Gubuku- Buat kamu peternak muda dan Gen Z yang lagi kelola bisnis unggas (ayam broiler, petelur, atau bebek), pasti udah gak asing lagi sama masalah klasik yang satu ini: kotoran unggas yang menumpuk dan baunya bikin tetangga protes.
Selama ini, kotoran unggas cuma dianggap limbah bau atau paling banter dijual murah sebagai pupuk kandang mentah. Padahal, kalau kamu mau sedikit kreatif, kotoran unggas punya potensi besar buat disulap jadi pelet briket bahan bakar (biomassa)!
Selain bisa mengurangi bau dan menjaga lingkungan, pelet briket ini punya nilai jual tinggi sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Yuk, simak cara olah limbah unggas jadi briket yang gampang dan cuan ini!
Kenapa Kotoran Unggas Bagus Jadi Briket?
Kotoran unggas—terutama yang bercampur sekam alas kandang—mengandung serat organik tinggi dan serat selulosa yang punya kalori panas cukup baik saat dibakar.
Mengubahnya jadi pelet briket punya banyak keuntungan:
-
Mengurangi Bau & Lalat: Proses pengeringan dan karbonisasi membunuh kuman serta menghilangkan bau menyengat.
-
Hemat Energi: Briketnya bisa dipake sendiri buat pemanas kandang (brooder) anak ayam. Gak perlu beli LPG mahal!
-
Peluang Bisnis Baru: Briket biomassa makin dicari industri, UMKM kuliner, hingga ekspor buat bahan bakar ramah lingkungan.
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Gak perlu mesin pabrikan jutaan rupiah buat skala awal, kamu bisa rakit peralatan sederhana ini:
Bahan-Bahan
-
Kotoran Unggas Kering: Utamakan yang sudah bercampur sekam pakan/alas kandang.
-
Bahan Perekat: Tepung tapioka/kanji (sekitar dari total bobot bahan).
-
Air Bersih: Secukupnya buat mengaduk perekat.
-
Bahan Tambahan (Opsional): Serbuk gergaji atau arang sekam buat menambah daya bakar.
Peralatan
-
Tampah / Terpal buat penjemuran.
-
Tungku pembakaran / Drum pirolisis sederhana (jika mau buat briket arang).
-
Mesin cetak pelet / cetakan manual pipa PVC.
-
Ember besar & pengaduk.
Langkah-Langkah Mengolah Kotoran Unggas Jadi Pelet Briket
Ada dua metode utama: Metode Briket Mentah (langsung press & keringkan) dan Metode Briket Arang/Karbonisasi (dibakar hampa udara dulu). Kita bahas metode karbonisasi karena hasilnya lebih tidak berbau dan asapnya minimal!
Step 1: Pengeringan Awal (Drying)
Jemur kotoran unggas di bawah sinar matahari selama 1–2 hari sampai kadar airnya turun di bawah . Kotoran yang kering bakal lebih gampang dihancurkan dan tidak menyengat.
Step 2: Karbonisasi / Pengarangan
-
Masukkan kotoran kering ke dalam drum pembakaran tertutup yang diberi sedikit lubang udara (drum pirolisis).
-
Bakar sampai bahan berubah menjadi arang hitam (bukan abu putih).
-
Tumbuk atau giling arang kotoran tersebut sampai menjadi serbuk/tepung arang.
Step 3: Pembuatan Adonan Perekat
-
Campur tepung tapioka dengan air hangat dengan perbandingan sekitar .
-
Panaskan di atas kompor sambil diaduk sampai mengental seperti lem/booster.
-
Campurkan lem tapioka ini ke dalam tepung arang kotoran unggas. Aduk rata sampai adonan bisa dikepal dan tidak hancur.
Step 4: Pencetakan (Pelleting / Briquetting)
-
Masukkan adonan ke dalam mesin pencetak pelet atau cetakan manual dari pipa PVC.
-
Tekan/press semaksimal mungkin agar briket padat dan keras. Semakin padat briket, semakin lama durasi bakarnya nanti!
Step 5: Pengeringan Akhir
Jemur pelet briket yang sudah dicetak di bawah terik matahari selama 2–3 hari sampai benar-benar kering keras. Kadar air ideal briket siap pakai adalah di bawah .


