Trik Mengatasi Bau Amonia Menyengat di Kandang Bebek

Ternaktani
Ternaktani
September 26, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Buat kamu peternak muda Gen Z yang lagi merintis bisnis bebek bertelur atau pedaging, pasti udah gak asing lagi sama masalah klasik yang satu ini: bau amonia menyengat! Apalagi kalau kamu pakai sistem kandang basah atau kolam.

Bau amonia yang menyengat gak cuma bikin tetangga sekitar bad mood dan protes, tapi juga bahaya banget buat kesehatan bebek kamu. Gas amonia berlebih bisa bikin bebek stres, kena penyakit pernapasan, mata iritasi, sampai produksi telur anjlok parah.

Gak mau kan bisnis ternak kamu terhambat cuma gara-gara masalah bau? Tenang, ini dia trik sat-set dan praktis buat atasi bau amonia di kandang bebek basah kamu!

Kenapa Kandang Bebek Sistem Basah Mudah Berbau?

Sebelum masuk ke solusinya, kamu harus tahu dulu penyebab utamanya. Kotoran bebek itu punya kandungan nitrogen yang sangat tinggi. Ketika kotoran bernitrogen tinggi bercampur dengan air, kelembapan tinggi, dan bakteri pembusuk di lingkungan kandang basah, proses fermentasi liar akan terjadi dan menghasilkan gas amonia ().

Jadi, makin basah dan lembap kandangnya, makin cepat gas amonia itu menguap dan menyebar ke mana-mana.

5 Trik Ampuh Hilangkan Bau Amonia Kandang Bebek

Gak perlu pusing, kamu bisa pakai kombinasi trik mekanis dan biologis berikut ini biar area kandang tetap segar:

1. Semprot Cairan Probiotik / EM4 Secara Rutin

Ini adalah cara paling populer dan efektif! Cairan probiotik (seperti EM4 Peternakan) mengandung bakteri baik yang bakal “memakan” bakteri pembusuk penyebab bau amonia.

  • Cara Pakai: Campurkan EM4 Peternakan dan sedikit molase/gula merah cair ke dalam air, biarkan .

  • Aplikasi: Semprotkan merata ke area kotoran, genangan air, dan dinding kandang 2–3 kali seminggu. Bau bakal berkurang drastis dalam hitungan hari!

Baca Juga  Panduan Budidaya Ikan Tawes / Wader untuk Pasar Kuliner Lokal

2. Gunakan Kapur Dolomit atau Zeolit

Kapur dolomit dan tepung zeolit punya sifat menetralkan pH asam serta menyerap kelembapan dan bau amonia secara instan.

  • Taburkan kapur dolomit atau serbuk zeolit secara tipis dan merata di area tanah/lantai kandang yang paling sering tergenang kotoran basah.

  • Selain menekan bau, kapur juga ampuh membunuh jamur dan parasit berbahaya di area kandang.

3. Terapkan Fermentasi Pakan (Asupan dari Dalam)

Bau kotoran bebek sebenarnya bermula dari sistem pencernaannya. Kalau pakan tidak terserap sempurna, sisa protein akan terbuang di kotoran dan berubah jadi amonia.

  • Coba gunakan pakan fermentasi atau tambahkan suplemen enzim/probiotik ke dalam air minum bebek.

  • Pencernaan bebek jadi lebih maksimal, penyerapan protein tinggi, dan hasilnya kotoran bebek jadi jauh tidak berbau.

4. Perbaiki Sirkulasi Udara (Ventilasi Max Out)

Atap kandang yang terlalu rendah dan tertutup rapat bakal bikin gas amonia terperangkap di dalam.

  • Pastikan dinding kandang memiliki bukaan angin yang cukup (gunakan kawat ram).

  • Buat atap bertingkat (monitor roof) agar udara panas dan gas amonia yang massanya lebih ringan bisa langsung meluncur keluar ke udara bebas.

5. Buat Saluran Drainase & Kolam Penampungan Yang Teratur

Sistem basah bukan berarti air boleh menggenang sembarangan di mana-mana!

  • Buat parit kecil di pinggiran kandang dengan kemiringan yang pas agar sisa air minum dan bilasan kotoran langsung mengalir ke kolam endapan khusus.

  • Taburi kolam endapan limbah dengan eceng gondok atau tanaman air untuk membantu menyerap racun dan mengurai bau secara alami.

Do’s & Don’ts Merawat Kandang Bebek Basah

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Kacang Fava untuk Diversifikasi Pangan
Gubuku-Kacang fava (Vicia faba) merupakan tanaman polong yang menghasilkan biji...
Read more
Potensi Tanaman Cowpea sebagai Komoditas Pangan Lokal
Gubuku-Cowpea atau kacang tunggak merupakan tanaman kacang-kacangan yang dapat dimanfaatkan...
Read more
Potensi Tanaman Lentil sebagai Pangan Sehat
Gubuku-Lentil merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang dikenal sebagai sumber...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *