Gubuku  – Ambil Telur Setiap Hari: Jangan biarkan telur menumpuk di sarang. Ambil telur yang baru dikeluarkannya tiap pagi/sore untuk dimasukkan ke mesin penetas (inkubator).

  • Mandikan / Mandikan dan Isolasi: Kalau induk entok kelihatan mulai “mengeram hampa” (duduk terus di sarang padahal telurnya udah diambil), mandikan entok tersebut lalu tempatkan di kandang terang dengan alas semen/kawat tanpa media sarang selama 3–5 hari.

  • Trik ini bakal menurunkan suhu tubuhnya dan menghilangkan hormon mengeram, sehingga dia siap kawin dan bertelur lagi dalam hitungan minggu!

2. Racik Pakan Khusus Pemicu Bertelur (Layer)

Unggas gak bisa bertelur banyak kalau cuma dikasih makan sisa dapur atau bekatul polos. Buat membentuk cangkang dan isi telur, entok butuh asupan protein (16–18%) dan kalsium yang cukup.

Formula Pakan Harian Pemicu Telur:

  • Konsentrat Petelur (Layer): 30% (Wajib ada buat pemicu hormon bertelur)

  • Jagung Giling / Dedak Halus: 50% (Sumber energi)

  • Tepung Ikan / Cangkang Telur / Keong Mas: 10% (Sumber kalsium tinggi biar cangkang telur gak lembek)

  • Hijauan (Kangkung/Eceng Gondok/Daun Mengkudu): 10% (Sebagai serat alami dan pencernaan)

💡 Pro-Tip: Tambahkan probiotik atau vitamin petelur ke dalam air minumnya 2–3 kali seminggu biar penyerapan nutrisi makin maksimal.

3. Atur Rasio Jantan dan Betina yang Pas

Entok betina butuh dibuahi oleh jantan secara rutin biar telur yang dihasilkan fertil (bisa menetas di mesin tetas). Tapi kalau jumlah jantan kebanyakan, betinanya malah stres karena rebutan!

  • Rasio Ideal: 1 Ekor Jantan : 4–5 Ekor Betina.

  • Pilih jantan yang posturnya paling besar, tegap, dan aktif. Jantan yang fit bakal menjamin tingkat fertilitas telur tinggi.

4. Setting Kandang yang Nyaman & Bebas Stres

Entok yang stres gampang mogok bertelur. Makanya, desain kandang itu krusial banget.

  • Sediakan Area Kering dan Basah: Entok suka air, tapi tempat bertelur wajib kering dan bersih. Sediakan kolam kecil buat mereka mandi/kawin (kawin di air biasanya tingkat keberhasilannya lebih tinggi).

  • Kotak Sarang yang Nyaman: Buatkan kotak sarang ukuran 40×40 cm dengan alas jerami kering atau serbuk kayu. Tempatkan di sudut kandang yang agak redup dan tenang dari lalu lalang orang.

  • Pencahayaan Tambahan: Unggas butuh pencahayaan sekitar 14–16 jam sehari untuk merangsang hormon reproduksi. Pasang lampu redup di dalam kandang buat malam hari.

Baca Juga  Mengenal Indigofera: Tanaman Pakan Ternak High Protein

5. Menjaga Kebersihan & Biosekuriti

Walaupun entok terkenal “tahan banting” ketimbang ayam, kebersihan area kandang tetap nomor satu.

  • Bersihkan sisa pakan basah setiap hari biar gak berjamur dan memicu racun (aflatoksin).

  • Pastikan sirkulasi udara lancar dan lantai kandang tidak tergenang kotoran yang menumpuk amonia. Amonia tinggi bikin saluran pernapasan entok terganggu dan otomatis produksi telur drop.

Perbandingan Hasil Perawatan

Parameter Cara Tradisional Cara Modern (Sesuai Panduan)
Produksi Telur / Tahun 30 – 40 butir 80 – 120+ butir
Sistem Penetasan Diandalkan pada Induk Mesin Penetas (Inkubator)
Jeda Bertelur Kembali 1,5 – 2 Bulan 2 – 3 Minggu
Potensi Cuan Standar / Lambat Maksimal & Cepat

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Kacang Fava untuk Diversifikasi Pangan
Gubuku-Kacang fava (Vicia faba) merupakan tanaman polong yang menghasilkan biji...
Read more
Potensi Tanaman Cowpea sebagai Komoditas Pangan Lokal
Gubuku-Cowpea atau kacang tunggak merupakan tanaman kacang-kacangan yang dapat dimanfaatkan...
Read more
Potensi Tanaman Lentil sebagai Pangan Sehat
Gubuku-Lentil merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang dikenal sebagai sumber...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *