Gubuku – Buat kamu para peternak muda dan pebisnis peternakan Gen Z, ada satu konsep keuangan penting yang sering kelewatan saat lagi semangat-semangatnya bangun bisnis: Biaya Penyusutan Indukan atau Depreciation of Breeders.
Pernah gak kamu mikir, sapi, kambing, domba, atau ayam indukan yang kamu beli hari ini harganya , tapi lagi nilainya tentu gak bakal sama? Indukan itu ibarat “mesin produksi” di peternakanmu. Makin tua usianya, performa reproduksinya bakal menurun, dan nilainya pun ikut menyusut.
Biar pencatatan keuangan (cash flow) peternakan kamu makin rapi dan gak kaget pas indukan harus diafkir (pensiun), yuk pahami cara menghitung biaya penyusutan indukan secara simpel di bawah ini!
Apa Itu Penyusutan Indukan dan Kenapa Wajib Dihitung?
Penyusutan Indukan adalah alokasi biaya pengeluaran atas pembelian atau pembesaran ternak indukan selama masa produktifnya.
Kenapa ternak indukan disusutkan seperti mesin pabrik?
-
Aset Biologis Tetap: Indukan dibeli bukan buat langsung dijual dagingnya, melainkan dipelihara jangka panjang untuk menghasilkan anak (fattening/pedet/cempe) atau telur.
-
Menghindari Laba Semu: Kalau kamu gak menganggarkan biaya penyusutan tiap bulan/tahun, keuanganmu bakal kelihatan untung besar di awal, tapi bingung pas modalnya habis untuk beli indukan baru.
-
Dana Tabungan Peremajaan: Biaya penyusutan ini berfungsi sebagai “cadangan dana” buat membeli/mengganti indukan baru pas indukan lama sudah afkir.
Rumus Dasar Menghitung Biaya Penyusutan Indukan
Cara paling populer dan praktis digunakan dalam akuntansi peternakan adalah Metode Garis Lurus (Straight-Line Method). Rumusnya simpel banget:
Penjelasan Istilah:
-
Harga Perolehan: Total biaya pembelian indukan sampai siap masuk kandang (termasuk ongkos kirim dan karantina).
-
Nilai Sisa (Residu): Perkiraan harga jual indukan saat sudah afkir/pensiun (biasanya dihitung berdasarkan harga jual daging afkir).
-
Masa Manfaat: Perkiraan berapa tahun indukan tersebut bisa produktif melahirkan/bertelur secara optimal.
Contoh Studi Kasus Perhitungan (Peternakan Kambing)
Biar makin jelas, mari kita pakaikan ke contoh kasus nyata.
Skenario: Rian membeli seekor indukan kambing Etawa unggul seharga Rp 6.000.000 (termasuk ongkir).
-
Perkiraan masa produktif kambing: 5 tahun
-
Estimasi harga jual kambing saat afkir nanti: Rp 2.000.000
Langkah 1: Hitung Penyusutan per Tahun
Langkah 2: Hitung Penyusutan per Bulan
Untuk mempermudah laporan keuangan bulanan, bagi hasil tahunan dengan :
Kesimpulan: Setiap bulan, Rian harus mencatat biaya operasional penyusutan sebesar Rp 66.667 per ekor indukan. Uang ini harus disisihkan dari hasil penjualan anak kambing sebagai modal penggantian indukan di masa depan.
Tabel Masa Manfaat & Estimasi Penyusutan Ternak Umum
Masa produktif tiap jenis ternak berbeda-beda. Berikut acuan umum yang sering digunakan di peternakan:


