Gubuku – Kesan pertama itu krusial. Begitu pembeli nyimpan nomor kamu, mereka harus langsung tahu kalau kamu itu seller peternakan yang terpercaya, bukan akun bodong.
-
Foto Profil: Gunakan logo peternakanmu atau foto area kandang/produk yang bersih dan rapi.
-
Deskripsi Singkat: Tulis spesialisasi bisnis kamu. Contoh: “Penyedia Ayam Broiler Segar & DOC Super Berkualitas. Siap Kirim Skala Besar & Kecil.”
-
Alamat & Jam Operasional: Masukkan lokasi peternakan di Google Maps dan atur jam buka-tutup biar pelanggan tahu kapan harus chat.
2. Pajang “Eksalase” Produk Pakai Fitur Katalog (Catalog)
Gak perlu repot-repot bolak-balik ngirim puluhan foto produk setiap ada yang nanya “Ada apa aja, Kak?”. Manfaatin fitur Katalog.
-
Masukkan foto produk unggulan (misal: Ayam Broiler Utuh, Telur Segar Per Peti, atau DOC Ayam).
-
Lengkapi dengan detail harga, minimal pembelian, dan estimasi bobot/ukuran.
-
Pembeli tinggal buka katalog, pilih produk, dan langsung kirim ke chat kamu. Simpel banget, kan?
3. Pakai Automated Messages Biar Gak Ada Chat yang “Di-ghosting”
Pembeli paling malas kalau pertanyaannya gak direspon jam-jam awal. Biar customer service kamu standby 24/7, aktifkan pesan otomatis:
-
Greeting Message (Pesan Sambutan): Pesan yang otomatis terkirim saat ada nomor baru yang chat.
Contoh: “Halo! Terima kasih sudah menghubungi [Nama Peternakan]. Mau tanya stok ayam potong, DOC, atau penawaran kerja sama? Balas pesan ini ya, kami siap bantu!”
-
Away Message (Pesan Di Luar Jam Kerja): Menginformasikan kalau kamu lagi di luar jam operasional tapi tetap bakal bales secepatnya.
4. Set “Quick Replies” Buat Pertanyaan yang Sering Diulang
Siapa yang gak capek kalau harus mengetik ulang jawaban yang sama 10 kali sehari? Gunakan fitur Quick Replies (Balasan Cepat) dengan cara mengetik tanda /.
Bikin shortcut balasan untuk pertanyaan langganan seperti:
-
/lokasi$\rightarrow$ Kirim link Google Maps kandang/gudang. -
/rekening$\rightarrow$ Kirim nomor rekening bank & e-wallet resmi. -
/pakan$\rightarrow$ Penjelasan soal standar pakan & bobot ayam kamu.
5. Kelompokkan Pelanggan Menggunakan Fitur Label
Dalam bisnis peternakan, tipe pembeli itu beda-beda. Ada yang beli eceran, langganan rumah makan, atau agen distributor besar. Biar gak tertukar, rapikan pakai Label:
-
🟡 Pemesanan Baru: Pembeli yang baru sekadar nanya stok/harga.
-
🔵 Belum Lunas: Pesanan yang masuk tapi belum transfer DP/pelunasan.
-
🟢 Siap Kirim: Barang yang udah siap diantar tim logistik kandang.
-
🟣 Pelanggan Tetap (Resto/Pedagang): VIP Client yang rutin order tiap minggu.
Dengan label ini, kamu bisa follow up pembeli yang belum bayar tanpa takut keliru kirim pesan ke pembeli lain.
6. Bagikan Update Stok & Promo Lewat WhatsApp Status
Jangan sepelekan fitur Status! Ini adalah sarana marketing gratisan paling ampuh buat bikin pelanggan FOMO.
-
Upload video singkat saat proses panen ayam yang sehat dan padat.
-
Bikin status promo diskon/potongan ongkir buat pembelian dalam jumlah tertentu.
-
Tampilkan testimonial atau foto resi pengiriman biar calon pembeli makin yakin.



