Gubuku – Sebelum melangkah lebih jauh, kamu harus paham fondasi utamanya:
-
Backyard Breeder (Ilegal & Unethical): Mengawinkan kucing tanpa sertifikat silsilah (pedigree), tidak terdaftar di organisasi resmi, mengabaikan kesehatan genetik, dan cuma fokus nyari untung instan.
-
Cattery Resmi (Legal & Professional): Terdaftar di organisasi pecinta kucing nasional/internasional, punya sertifikat silsilah resmi, memprioritaskan kesehatan hewan, dan mematuhi etika pembiakan (breeding code of ethics).
2. Bergabung dengan Organisasi Kucing Resmi
Syarat utama bisnis ternak kucing ras secara legal adalah terdaftar di induk organisasi kucing yang diakui secara nasional maupun internasional.
-
Organisasi Populer: Di Indonesia, kamu bisa mendaftar ke organisasi seperti ICA (Indonesian Cat Association) yang berafiliasi dengan FIFe, atau klub yang terhubung dengan CFA (Cat Fanciers’ Association) dan TICA (The International Cat Association).
-
Daftarkan Nama Cattery: Buat nama unik buat cattery kamu. Nama ini bakal jadi brand resmi yang menempel di sertifikat silsilah (pedigree) setiap anak kucing (kitten) yang kamu biakkan.
3. Pilih Kucing Indukan Berkualitas dan Ber-Pedigree
Jangan tergiur membeli kucing tanpa surat-surat cuma karena harganya murah.
-
Sertifikat Pedigree: Pastikan indukan jantan (sire) dan betina (dam) memiliki sertifikat silsilah resmi yang mencatat silsilah keluarga minimal 3-4 generasi.
-
Hak Breeding (Breeding Rights): Saat membeli indukan, pastikan kamu membeli kucing dengan hak breeding, bukan status pet quality (kucing peliharaan biasa yang wajib di-steril).
-
Bebas Penyakit Genetik: Lakukan tes kesehatan menyeluruh, termasuk cek bebas HCM (penyakit jantung), PKD (ginjal), sertifikat bebas FeLV/FIV, dan galur genetik bersih.
4. Urus Izin Usaha dan Kepatuhan Aturan Lingkungan
Karena statusnya bisnis komersial, kamu juga perlu memperhatikan legalitas usaha dan kenyamanan lingkungan sekitar:
-
Nomor Induk Berusaha (NIB): Daftarkan usaha kamu secara mandiri melalui sistem OSS (Online Single Submission) milik pemerintah.
-
Izin Tetangga & Lingkungan: Pastikan tempat usaha kamu tidak mengganggu warga sekitar karena bau atau suara. Tempat pembiakan hewan wajib memiliki pengelolaan limbah dan sanitasi yang bersih.
-
Standar Animal Welfare: Patuhi batasan maksimal frekuensi melahirkan bagi indukan betina (ideal maksimal 1–2 kali setahun) agar kesehatan indukan tetap terjaga.
5. Siapkan Fasilitas Kandang & Perawatan Kelas Wahid
Kucing ras yang stres atau sakit tidak akan menghasilkan keturunan yang bagus. Fasilitas cattery kamu wajib memenuhi standar ini:
| Fasilitas | Kriteria Wajib |
| Ruang Isolasi/Karantina | Khusus untuk kucing baru atau kucing yang sedang sakit agar tidak menular. |
| Ruang Melahirkan (Nursery) | Tempat tenang, hangat, dan aman dari jangkauan kucing lain. |
| Kontrol Suhu & Udara | Ruangan ber-AC dengan sirkulasi udara (exhaust fan) yang baik. |
| Area Bermain (Enrichment) | Cat tree, scratching post, dan mainan interaktif agar kucing bebas stres. |
6. Buat Surat Kontrak Adopsi / Jual Beli yang Jelas
Legalitas tidak berhenti di sertifikat pedet. Saat ada pembeli yang mau mengadopsi kitten dari cattery kamu, siapkan dokumen legal berupa Kontrak Adopsi.
Isi kontrak biasanya mencakup:
-
Garansi kesehatan awal.
-
Kewajiban vaksinasi lengkap sebelum lepas adopsi (minimal usia 3-4 bulan).
-
Ketentuan status adopsi (apakah dilepas sebagai pet quality atau breed/show quality).
-
Larangan menjual kembali kucing ke pasar gelap atau peternak ilegal.



