Mengobati Kasus Pododermatitis (Bumblefoot) pada Ayam & Bebek

Ternaktani
Ternaktani
September 12, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Pernah gak sih kamu nemuin ayam atau bebek kesayangan jalannya pincang dan kelihatan layu sebelum berkembang? Pas kamu cek bagian bawah kakinya, ternyata ada benjolan bengkak dengan luka hitam yang kelihatan keras.

Buat kamu para peternak muda dan Gen Z, kondisi ini namanya Pododermatitis, atau yang lebih ngetren dengan sebutan Bumblefoot.

Bumblefoot itu ibarat “bisul” atau luka infeksi bakteri (biasanya Staphylococcus aureus) di telapak kaki unggas. Kalau dibiarin, infeksinya bisa menyebar ke tulang dan bikin unggas kamu lumpuh total. Nah, biar ternak kamu bisa balik slay dan jalan normal lagi, yuk simak trik penanganan dan pengobatannya di bawah ini!

Kenapa Bumblefoot Bisa Terjadi?

Sebelum masuk ke tahap pengobatan, kamu harus tahu dulu penyebab utamanya biar gak kecolongan lagi:

  • Alas Kandang (Litter) Keras/Lembap: Sekam yang basah kena kotoran atau permukaan semen yang kasar gampang banget bikin telapak kaki lecet.

  • Tangkringan Kurang Pas: Tangkringan yang terlalu tajam atau tinggi bikin kaki terbentur keras pas mendarat.

  • Berat Badan Berlebih (Obesitas): Beban tubuh yang terlalu berat nambah tekanan ekstra di telapak kaki.

Tools & Bahan yang Wajib Disiapkan

Gak perlu alat medis mahal, kamu bisa pakai bahan-bahan yang gampang ditemukan di apotek atau toko terdekat:

  • Air hangat + Garam Epsom (atau garam krosok)

  • Antiseptik (Betadine/Rivanol)

  • Salep antibiotik atau minyak habbatussauda

  • Kasa steril & Perban elastis (Vet Wrap)

  • Sarung tangan medis & Pinset (jika diperlukan)

Step-by-Step Trik Mengobati Bumblefoot

Pengobatan bumblefoot butuh kesabaran dan kehati-hatian. Ikuti langkah-langkah simpel ini:

1. Merendam Kaki dengan Air Garam Warm

  • Siapkan wadah berisi air hangat yang sudah dicampur garam Epsom/garam dapur secukupnya.

  • Rendam kaki ayam atau bebek yang terkena bumblefoot selama 10–15 menit.

  • Fungsinya: Melunakkan jaringan kulit mati (scab) yang menghitam dan meredakan rasa nyeri serta peradangan.

Baca Juga  Cara Memilih Binder (Perekat) Pakan Pellet Ikan yang Tahan Air

2. Membersihkan Luka & Mengeluarkan Core (Jaringan Mati)

  • Setelah kulit lunak, bersihkan area telapak kaki perlahan menggunakan antiseptik.

  • Kalau kondisi bumblefoot masih ringan (hanya bengkak merah), jangan dipaksa dipotong.

  • Jika sudah ada koreng hitam yang melunak, perlahan kelupas bagian luar yang mati. Kalau ada nanah keras (core) di dalamnya, tekan secara lembut sampai keluar.

  • Pro Tip: Ingat untuk selalu pakai sarung tangan bersih biar bakteri gak berpindah!

3. Sterilisasi & Beri Salep

  • Keringkan kaki dengan tisu bersih.

  • Oleskan cairan antiseptik (Betadine), lalu ratakan salep antibiotik atau minyak habbatussauda tebal-tebal di area bekas luka.

4. Balut Rapi (Perban Kaki)

  • Tutup area luka dengan kasa steril.

  • Balut menggunakan perban elastis dengan pola angka 8 di sela-sela jari kaki.

  • Catatan Penting: Pastikan balutan cukup erat supaya gak gampang lepas, tapi jangan terlalu kencang biar aliran darah gak terhambat.

Cheat Sheet: Pertolongan Pertama Berdasarkan Severity (Tingkat Keparahan)

Tingkat Keparahan Ciri-Ciri Fisik Action Plan
Ringan (Grade 1) Kaki kemerahan, ada lecet tipis, belum bengkak Bersihkan antiseptik + oles salep + perbaiki alas kandang
Sedang (Grade 2-3) Ada benjolan bengkak & koreng hitam (scab) Rendam air garam + keluarkan nanah lunak + balut perban
Parah (Grade 4-5) Bengkak parah ke punggung kaki, infeksi tulang Butuh pembedahan jaringan mati (Saran: Konsul Dokter Hewan)

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Kacang Fava untuk Diversifikasi Pangan
Gubuku-Kacang fava (Vicia faba) merupakan tanaman polong yang menghasilkan biji...
Read more
Potensi Tanaman Cowpea sebagai Komoditas Pangan Lokal
Gubuku-Cowpea atau kacang tunggak merupakan tanaman kacang-kacangan yang dapat dimanfaatkan...
Read more
Potensi Tanaman Lentil sebagai Pangan Sehat
Gubuku-Lentil merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang dikenal sebagai sumber...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *