Gubuku – Buat kamu Gen Z yang lagi mendalami bisnis peternakan kuda, olahraga berkuda (equestrian), atau sekadar hobi animal care, ada satu pepatah lama di dunia equine yang wajib kamu pegang: “No foot, no horse”. Artinya, sehebat apa pun ras atau performa seekor kuda, kalau kukunya bermasalah, kuda tersebut gak bakal bisa beraktivitas dengan optimal.
Di sinilah peran penting seorang Farrier—ahli spesialis pemangkasan (trimming) dan pemasangan sepatu tapal kuda (shoeing).
Kuku kuda itu mirip seperti kuku manusia yang terus tumbuh, bedanya kuku kuda menopang beban tubuh ratusan kilogram. Kalau gak dirawat secara rutin, kuku bisa pecah, terinfeksi, atau bikin struktur kaki kuda cedera permanen. Yuk, bahas tuntas cara merawat kuku kuda dan proses pemasangan sepatu kuda ala farrier profesional!
1. Kenapa Kuku Kuda Harus Dipotong dan Dipasang Sepatu?
Kuku kuda terbuat dari zat keratin (mirip kuku dan rambut kita) yang tumbuh sekitar setiap bulannya.
-
Trimming (Pemangkasan): Di alam liar, kuku kuda terkikis alami karena terus berjalan di medan kasar. Tapi buat kuda peliharaan atau kuda kerja, pertumbuhan kuku sering gak seimbang, sehingga wajib dipotong rutin tiap 4 hingga 8 minggu sekali.
-
Shoeing (Pemasangan Sepatu): Tapal kuda berfungsi melindung kuku dari aus berlebihan, mencegah retak di medan keras (aspal/bebatuan), serta memberi traksi tambahan saat berjalan atau melompat.
2. Alat-Alat Utama yang Digunakan Farrier
Sebelum mulai merawat kuku, seorang farrier wajib menyiapkan “senjata” khusus berikut:
-
Hoof Pick: Alat pengait untuk membersihkan kotoran, kerikil, dan lumpur di telapak kuku.
-
Hoof Nippers: Tang pemotong khusus untuk memangkas dinding kuku yang kepanjangan.
-
Hoof Knife: Pisau melengkung buat merapikan bagian sole (telapak) dan frog (bantalan empuk berbentuk V di tengah kuku).
-
Hoof Rasps: Kikir besi besar buat meratakan dan menghaluskan permukaan kuku setelah dipotong.
-
Shoeing Hammer & Clincher: Palu khusus dan tang pengunci paku sepatu kuda.
3. Tahap demi Tahap Perawatan Kuku Kuda (Trimming)
Proses pemangkasan kuku harus dilakukan dengan hati-hati dan tenang agar kuda tidak stres atau menendang.
Langkah 1: Pembersihan Total (Cleaning)
Gunakan hoof pick dari arah tumit menuju jari kuku. Bersihkan semua kotoran yang menyumbat di area cekungan sekitar frog. Cek apakah ada aroma busuk (indikasi infeksi thrush) atau benda tajam yang menancap.
Langkah 2: Pemangkasan Dinding Kuku (Nipper Trimming)
Farrier akan mengukur sudut kemiringan kuku agar seimbang dengan sendi kaki. Gunakan hoof nippers untuk memotong kelebihan dinding kuku melingkar dari tumit kanan, melintasi depan kuku, hingga tumit kiri.
Langkah 3: Merapikan Frog dan Sole
Pangkas bagian sole yang mati/mengkristal menggunakan hoof knife. Rapikan juga jaringan frog yang terkelupas. Ingat: Jangan memotong frog terlalu dalam karena area ini berfungsi sebagai pemeredam getaran (shock absorber).
Langkah 4: Mengikir Kuku (Rasping)
Gunakan hoof rasp untuk meratakan bagian bawah kuku agar benar-benar datar (flat). Ratakan juga dinding luar kuku biar tidak ada sudut tajam yang rawan retak.
4. Proses Pemasangan Sepatu Kuda (Shoeing)
Setelah kuku selesai dipangkas dan diratakan, proses pemasangan sepatu (tapal) siap dilakukan:
[Pemilihan Ukuran Sepatu] → [Pencetakan/Penyesuaian Bentuk (Cold/Hot Fitting)]
↓
[Penguncian Paku Kuku] ← [Pemasangan Paku pada Dinding Kuku (Nailing)]
↓
[Finishing & Penghalusan Akhir]
-
Penyesuaian Bentuk Sepatu (Fitting): Sepatu besi disesuaikan dengan bentuk kuku kuda (bisa ditekuk dingin dengan landasan besi atau dibentuk panas lewat pembakaran). Sepatu yang menyesuaikan bentuk kuku, bukan kuku yang dipaksa mengikuti bentuk sepatu.
-
Pemasangan Paku (Nailing): Paku khusus tapal dipukul menembus dinding luar kuku (white line). Proses ini tidak sakit buat kuda karena area dinding kuku luar tidak memiliki saraf sensitif.
-
Penguncian Paku (Clinching): Ujung paku yang menembus keluar dinding kuku dipotong, lalu ditekuk dan dikunci rapat menggunakan clincher agar sepatu tidak gampang lepas.
-
Finishing: Kikir kembali area tumpuan paku agar mulus dan tidak membahayakan kaki kuda yang lain saat bergesekan.


