Pembenihan Ikan Patin Menggunakan Teknik Hormon Induced

Ternaktani
Ternaktani
August 28, 2026 2 Min Read 0

Gubuku – Kunci sukses kawin suntik ada pada pemilihan “sejoli” patin yang sudah matang gonad (siap bertelur/membuahi).

  • Induk Betina: Perut tampak membesar dan lembek kalau diraba, lubang urogenital agak kemerahan dan mekar, usianya minimal 1,5–2 tahun dengan bobot minimal 2,5–3 kg.

  • Induk Jantan: Tubuh lebih ramping dan lincah, kalau bagian perutnya diurut (stripping) perlahan ke arah ekor akan keluar cairan sperma berwarna putih kental.

2. Penyuntikan Hormon (Proses Induksi)

Hormon yang paling populer dan praktis digunakan adalah Ovaprim (gabungan sGnRH-a dan domperidone).

  • Dosis Hormon:

    • Betina: Umumnya 0,5 ml/kg berat badan (bisa dibagi 2 tahap suntikan atau sekaligus tergantung standar yang dipakai).

    • Jantan: Cukup 0,15–0,2 ml/kg berat badan (diberikan 1 kali saja bersamaan dengan penyuntikan kedua pada betina).

  • Cara Menyuntik: Suntikkan cairan hormon secara intramuskular (ke dalam jaringan daging/otot) di bagian punggung ikan dengan kemiringan jarum sekitar $45^\circ$.

3. Proses Stripping (Pengeluaran Telur & Sperma)

Setelah disuntik, tunggu masa latensi (waktu tunggu sampai telur luruh/ovulasi), yaitu sekitar 8–12 jam pada suhu air $28-30^\circ\text{C}$.

  1. Urut Betina: Sapu badan betina pakai handuk kering. Urut perut betina secara perlahan ke arah anus hingga telur berwarna kuning kecokelatan keluar menampung di wadah/baskom kering.

  2. Urut Jantan: Urut perut jantan dan tampung spermanya (bisa dicampur langsung ke baskom telur atau disedot pakai spuit khusus).

  3. Pembuahan: Aduk telur dan sperma menggunakan bulu ayam secara perlahan, lalu tambahkan sedikit air bersih untuk mengaktifkan pergerakan sperma.

4. Penetasan Telur & Perawatan Larva

Setelah terbuahi, saatnya telur-telur tersebut ditetaskan:

Tahapan Prosedur / Kondisi
Penebaran Telur Tebar telur secara merata di akuarium atau corong penetasan yang sudah dipasang aerasi kuat.
Waktu Penetasan Telur akan menetas menjadi larva dalam waktu 24–30 jam.
Pakan Pertama Larva patin membawa cadangan makanan (yolk sac) sampai umur 2-3 hari. Setelah habis, beri pakan alami seperti Artemia atau Tubifex (cacing sutra).

💡 Pro-Tip: Jaga kebersihan air secara ketat! Telur patin yang gagal menetas gampang membusuk dan memicu jamur. Segera buang telur yang mati (berwarna putih keruh) dari wadah penetasan.

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Kacang Fava untuk Diversifikasi Pangan
Gubuku-Kacang fava (Vicia faba) merupakan tanaman polong yang menghasilkan biji...
Read more
Potensi Tanaman Cowpea sebagai Komoditas Pangan Lokal
Gubuku-Cowpea atau kacang tunggak merupakan tanaman kacang-kacangan yang dapat dimanfaatkan...
Read more
Potensi Tanaman Lentil sebagai Pangan Sehat
Gubuku-Lentil merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang dikenal sebagai sumber...
Read more
Baca Juga  Panduan Budi Daya Ikan Lele Sistem Bioflok di Lahan Sempit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *