Gubuku – Sebagian orang yang baru terjun ke bisnis peternakan mungkin mikir, “Tega amat paruh ayam dipotong?” Eits, tunggu dulu! Dalam industri peternakan modern, debeaking itu tindakan medis standar yang punya banyak manfaat:

  • Mencegah Kanibalisme & Bullying: Menjaga agar ayam gak saling melukai atau mencabut bulu temannya.

  • Menghemat Pakan (Zero Waste): Ayam gak bisa lagi “memilih-milih” pakan atau membuang pakan keluar dari wadah dengan paruhnya.

  • Mengurangi Telur Pecah: Paruh yang tumpul bakal mencegah ayam mematuk telurnya sendiri di dalam kandang.

  • Pertumbuhan Lebih Seragam: Semua ayam dapat porsi makan yang adil karena gak ada ayam petarung yang mendominasi.

Kapan Waktu yang Tepat Buat Debeaking?

Proses pemotongan paruh gak bisa dilakukan sembarangan waktu, ya. Idealnya, debeaking dilakukan pada umur 8–10 hari (fase DOC/Pullet awal).

Kenapa harus di umur ini?

  1. Pembuluh darah dan saraf di paruh ayam masih belum berkembang sempurna, jadi rasa sakitnya minim.

  2. Proses pemulihannya super cepat!

  3. Kalau memang diperlukan, debeaking ulang (touch up) bisa dilakukan lagi pada umur 8–10 minggu sebelum ayam masuk masa bertelur.

⚠️ Catatan Penting:

JANGAN pernah melakukan debeaking pas ayam sudah aktif bertelur (fase production), karena stresnya bisa bikin produksi telur merosot drastis!

Persiapan Sebelum Melakukan Debeaking

Biar proses debeaking berjalan mulus tanpa masalah, persiapkan hal-hal berikut:

  • Gunakan Alat Khusus (Debeaker Machine): Alat ini punya pisau pemotong panas (hot blade) yang fungsinya sekaligus membakar luka (kauterisasi) biar darahnya langsung mampet.

  • Berikan Vitamin K & C: Berikan vitamin K (pembeku darah) dan vitamin C (anti-stres) melalui air minum selama 2 hari sebelum dan sesudah proses debeaking.

  • Pilih Waktu yang Sejuk: Lakukan pemotongan paruh di pagi hari atau sore hari. Jangan pas siang bolong saat cuaca lagi panas-panasnya.

Baca Juga  Inspirasi Peternakan Kambing Modern yang Menginspirasi

Step-by-Step Cara Melakukan Debeaking yang Benar

Proses ini butuh ketenangan dan ketelitian tinggi. Ini dia langkah-langkahnya:

[Pegang Ayam Mantap] ➔ [Masukan Paruh ke Debeaker] ➔ [Potong & Bakar (2 Detik)] ➔ [Rilis ke Kandang]

1. Pegang Ayam dengan Benar

Pegang badan ayam dengan satu tangan, lalu gunakan ibu jari dan telunjuk tangan satunya untuk menahan kepala ayam secara lembut tapi mantap.

2. Posisikan Paruh

Tekan bagian bawah tenggorokan ayam sedikit ke belakang pake jari jempol biar lidah ayam tertarik ke dalam dan gak ikut terpotong pisau panas!

3. Masukkan ke Hole Plate Debeaker

Masukkan paruh atas dan bawah ke lubang mesin debeaker. Umumnya, paruh atas dipotong sekitar 1/3 bagian, sedangkan paruh bawah dipotong lebih sedikit (atau cukup ditumpulkannya saja).

4. Proses Potong dan Kauterisasi (2 Detik)

Tekan pisau panas debeaker (suhu pisau sekitar 600°C – berwarna agak kemerahan). Tahan pisau menempel pada paruh selama 1,5 hingga 2 detik. Panas pisau ini penting banget buat menutup pembuluh darah biar luka gak pendarahan.

Perawatan Pasca Debeaking (Aftercare)

Setelah dipotong paruhnya, ayam bakal merasa sedikit risih dan canggung pas mau makan. Tugas kamu adalah memanjakan mereka sebentar:

  • Pertebal Lapisan Pakan: Isi wadah pakan sampai agak tebal/penuh. Paruh ayam yang baru dipotong masih agak sensitif, kalau pakan tipis, paruhnya bakal mentok ke dasar wadah yang keras dan bikin ayam kesakitan.

  • Naikkan Tekanan Nipple/Air Minum: Pastikan air minum gampang dijangkau dan mengalir lancar.

  • Hindari Vaksinasi Pasca Debeaking: Jangan gabungkan jadwal debeaking dengan jadwal vaksinasi di hari yang sama biar ayam gak over-stress.

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Kacang Fava untuk Diversifikasi Pangan
Gubuku-Kacang fava (Vicia faba) merupakan tanaman polong yang menghasilkan biji...
Read more
Potensi Tanaman Cowpea sebagai Komoditas Pangan Lokal
Gubuku-Cowpea atau kacang tunggak merupakan tanaman kacang-kacangan yang dapat dimanfaatkan...
Read more
Potensi Tanaman Lentil sebagai Pangan Sehat
Gubuku-Lentil merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang dikenal sebagai sumber...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *