Gubuku – Masa farrowing alias masa saat induk babi melahirkan hingga menyusui adalah momen paling krusial dalam bisnis peternakan. Di fase ini, induk babi butuh energi ekstra keras buat memproduksi ASI berkualitas sekaligus menjaga kondisi tubuhnya sendiri agar tidak terlalu kurus.
Kalau pakan yang diberikan kurang pas, produksi ASI bisa seret, anak babi jadi lemas, dan induk bakal susah buat masuk ke siklus kawin berikutnya. Supaya performa kandang tetap maksimall, yuk simak panduan manajemen pakan babi farrowing yang simpel dan gampang diterapkan berikut ini!
1. Kenapa Pakan Masa Farrowing Itu Penting Sangat?
Selama menyusui, kebutuhan nutrisi induk babi melonjak hingga 2 sampai 3 kali lipat dibandingkan masa bunting biasa. Induk butuh asupan nutrisi tinggi untuk dua hal utama:
-
Produksi Kolostrum & ASI: Melindungi dan menutrisi anak babi yang baru lahir.
-
Mencegah Weight Loss Berlebihan: Induk yang terlalu kurus saat sapih akan mengalami penurunan tingkat kesuburan (re-breeding jadi lama).
2. Strategi Pemberian Pakan Berdasarkan Fase Menyusui
Pemberian pakan babi farrowing tidak bisa disamaratakan setiap hari. Ada tahapan bertahap agar pencernaan induk tidak kaget.
A. Hari H Melahirkan (Hari ke-0)
-
Porsi: Sangat sedikit atau cukup beri air minum bersih secara ad libitum (tanpa batas).
-
Fokus: Berikan istirahat. Jika induk terlihat lapar, berikan pakan halus sekitar 0,5 – 1 kg saja untuk mengganjal perut agar pencernaan tidak kaget.
B. Hari ke-1 sampai Hari ke-7 (Masa Transisi)
-
Porsi: Naikkan jumlah pakan secara bertahap (sekitar 0,5 kg per hari).
-
Fokus: Menyesuaikan pencernaan induk dengan kenaikan produksi ASI.
C. Hari ke-8 hingga Sapih (Peak Lactation)
-
Porsi: Berikan pakan secara maksimal (ad libitum atau sesuai porsi perhitungan).
-
Rumus Sederhana Porsi Pakan Harian:
Contoh: Jika induk punya 10 ekor anak, maka butuh pakan: per hari.
3. Nutrisi Wajib dalam Formulasi Pakan Menyusui
Pakan babi menyusui harus memiliki kepadatan nutrisi yang lebih tinggi dibanding pakan pembesaran biasa. Pastikan kandungan utamanya memenuhi standar berikut:
-
Protein Kasar (PK): Minimal 16% – 18% untuk mendukung pembentukan milk protein.
-
Energi Terpadat (ME): Sekitar 3.200 – 3.400 kcal/kg untuk mencegah induk kehilangan bobot tubuh secara drastis.
-
Kalsium & Fosfor: Wajib seimbang untuk mencegah induk mengalami kelumpuhan akibat kekurangan kalsium saat menyusui (lactation paralysis).
-
Serat Kasar: Cukup 3% – 5% saja untuk mencegah sembelit/konstipasi pascamelahirkan.


