Gubuku – Buat para peternak muda dan Gen Z, nemuin sapi kesayangan tiba-tiba perut sebelahnya membuncit besar, gelisah, dan susah napas pasti bikin panik mode on. Kondisi ini dikenal dengan istilah Bloat alias kembung akut.
Bloat terjadi karena akumulasi gas yang terperangkap di dalam rumen (lambung) sapi dan gak bisa keluar lewat proses kentut atau serdawa. Kalau dipbiarkan hitungan jam, gas ini bakal menekan paru-paru dan jantung sampai sapi bisa mati mendadak!
Ketika obat-obatan herbal atau minyak kelapa udah gak mempan dan kondisi sapi udah darurat banget, metode penusukan pakai Trocar adalah pertolongan terakhir yang paling ampuh. Yuk, simak panduan step-by-step penanganannya biar gak salah langkah!
Apa Itu Trocar dan Kapan Harus Dipakai?
Trocar adalah alat medis veteriner berupa jarum tajam ber selongsong (cannula) yang didesain khusus buat menusuk dinding perut sapi guna mengeluarkan gas berlebih dengan cepat.
Penting! Penggunaan trocar adalah tindakan darurat (last resort). Alat ini cuma boleh dipakai kalau perut kiri sapi sudah sangat membesar, keras seperti drum, dan sapi mulai melet-melet kesulitan bernapas.
Persiapan Alat dan Sterilisasi
Sebelum mengeksekusi, pastikan kamu menyiapkan alat-alat ini biar gak memicu infeksi sekunder:
-
Set Trocar dan Cannula (ukuran sesuai besar sapi)
-
Alkohol 70% atau cairan antiseptik (Povidone Iodine)
-
Kain kasa steril
-
Pisau bedah kecil / Scalpel (jika diperlukan)
-
Salep/Semprotan Antibiotik (buat perawatan pasca-tusuk)
-
Tali pengikat (buat mengamankan sapi)
4 Langkah Penanganan Sapi Bloat Pakai Trocar
Ikuti langkah-langkah presisi ini dengan tenang dan sigap:
1. Amankan Sapi (Restrain)
Jangan langsung main tusuk! Pastikan sapi diikat dengan kuat di kandang jepit atau tiang. Minta bantuan teman buat memegang kepala sapi biar gak banyak bergerak atau menendang saat proses penusukan.
2. Tentukan Titik Penusukan (Fossa Paralumbalis Kiri)
Ini poin paling krusial. Penusukan WAJIB dilakukan di bagian perut sebelah kiri sapi (sisi rumen).
-
Cari area segitiga cekung di antara tulang rusuk terakhir, tulang panggul, dan tulang punggung (disebut fossa paralumbalis).
-
Pada sapi yang kena bloat, area segitiga kiri ini bakal sangat menonjol ke atas.
-
Bersihkan dan cukur sedikit bulu di area tersebut, lalu usap dengan alkohol/iodine sampai steril.
3. Eksekusi Penusukan dengan Trocar
-
Pegang gagang trocar dengan mantap.
-
Arahkan mata jarum ke area segitiga kiri, tegak lurus dengan kulit.
-
Tusuk kulit dan dinding rumen dengan gerakan cepat dan mantap ke arah siku depan kanan sapi.
-
Setelah jarum masuk ke dalam rumen, tarik jarum tajamnya (trocar) dan biarkan selongsongnya (cannula) tetap menancap di perut.
-
Gas berbau menyengat bakal langsung menyembur keluar lewat cannula. Biarkan gas keluar secara bertahap (jangan terlalu mendadak agar sapi gak kaget/syok).
4. Perawatan Pasca-Penusukan
-
Setelah perut sapi kempes dan napasnya kembali normal, cabut cannula perlahan.
-
Bersihkan bekas lubang tusukan dengan antiseptik.
-
Semprotkan antibiotik lokal dan berikan suntikan antibiotik/penghilang nyeri (sebaiknya berkonsultasi dengan dokter hewan local).


