Cara Menguji Kualitas Dedak Padi Asli vs Dedak Oplosan Sekam

Ternaktani
Ternaktani
September 7, 2026 2 Min Read 0

Gubuku – Buat kamu yang lagi merintis bisnis peternakan, dedak padi pasti jadi salah satu bahan pakan utama yang wajib ada. Masalahnya, di pasaran makin marak oknum nakal yang menjual dedak oplosan alias dedak halus yang dicampur gilingan sekam (kulit gabah mentah).

Efek dedak oplosan ini gak main-main. Selain nutrisinya anjlok, kandungan serat kasar yang terlalu tinggi dari sekam bisa bikin pencernaan ternak terganggu, bahkan bikin pertumbuhan ternak jadi stuck.

Biar modal ternak kamu gak melayang sia-sia, yuk pahami cara membedakan dan menguji dedak padi asli vs dedak oplosan sekam dengan langkah yang super gampang berikut ini!

Ciri Visual & Fisik: Dedak Asli vs Oplosan

Sebelum masuk ke pengujian cair, kamu bisa melakukan pengecekan awal menggunakan indra penglihatan, peraba, dan penciuman.

  • Tekstur Saat Dipegang: Dedak asli terasa sangat halus, lembut, dan sedikit berminyak/lembab ketika dikepal. Dedak oplosan terasa kasap, kasar, dan meninggalkan sisa tusukan sekam di telapak tangan.

  • Aroma: Dedak asli punya aroma khas bekatul yang gurih dan segar. Dedak oplosan aromanya cenderung hambar, apek, atau berbau sekam kering.

  • Warna: Dedak asli berwarna cokelat muda keemasan yang merata. Dedak oplosan biasanya terlihat belang dengan bintik-bintik putih/kuning terang dari pecahan sekam.

3 Metode Pengujian Sederhana di Lapangan

Untuk memastikan kualitasnya $100\%$, kamu bisa melakukan tes sederhana ini tanpa perlu alat laboratorium yang mahal:

1. Uji Endapan Air (Tes Melayang vs Tenggelam)

Ini cara paling cepat dan populer buat mendeteksi sekam giling.

  • Masukkan 1-2 genggam dedak ke dalam wadah atau gelas berisi air bersih, lalu aduk rata.

  • Biarkan selama $2\text{–}3\text{ menit}$.

  • Hasil: Dedak padi yang kaya nutrisi akan tenggelam ke dasar air. Jika di permukaan air mengapung banyak serpihan kasar dalam jumlah besar, fix itu adalah sekam giling.

Baca Juga  Trik Penetasan Telur Jangkrik Agar Menetas Serentak 99%

2. Uji Kepalan Tangan (Tes Kepadatan)

  • Ambil dedak secukupnya, lalu kepal erat-erat di dalam genggaman tangan kamu selama beberapa detik.

  • Buka genggaman tangan secara perlahan.

  • Hasil: Dedak asli akan tetap menggumpal atau berbentuk padat karena kandungan minyak/lemak alaminya. Dedak oplosan sekam akan langsung hancur dan terurai kembali karena teksturnya yang kering dan kaku.

3. Uji Saringan (Mesh Test)

  • Gunakan ayakan halus (saringan tepung) untuk mengayak dedak.

  • Hasil: Dedak asli akan lolos saringan hampir seluruhnya. Jika tersisa gumpalan kasar berbentuk jarum atau serbuk tajam di atas saringan, berarti dedak tersebut sudah dicampur sekam tumbuk.

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

 

 

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *