Gubuku – Kenapa Harus Wijen? Si Kecil Cabe Rawit yang Tahan Kekeringan
Sebelum masuk ke cara menanamnya, kalian harus tahu dulu kenapa wijen itu worth it banget buat dicoba.
-
Tahan Kekeringan: Akar wijen bisa tumbuh jauh ke dalam tanah buat mencari cadangan air. Jadi, tanaman ini nggak manja kalau jarang disiram.
-
Modal Relatif Kecil: Nggak butuh perawatan super rumit seperti tanaman hortikultura lainnya.
-
Peluang Cuan Tinggi: Permintaan pasar untuk biji wijen berkualitas selalu stabil, baik untuk industri makanan, minyak, maupun ekspor.
4 Langkah Rahasia Sukses Nanam Wijen di Lahan Kering
Supaya hasil panenmu nggak setengah-setengah dan menghasilkan biji wijen yang super berkualitas, ikuti langkah-langkah praktis ini:
1. Pilih Benih Unggul yang Resisten
Kunci utama dari panen yang sukses ada di pemilihan benih. Pastikan kalian memilih varietas biji wijen yang memang tahan terhadap kekeringan dan hama. Benih yang berkualitas biasanya punya tingkat kemurnian dan daya tumbuh di atas 80%. Jangan asal comot benih ya, guys!
2. Olah Lahan Kering dengan “Santai Tapi Serius”
Meskipun wijen tahan kering, tanahnya tetap butuh persiapan agar akarnya bisa bernapas lega.
-
Bersihkan lahan dari gulma atau sisa tanaman sebelumnya.
-
Cangkul atau bajak tanah kedalaman sekitar 20–30 cm supaya strukturnya gembur.
-
Bikin bedengan dengan sistem drainase sederhana. Tujuannya agar saat tiba-tiba ada hujan deras, air tidak menggenang dan bikin akar busuk.
3. Perhatikan Teknik Tanam yang Pas
Waktu tanam yang paling ideal adalah di akhir musim hujan menjelang musim kemarau, atau saat tanah masih menyimpan sedikit kelembapan.
-
Buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 2–3 cm saja.
-
Masukkan 3–4 biji wijen per lubang, lalu tutup tipis dengan tanah atau kompos.
-
Jarak antar tanaman sebaiknya dibuat sekitar 30 x 40 cm agar tiap tanaman punya ruang tumbuh yang maksimal tanpa berebut nutrisi.
4. Perawatan Minimalis tapi Efektif
Karena ditanam di lahan kering, kalian tidak perlu repot menyiramnya setiap hari. Cukup lakukan ini:
-
Penyiraman Awal: Lakukan penyiraman intensif hanya pada minggu-minggu pertama setelah benih disebar agar perkecambahan berjalan mulus. Setelah itu, kurangi intensitasnya.
-
Pemupukan Tepat Waktu: Berikan pupuk organik atau NPK secukupnya saat tanaman berusia 2–3 minggu setelah tanam untuk merangsang pertumbuhan daun dan cabang.
-
Weeding (Penyiangan): Cabut rumput liar di sekitar tanaman wijen agar nutrisi tanah tidak direbut oleh gulma.
Waktunya Panen! Ciri-Ciri Wijen Siap Petik
Biasanya, tanaman wijen sudah bisa dipanen dalam waktu 80 sampai 120 hari setelah tanam, tergantung varietasnya.
Tanda-tanda kalau wijen siap dipanen adalah daun dan batangnya mulai menguning serta mengering, dan kapsul buah (polong) di batangnya mulai berubah warna dari hijau menjadi kecokelatan. Jangan tunggu sampai polongnya pecah di pohon ya, karena bijinya bisa rontok dan terbuang sia-sia!
Setelah dipanen, jemur batang wijen di bawah terik matahari selama beberapa hari sampai polongnya terbuka, lalu rontokkan bijinya dengan cara dibalik atau dipukul pelan-pelan. Simpan biji wijen di tempat yang kering dan kedap udara agar kualitasnya tetap terjaga.
Tertarik buat memanfaatkan lahan nganggurmu jadi ladang cuan? Yuk, langsung praktikkan cara nanam biji wijen berkualitas tinggi ini sekarang juga!



