran dan teknik perawatannya.

  • Jangkrik Alam / Kalung (Gryllus bimaculatus):

    • Ciri Fisik: Berwarna cokelat gelap kehitaman, punya garis kuning tipis di pangkal sayap (menyerupai kalung).

    • Karakter: Gerakannya sangat lincah, lebih agresif, dan tekstur tubuhnya renyah.

    • Pasar: Sangat disukai pemelihara burung kicau (karena stamina tinggi) dan pemancing.

  • Jangkrik Genggong / Kuning (Gryllus mitratus):

    • Ciri Fisik: Berwarna cokelat kemerahan atau agak kekuningan, ukurannya cenderung lebih besar dan agak gempal.

    • Karakter: Tekstur tubuhnya lebih lunak, tidak terlalu agresif, dan kandungan airnya lebih banyak.

    • Pasar: Favorit untuk pakan reptil (seperti gecko atau iguana) dan ikan hias (seperti arwana).

Perbandingan Parameter Budidaya

Parameter Jangkrik Alam (Kalung) Jangkrik Genggong
Masa Panen $30\text{–}35\text{ hari}$ dari penetasan $25\text{–}30\text{ hari}$ (relatif lebih cepat)
Daya Tahan Hidup Sangat kuat & tahan penyakit Cenderung sensitif terhadap kelembapan
Kebutuhan Pakan Rakus (hijauan + konsentrat) Lebih menyukai daun lembap/sayuran tinggi air
Harga Jual Stabil & relatif lebih tinggi Sangat bergantung pada permintaan peternak lokal

4 Langkah Utama Budidaya untuk Pemula

Apapun jenis jangkrik yang kamu pilih, langkah dasar pengelolaannya tetap sama:

1. Menyiapkan Boks Ternak & Media Egg Tray

  • Buat boks dari kayu tripleks atau kardus tebal dengan ukuran standar $200 \times 60 \times 60\text{ cm}$.

  • Lapisi pinggiran atas boks dengan lakban licin agar jangkrik tidak merayap keluar.

  • Susun egg tray (tempat telur karton) secara berselang-seling di dalam boks sebagai tempat bersembunyi dan tempat beraktivitas jangkrik.

Baca Juga  Cara Mengolah Batang Sagu Jadi Sumber Karbohidrat Pakan Babi

2. Penetasan Telur

  • Beli telur jangkrik berkualitas dari breeder terpercaya.

  • Tebar telur di atas kain basah atau kertas koran yang diletakkan di atas susunan egg tray.

  • Jaga kelembapan kain agar telur menetas serentak dalam kurun waktu $3\text{–}5\text{ hari}$.

3. Pemberian Pakan & Air

  • Fase Awal (Usia 1–10 hari): Berikan voer/pur ayam yang sudah dihaluskan agar mudah dicerna bibit jangkrik (nymph).

  • Fase Pembesaran (Usia >10 hari): Tambahkan pakan hijauan seperti daun pepaya, batang pisang muda (gedebog), atau daun sawi untuk memenuhi kebutuhan serat dan cairan jangkrik.

  • Sistem Minum: Hindari menaruh wadah air terbuka karena jangkrik muda gampang tenggelam. Gunakan pelepah pisang basah atau spons basah sebagai sumber air minumnya.

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *