Gubuku – Buat kamu para peternak Gen Z yang lagi merintis bisnis ayam broiler, layer, atau unggas lainnya, nemuin ternak yang mendadak lesu pasti bikin ketar-ketir. Salah satu penyakit yang sering banget jadi “pembunuh senyap” di kandang adalah Colibacillosis, alias infeksi bakteri Escherichia coli (E. coli).
Penyakit ini gak cuma bikin pertumbuhan unggas terhambat (stunting), tapi juga bisa nular dengan cepat dan ngerusak organ dalam ayam. Biar bisnis kamu gak rugi parah, yuk paham cara mengenali dan mengatasi serangan E. coli ini sampai tuntas!
Gejala Khas Colibacillosis yang Wajib Kamu Tahu
Sebelum masuk ke cara pengobatan, kepoin dulu tanda-tanda kalau unggas kamu udah mulai terinfeksi E. coli:
-
Fisik & Perilaku: Ayam kelihatan lesu, bulu berdiri/kusam, sayap terkulai, dan nafsu makan turun drastis.
-
Pencernaan: Mencret berwama hijau kekuningan atau putih, bagian anus (cloaca) sering kotor oleh kotoran yang menempel.
-
Pernapasan: Sering terdengar suara ngorok (snicking), bernapas dengan mulut terbuka, atau mata berair.
-
Bedah Bangkai (Autopsi): Terlihat selaput putih tebal yang menutupi organ hati (perihepatitis) dan jantung (pericarditis).
4 Langkah Efektif Mengatasi Penyakit E. Coli pada Unggas
Kalau kandang kamu mulai terindikasi kena serangan Colibacillosis, langsung gerak cepat pakai langkah-langkah ini:
1. Isolasi Ternak yang Sakit
Jangan tunggu besok! Pisahkan ayam yang menunjukkan gejala sakit ke kandang karantina yang jauh dari populasi sehat. Ini kunci utama biar rantai penularan langsung terputus.
2. Berikan Antibiotik yang Tepat Sasaran
Karena penyebabnya adalah bakteri, penggunaan antibiotik adalah solusinya.
-
Pilihan Obat: Gunakan antibiotik golongan Fluoroquinolones (seperti Enrofloxacin), Aminoglikosida, atau Sulfonamida yang dicampur ke air minum.
-
Aturan Main: Berikan obat selama 3–5 hari berturut-turut. Jangan berhenti di tengah jalan meskipun ayam kelihatan udah membaik, biar bakterinya gak kebal (resisten).
3. Sanitasi & Desinfeksi Air Minum (Kunci Utama!)
Bakteri E. coli paling sering menyebar lewat air minum yang tercemar kotoran atau lingkungan yang kotor.
-
Sterilkan tempat minum setiap hari.
-
Gunakan desinfektan khusus air minum (seperti kaporit/chlorine atau antiseptik berbahan Yodium) dengan dosis yang aman untuk membunuh bakteri di dalam saluran air kandang.
4. Support dengan Suplemen & Multivitamin
Bantu daya tahan tubuh ayam yang tersisa dengan memberikan multivitamin (terutama Vitamin C dan E) serta elektrolit. Ini berguna buat mengembalikan stamina dan mencegah ayam dari stres akibat dehidrasi.


