Panduan Cara Ternak Burung Poksay dan Anis Merah

Ternaktani
Ternaktani
October 4, 2026 4 Min Read 0

Gubuku – Dunia kicau mania sekarang bukan cuma lapaknya bapak-bapak lagi! Banyak anak muda Gen Z yang mulai lirik bisnis penangkaran (breeding) burung berkicau karena peluang pasarnya yang stabil dan nilai jualnya yang tinggi.

Dua spesies yang punya basis penggemar fanatik dan harga yang tergolong “sultan” adalah Burung Poksay (seperti Poksay Mandarin/Hongkong) dan Anis Merah (si raja teler). Suara merdu, gaya tarung yang unik, serta populasi yang mulai terbatas bikin permintaan dua jenis burung ini selalu tinggi.

Buat kamu yang mau coba peruntungan di bisnis kicau, yuk simak panduan lengkap cara ternak burung poksay dan anis merah yang praktis dan gampang dipahami ini!

1. Persiapan Kandang Penangkaran yang Ideal

Kunci sukses breeding itu ada di kenyamanan burung. Kalau mereka merasa terancam atau stres, proses bertelur bisa gagal total.

Kandang Ternak Poksay

  • Tipe Kandang: Gunakan kandang aviary (kandang koloni/besar) berukuran minimal .

  • Suasana: Poksay suka suasana yang mirip habitat aslinya. Tambahkan tanaman rindang di dalam kandang, gemericik air (fountain kecil), dan tempat mandi.

  • Sarang: Sediakan kotak kayu atau sarang anyaman bambu di sudut yang terlindungi dan agak tinggi.

Kandang Ternak Anis Merah

  • Tipe Kandang: BISA pakai kandang aviary atau kandang sekat/soliter berukuran sekitar .

  • Karakteristik: Anis merah itu burung yang sensitif banget sama kebisingan berlebih. Taruh kandang di tempat yang tenang, terhindar dari lalu lalang orang, serta bebas dari predator seperti kucing atau tikus.

  • Sarang: Berikan sangkar berbentuk mangkok dari sabut kelapa atau serat cemara.

2. Cara Memilih Indukan Berkualitas Super

Jangan asal beli burung! Modal utama ternak yang sukses berasal dari materi indukan yang prima.

  • Poksay: Pilih jantan yang aktif berkicau (gacor), bulu bersih mengkilap, dan mata jernih. Betina pilih yang sudah berumur minimal 1,5 tahun dan tidak terlalu agresi saat didekatkan.

  • Anis Merah: Pilih jantan yang sudah rajin “teler” (gaya khas anis merah saat nyanyi) dan bertubuh proporsional. Untuk betina, pilih yang sudah berumur di atas 1 tahun dan menunjukkan respon matang kelamin (sering memanggil jantan).

Baca Juga  Panduan Budidaya Lobster Air Tawar Sistem Indoor Aquarium

3. Proses Perjodohan (Penjodohan)

Ini step yang paling butuh kesabaran. Jangan langsung menyatukan jantan dan betina dalam satu kandang, bisa-bisa mereka berkelahi sampai terluka.

  1. Tahap Pengenalan: Dekatkan kandang jantan dan betina secara berdampingan selama 3–7 hari.

  2. Cek Ciri-Ciri Jodoh:

    • Poksay: Kedua burung mulai sering bertatapan, berkicau bersahut-sahutan tanpa menunjukkan pose menyerang, atau saling menyuapi pakan lewat sela jeruji.

    • Anis Merah: Betina akan menggetarkan sayapnya (ngeper) dan menganggukkan kepala saat melihat jantan, sementara jantan makin rajin gacor.

  3. Penyatuan: Masukkan betina terlebih dahulu ke kandang ternak, lalu masukkan jantan di sore hari. Pantau interaksi mereka selama beberapa jam pertama.

4. Manajemen Pakan Nutrisi Tinggi (Extra Fooding)

Saat masa perjodohan dan bertelur, konsumsi pakan bernutrisi tinggi hukumnya wajib buat memicu birahi dan kualitas telur.

Jenis Burung Pakan Utama Extra Fooding (EF) Wajib
Poksay Voer berkualitas tinggi Jangkrik (10–15 ekor/hari), ulat hongkong, cacing tanah, dan buah-buahan (pisang/pepaya).
Anis Merah Voer halus/sedang Cacing tanah (sangat bagus untuk memicu birahi), jangkrik segar, kroto segar, dan buah apel.

5. Perawatan Telur dan Anakan (Piyik)

  • Masa Mengeram: Setelah bertelur (biasanya 2–3 butir), pangkas pakan extra fooding agar birahi induk turun dan mau fokus mengerami telur selama 12–14 hari.

  • Pembersihan Kandang: Kurangi intensitas membersihkan kandang saat indukan mengeram agar mereka tidak kaget dan membuang telurnya.

  • Lolos Anakan: Kamu bisa memilih metode hand-rearing (panen anakan di usia 7–10 hari lalu disuapi manual) menggunakan bubur lolohan khusus. Metode ini bikin anakan jadi jinak dan cepat beradaptasi dengan manusia.

6. Strategi Pemasaran untuk Pasar Kicau Gen Z

Biar hasil ternakan kamu makin bernilai dan cepat laku, manfaatkan kanal digital:

  • Bikin Branding di Sosial Media: Dokumentasikan proses breeding, aksi jantan teler, hingga momen menetas di TikTok atau Instagram Reels. Konten transparan bikin calon pembeli makin percaya.

  • Gunakan Ring/Gelang Identitas: Pasang ring khusus atas nama breeding kamu di kaki anakan. Ini memberikan kesan profesional dan menjaga otentisitas katuranggan/trah burung.

  • Masuk Komunitas Kicau Mania: Sering-sering gabung di grup Facebook lokal atau forum kicau mania buat meluaskan jaringan pembeli.

Baca Juga  Cara Mengembangkan Usaha Peternakan Kelinci

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Cara Memilih Indukan Rusa Berkualitas untuk Pembiakan...
Gubuku - Pernah kepikiran bisnis peternakan yang beda dari biasanya,...
Read more
Panduan Pembuatan Lapangan Latihan (Paddock)
Gubuku - Kuda itu hewan yang active by nature. Di...
Read more
Trik Pemasaran Susu Kuda Liar Asli Sumbawa...
Gubuku - Susu kuda liar asli Sumbawa mungkin kedengeran kayak...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *