Trik Menghindari Penyakit Brucellosis Kelahiran Dini Ternak

Ternaktani
Ternaktani
September 14, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Buat kamu para peternak muda dan Gen Z yang lagi merintis bisnis sapi, kambing, atau domba, ada satu musuh dalam selimut yang bisa bikin investasi kamu amblas seketika. Nama penyakitnya Brucellosis alias Penyakit Kelahiran Dini / Keguguran Menular.

Bayangin udah nunggu berbulan-bulan berharap induk ternak melahirkan anakan sehat, eh malah rugi gara-gara janin gugur di tengah jalan atau lahir prematur dalam kondisi mati. Parahnya lagi, penyakit ini bersifat zoonosis—artinya bisa menular dari ternak ke manusia!

Biar ternak kesayangan aman dan bisnis kamu bebas dari ancaman keguguran massal, yuk bongkar trik pencegahannya di bawah ini!

Apa Sih Sebenarnya Penyakit Brucellosis Itu?

Brucellosis adalah penyakit infeksi bakteri yang disebabkan oleh Brucella abortus (pada sapi/kerbau) atau Brucella melitensis (pada kambing/domba). Bakteri jahat ini secara khusus menyerang organ reproduksi ternak.

Dampaknya gak main-main:

  • Induk hamil mengalami keguguran (abortus), biasanya di trimester akhir kehamilan (bulan ke-5 sampai ke-7 pada sapi).

  • Anak ternak lahir prematur dalam kondisi sangat lemah atau langsung mati.

  • Induk jadi susah hamil lagi (kemajiran/steril).

  • Pejantan mengalami pembengkakan pada buah zakar (orchitis).

Trik Ampuh Menghindari Brucellosis di Kandang Kamu

Bakteri ini menular dengan cepat lewat cairan ketuban, plasenta, susu, atau lendir vagina ternak yang terinfeksi. Terapkan trik proteksi ekstra ini biar kandang kamu steril:

1. Seleksi Ketat Ternak Baru (Karantina Wajib!)

Jangan langsung campur ternak baru yang baru kamu beli dari pasar ke dalam kandang utama, seberapapun sehatnya kelihatan dari luar.

  • Isolasi ternak baru minimal 14–30 hari.

  • Lakukan tes darah (uji Rose Bengal Test / RBT) lewat dinas peternakan setempat buat memastikan bebas Brucellosis.

Baca Juga  Manajemen Pencahayaan Kandang Closed House untuk Efisiensi

2. Vaksinasi Sejak Dini (Kunci Utama!)

Vaksinasi adalah benteng pertahanan paling kuat. Pastikan pedet atau anak ternak betina kamu mendapatkan vaksin Brucellosis (seperti vaksin Strain 19 atau RB51) pada umur 4–8 bulan sesuai anjuran dokter hewan setempat.

3. Penanganan Ekstra Pasca Kejadian Keguguran

Kalau ada induk yang terlanjur mengalami kelahiran dini atau keguguran, lakukan tindakan darurat ini:

  • Isolasi langsung: Pisahkan induk tersebut dari kelompok ternak lain.

  • Musnahkan cairan & plasenta: Bakar atau kubur plasenta, janin yang gugur, dan alas kandang yang terkena cairan ketuban. Jangan biarkan tersentuh ternak lain atau dimakan anjing/kucing.

  • Disinfeksi total: Semprot area kandang bekas keguguran memakai disinfektan berbahan dasar fenol atau pemutih (bleach).

4. Jaga Kebersihan Susu dan Proses Kawin

  • Jangan gunakan pejantan yang sama secara bergantian kalau riwayat kesehatannya gak jelas. Gunakan teknik Inseminasi Buatan (IB) dengan semen beku yang sudah teruji bebas penyakit.

  • Bakteri Brucellosis juga bisa menular lewat susu mentah. Pastikan susu ditangani dengan higienis dan dipasteurisasi sebelum dikonsumsi.

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *